Salam!
Bung Effendi, Bung Wilson yang baik,
Saya pikir Anda berdua telah bergeser dari "topik super kritis" yang diangkat
Bung Tanri Bisri dulu. Daripada Anda berdua "saling debat untuk soal-soal
teknis dan gaya pengungkapan opini" (yang pada gilirannya ,menimbulkan
polemik melebar), saya punya saran. Bagaimana jika kita bahas kemungkinan
kaum muda mengambil-alih tanggung jawab politik yang ditelantarkan para
politikus tua negeri kita? Atau kalau mau altenatif, bagaimana jika Anda
berdua juga mempersiapkan makalah di KNSP'99 itu? Sebagai mahasiswa di
kampus prestisius itu, kehadiran dan partisipasi aktif Anda berdua pasti
sangat dinantikan kawan-kawan mahasiswa dari pelbagai kota lainnya. Mau demo
juga oke kok.
Itu tentu lebih kondusif. Percekcokan model elite tua politik negeri kita
janganlah sampai menjalar di kalangan 'orang muda' seperti Anda berdua. Bung
Tanri pun, saya pikir, perlu sensitif menjaga spirit pro reformasi
kawan-kawan muda semuanya.
Walaupun semangat kekritisan itu sendiri jangan sampai pudar.
Khusus bung Tanri, saya kaget juga ketika nama saya Anda plesetkan jadi
"Ramadhang Pongah". Terus terang saya tidak marah, sama sekali tidak. Yang
saya kuatirkan malah Anda akan menyesal karena tudingan Anda sesungguhnya
tidak tepat dialamatkan ke saya. Apalagi dengan posisi saya yang cuma kuli
tinta, yang sekadar menuliskan gebrakan apa pun yang dilakukan , antara lain,
Permias dan para aktivis seperti bung Effendi dkk. Selama ini saya merasa
tetap mempertahankan idealisme jurnalistik/politik saya. Jika di mata bung
Tanri Bisri saya menyimpang, saya tetap hormati pendapat itu. Siapa tahu saya
bisa memetik hikmah di situ. Dan saya akui, itu memang ada kok.
salam,
ramadhan pohan
# # #
In a message dated 7/13/99 7:11:28 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
writes:
<<
Saudara Wilson,
Terima kasih atas tanggapan Anda, termasuk atas kata-kata
"maling" dan "sombong"-nya.
Kalau boleh Anda lihat lagi, DUA KALI: di atas dan di bawah email
terdahulu saya sudah wanti-wanti untuk mohon maaf kalau email itu
terlalu panjang, dan mohon langsung di-delete bagi yang merasa terganggu.
Bukankah saya juga sudah sempat khawatir sekali, dan lebih dulu
mohon maaf kalau-kalau bisa muncul kesan (interpretasi) ke arah sombong.
Saya hanya membayangkan kira-kira BAGAIMANA KALAU ANDA YANG BERADA
PADA POSISI SAYA dan mendapat email sepanjang itu, dengan kata-kata
yang persis sejorok itu??? Soal "kehampaan", saya sudah menulis
eksplisit bahwa: saya merasa memang tidak ada apa-apanya dibanding Anda
atau rekan-rekan Anda.
Was I taking myself too seriously? Rasanya tidak juga, saya sudah amat
berhati-hati untuk hanya meluruskan data dan menggunakan bahasa paling
maksimal 10 persen dari sarkastis-nya email yang ditujukan pada saya itu.
Soal pendapat Bisri, dan soal pendapat Saudara Wilson, sepenuhnya adalah
hak Anda masing-masing, dan saya sama sekali tidak membantah atau
mengutak-atiknya.
What about you? Weren't you taking yourself more seriously than me?
Sehingga Anda dengan tenang menyebut saya "maling" dan "sombong"?
Kalau Anda tidak bisa mentolerir "orang-orang sombong", bukankah
saya juga berhak untuk tidak mentolerir orang yang telah memaki-maki
saya? Lalu, siapa yang "maha kuasa" yang boleh mengatur kebebasan
berpendapat saya sehingga hanya boleh sepanjang ini atau itu?
Bukankah Anda yang "penuh berisi" punya tombol "delete" di
komputer Anda (untuk itu pun saya sudah mohon maaf kalau mengganggu;
saya terpaksa kirim tanggapan ke CIA-list dan milis lain, karena email
jorok itu telah dilempar ke ruang publik yang sama).
Saya punya satu kesimpulan, bahwa DI HADAPAN ORANG-ORANG SEPERTI ANDA,
siapa pun yang merasa "diserang" dan "diinjak" (dengan kata-kata
yang amat sarkastis sekalipun) HARUSLAH DIAM-DIAM SAJA!
Ini persis ajarannya Rezim yang dipimpin Eyang Soeharto!!!
Sekali lagi terima kasih. Saya yakin di sekeliling kita demikian
banyak hal-hal relatif, karena itu saya selalu terbuka akan tanggapan
sekeras apa pun.
Wallhu a'lam Bi al-Showab.
Wassalam:
Effendi Gazali
At 11:40 AM 7/13/99 -0400, you wrote:
>Saudara Effendi,
>
>You are taking yourself too seriously. Reaksi anda mencerminkan tipe
>pejabat/intelktual Indonesia saja, yang kebanyakan adalah maling/air-head.
>Hanyak kehampaan yang membutuhkan kata sebanyak itu membela diri.
>
>Maaf kalau kasar tapi saya tidak bisa mentolerir orang-orang sombong dan
>hot-heads. Salam,
>
>--Wilson
>
>
>
>
>-------------------------------------------------------
>Wilson M. Manik, DBA
>Data Operations
>Admin Systems & Distributed Technologies, CIT
>CORNELL UNIVERSITY Ph: 607/255-7347
>120 Maple Ave., Ithaca, NY 14850 Fax: 607/255-6982
>mailto:[EMAIL PROTECTED]
>mailto:[EMAIL PROTECTED]
>http://home.twcny.rr.com/manik/
>-------------------------------------------------------
>Opinions expressed are my own--not that of my employer,
>Cornell University
> >>