"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yuni:

Efron:
Pengandaian? Ingat kasus Eyang Permadi? Beliau juga berandai-andai (saya
mendengar sendiri rekaman kasetnya). Nyatanya? Beliau juga akhirnya
meringkuk di Wirogunan.

Saya juga pernah mengatakan Anda itu "kere munggah bale". "Bale" atau
"Balai" atau juga disebut "Balairung" adalah ruang untuk petinggi. Mengenai
arti sepenuhnya silakan Anda cerap sendiri secara tersurat atau tersirat.

Menyoal pikir-memikir saya tetap berpendapat Anda masih dirajai perasaan
ketimbang benak Anda. Seperti yang pernah saya bilang "Pria punya selera"
dan "Wanita punya rasa".

Ya saya akui perasaan saya lebih besar. Sayang sekali saya nggak pernah
mendengarkan ceramahnya Permadi yang satu itu, saya nggak berani berkomentar,
karena saya nggak tahu menahu. 

Yuni:
Saya hanya ingin memberikan suatu pengandaian, suatu tindakan yang sebab
akibatnya mempunyai persamaan. Jika saya andaikan pornografi, dikarenakan
keduanya mempunyai persamaan, yaitu mempunyai dampak dalam pola pikir serta
hati kita, hanya bedanya jika dampak yang diakibatkan oleh pornografi itu
adalah keburukan maka dampak yang dibawa oleh penginjilan yaitu kebaikan.
Efron:
Sekali lagi Anda pink-floyd eh plin-plan. Nah, Anda sendiri bilang dampak
penginjilan adalah kebaikan. Lalu, apanya yang salah? Makanya jangan
menggunakan perasaan agar pendapat Anda tidak mencla-mencle. Apalagi tinggal
dengan bule yang mestinya ambil nilai positifnya. Mereka selalu bilang "I
think...." bukan "Saya rasa...."

Sorry kalau saya orang Indonesia dan wanita yang sudah terbiasa dengan ucapan
saya rasa, akan saya coba perbaiki dengan tulisan saya pikir, terima kasih.

Efron ...Efron anda ini masih SMP atau sudah memang sudah pikun, mengapa sih
anda kok nggak ngerti ngerti juga. Memang injil itu membawa kebaikan, saya
tidak mepermasalahkan kebaikannya atau keburukannya isi ajarannya. Dan
sebenarnya ini berlaku secara umum, nggak hanya penginjilan aja, tetapi juga
penyebaran agama lain termasuk Islam. Pada waktu itu seingat saya, saya hanya
menyinggung "kalau penyebarannya kepada anak anak dibawah umur, harus seijin
dan sepengetahuan orang tuanya, karena anak anak itu adalah menjadi hak dan
kewajiban orang tuanya, apalagi jika mereka berlainan agama".

Dan sebenarnya yang paling saya tidak setujui yaitu jika ada yang  mencoba
membujuk mereka dengan coklat dan sebagainya, meskipun penyebaran agama punya
niat baik tapi tetap aja salah karena anak anak itu nggak ngerti, itu sama aja
memanupulasi mereka. Kalau memang berniat baik untuk mengajak mereka, tanya
lebih dahulu, apakah mereka mau mendengarkan ajaran agama kristen yang membawa
kebaikan, kalau mereka tidak mau ya sudah, tinggalkan mereka dan kalau
penginjil itu berkeinginan keras, maka bisa ditanyakan kembali lain kali, dan
jangan putus asa, ikuti petunjuk agama. Akan tetapi jangan sekali kali dengan
memberikan hadiah hadiah dengan maksud lain. Kecuali kalau terhadap anaknya
sendiri ya tidak apa apa. Misalnya anak anda nggak mau belajar agama, maka
anda bujuk dia beri dia coklat sehingga mau ke sekolah minggu dsb, tidak ada
masalah.

Yuni:

Saya kira sebelumnya anda adalah seorang pendeta atau paling tidak seorang
yang aktif dalam gereja. Biasanya orang seperti mereka baik baik, dan
wawasan luas, serta nggak gampang tersinggung.
Efron:
Betul dan tidak salah. Namun anehnya di milis Kristen saya sering "bentrok"
dengan mereka yang Anda sebut khususnya pendeta.

Itu wajar namanya juga rambut sama hitamnya, tapi penafsiran dan pemahaman 
bisa berbeda.

Saya gampang tersinggung? Kalau saya gampang tersinggung sudah saya
caci-maki Anda karena menyamakan dan berandai-andai penginjilan itu seperti
pornografi.

Nggak gampang tersinggung??????? anda memang benar, anda tidak gampng
tersinggung. Bagus deh bisa jadi contoh bagi saya.

____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke