Bung Blucer,
Saya kira pihak pihak yang melontarkan agama sebagai salah satu isue, tidak
semuanya bermaksud memperalat agama. Mungkin ada yang seperti itu, karena
ambisi politiknya jauh lebih tinggi terhadap tanggung jawabnya sebagai orang
beragama. Akan tetapi dari yang saya ketahui seseorang yang berbicara
menggunakan agama sebagai salah satu alibinya maka secara otomatis ia
mempunyai tangggung jawab yang sangat besar, tanggung jawabnya tidak hanya
kepada rakyat akan tetapi kepada YM Kuasa.
Dan kita memang nggak bisa menilai sejauh mana kemurnian seseorang untuk
menjunjung tinggi nilai agamanya atau sekedar tujuan politik. Yang kita bisa
lihat adalah sikap serta dengar ucapannya. apabila ucapan tersebut berpijak
pada sumber hukum dari agama yang bersangkutan maka sebagai penganut agama
yang bersangkutan atau orang luar dari agama tersebut kita harus berusaha
mempelajarinya dan menyetujuinya jika memang yang dikatakan itu ada
kebenarannya dan sah menurut agama tersebut. Dan kita tidak boleh menuduh dia
bermacam macam, dengar apa yang diucapkan, kalau benar ikuti, atau paling
tidak menghormatinya, kalau tidak yang diucapkan itu tidak benar ya
tinggalkan.
Dan saya kira pendapat AR adalah sama atau paling tidak mirip mirip dengan
pendapat orang orang di milis ini yang tampak sebagai anti PDIP. Justru mereka
saya kira telah siap dengan kenyataan bahwa aturan main telah disiapkan
sebelum pemilu dan MPR adalah bagian terpenting (setelah rakyat) dari aturan
main itu sendiri, sehingga apa yang diperoleh pemilu tidak menjamin mutlak
wakil atau idola mereka akan lolos kekursi kepresidenan. Masih banyak waktu
bagi pihak lain untuk melakukan loby loby politiknya sehingga mereka dapat
mempengaruhi pihak lain.
Siapapun yang nantinya dipercaya oleh MPR, maka diharapkan akan sebagai hasil
dari semangat reformasi yang sesungguhnya dari para anggota MPR. Namun tidak
menutup kemungkinan bahwa hasilnya tersebut berasal dari "kedok reformasi".
yuni
Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pendapat Amien Rais jauh lebih sehat daripada beberapa orang dimilis ini
yang hanya ingin memunculkan isu agama dengan PDIP. Mudah-mudahan maksud
beberapa orang ini bukanlah agar PDIP kalah dan saingannya bisa naik
lagi. Walaupun tetap saya sayangkan karena yang dijadikan alat lagi-lagi
agama...
Sabtu, 10 Juli 1999
Amien Rais Soal Pemilihan Presiden
Serahkan pada Semangat Demokrasi
Yogyakarta, Kompas
Ketegangan politik,
sebagai bagian
dialektika
konstitusionalisme dan aspirasi
demokratik, itu hal
yang wajar. Ketegangan
yang lebih bertumpu
pada persoalan
pemilihan presiden
itu juga sebenarnya
bisa diselesaikan
secara sederhana jika
semua pihak dewasa.
Karena itu, serahkan
saja persoalan itu
kepada semangat
demokrasi, bukan
kepada mekanisme
MPR yang selama ini
lebih merupakan
sarana manipulasi
politik Orde Baru.
Demikian pendapat
Ketua Umum Dewan
Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional
(DPP PAN) HM Amien Rais
dalam perbincangan dengan Kompas di
kediamannya di Yogyakarta,
Kamis (8/7), menanggapi suasana tegang
di antara masyarakat, elite
politik maupun antarpartai politik di
Indonesia saat ini.
Secara khusus, Amien menyatakan menolak
istilah menyerahkan
pemilihan presiden pada mekanisme MPR.
''Saya lebih memilih
serahkan saja pada spirit demokrasi
dengan aturan main yang
disepakati bersama,'' katanya.
Sekarang ini, kata Amien, PDI
Perjuangan memperoleh suara
tertinggi, disusul Partai Golkar dan
partai-partai lain. Maka terpulang
kepada para partai itu, ujarnya, untuk
secara elegan dan bermartabat
membangun koalisi yang secara
kompetitif bisa mengalahkan
pesaingnya. ''Kompetisi dan demokrasi
itu juga sangat sehat, seperti
permainan olahraga,'' ujar Amien.
Kedewasaan
dan kewajaran
Dalam alam demokrasi, tutur Amien,
memang ada ketegangan
antara konstitusionalisme dan aspirasi
demokratik.
Konstitusionalisme selalu membatasi dan
memagari keinginan
demokrasi rakyat yang kadang-kadang
tanpa batas.
''Nah mungkin inilah hal yang kita
alami. Di satu pihak ada aspirasi
demokratik, mungkin dari sekitar 40
persen, yang meminta Megawati
Soekarnoputri menjadi presiden keempat.
Tetapi konstitusi kita
mengatakan presiden dipilih MPR dengan
suara terbanyak. Menurut
saya, sekarang kita tinggal menghadapi
masalah penyelesaian ini
dengan kedewasaan dan kewajaran,'' kata
Amien.
PDI Perjuangan diyakini Amien akan
mengantungi 35 hingga 37,5
persen suara. Partai lain perolehannya
di bawah PDI Perjuangan
sehingga PDI Perjuangan relatif
memiliki kesempatan untuk meraih
kursi presiden.
''Mengapa PDI Perjuangan memiliki
kesempatan paling besar?
Karena ia tinggal melakukan lobi-lobi
serta langkah-langkah politik
yang demokratis, dalam rangka
meyakinkan partai-partai lain yang
bisa diajak untuk beraliansi agar bisa
mengantungi 351 suara (dari
700 anggota MPR - Red) dalam SU MPR
nanti,'' ujar Amien.
"Kalau itu tercapai, selesai sudah
persoalan dan pergunjingan siapa
yang akan jadi presiden," tutur Amien.
Jangan terperosok
Namun sebaliknya, Amien mengingatkan,
sekarang ini rival PDI
Perjuangan adalah Partai Golkar yang
mungkin memenangi pemilu
sampai lebih dari 25 persen. Karena
itu, katanya, Golkar tidak boleh
diremehkan walaupun kemenangan Golkar
jauh lebih kecil dibanding
PDI Perjuangan," kata Amien.
Amien juga mengingatkan bahwa
sesungguhnya juga ada
"gumpalan" lain di luar PDI Perjuangan
dan Golkar, yang kalau
mereka (partai-partai itu) beraliansi
mungkin juga bisa mengajukan
calon presidennya sendiri. Tetapi yang
terakhir ini, menurut dia,
belum terlihat secara konkret.
"Karena itu saya mengharapkan,
permainan demokrasi ini bisa
diteruskan secara terbuka dan mantap
dan tidak perlu terperosok ke
model 'cap jempol berdarah' dan
lain-lain yang mungkin bisa
membuat kisruh permainan yang
sesungguhnya sederhana saja,"
ujar Amien.
Jika dalam SU MPR nanti sudah terpilih
presiden keempat yang
definitif, maka Amien Rais yakin selama
prosedurnya sudah
ditempuh dengan benar, rakyat akan
menerima secara baik.
"Andaikata ada yang uring-uringan atau
merusak suasana, tentu
jumlahnya kecil sekali. Yang penting
proses itu ditempuh secara
benar," katanya.
Soal Gus Dur
Menjawab pertanyaan tentang munculnya
nama-nama calon
presiden, wakil presiden, ketua DPR dan
ketua MPR seperti yang
pernah diajukan KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur), Amien Rais
mengatakan bahwa ia sendiri sempat
kaget sejenak mendengar
pernyataan Gus Dur itu.
Sebab menurut Amien, sewaktu mengadakan
pertemuan dengan
Gus Dur selama satu jam di kantor
Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama, soal nama-nama itu sama sekali
tidak disinggung.
"Tetapi harus kita ingat bahwa Gus Dur
itu seorang politikus yang
sangat piawai dan sangat licin, dan
selalu memberikan pekerjaan
rumah bagi publik untuk menduga-duga.
Kalau saya melihat, dengan
menyebutkan nama-nama itu, Gus Dur
sedang memancing reaksi
masyarakat. Dan kalau menanggapi
terlalu serius, Gus Dur akan
tersenyum senang," katanya.
Selaku anggota masyarakat dan ketua
umum partai, kata Amien, ia
tidak ingin merusak suasana dengan
membuat proyeksi-proyeksi
semaunya sendiri. "Mengapa? Karena
kesepakatan kita terdiri dari
tiga tahapan. Pertama, pemilu. Kedua,
melengkapi 200 anggota
MPR dari Utusan Daerah dan Golongan.
Dan tahap ketiga atau ronde
final adalah proses pemilihan presiden
di SU MPR nanti," ujarnya.
Kebanyakan politisi sekarang ini,
katanya, sudah membidikkan
nama-nama ke udara. "Saya tidak
melakukan itu karena 'hajatan'
sesungguhnya baru nanti pada SU MPR,"
kata Amien.
Misteri KPU
Amien juga melihat adanya suasana
ketidakpastian dalam
masyarakat politik di Indonesia
sekarang ini. "Sebagai bukti ketika
saya berkunjung ke Kantor PBNU, semula
hanya ada wartawan
televisi dan satu wartawan media cetak.
Tetapi satu jam kemudian
sudah jadi berpuluh-puluh wartawan
dalam dan luar negeri," katanya.
Artinya, menurut Amien, keingintahuan
masyarakat, sebagaimana
diwakili media massa, ternyata sangat
tinggi. "Ketidakpastian ini
salah satu sebabnya adalah penghitungan
suara yang bertele-tele,"
katanya.
"Saya katakan, KPU sudah tidak tinggi
lagi nilainya sebagai alat
demokrasi. Karena kemudian bisa
menimbulkan banyak sekali
misteri, seperti kemungkinan penundaan
Sidang Umum, ada dugaan
manipulasi suara, dugaan
menggelembungnya vested interest dari
sementara anggota KPU, dan kecurigaan
segala macam," kata
Amien Rais. (hrd)
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.