Bacaan menarik, bagi seluruh anggota Permias...dan tentunya bagi saudara Agus Kusaeni sendiri- Mardhika Wisesa From: "wong cilik" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re:Agus Kusaeni - APAKAH KALANGAN NON ISLAM AMORAL? Date: Thu, 15 Jul 1999 08:28:57 PDT Re:Agus Kusaeni - APAKAH KALANGAN NON ISLAM AMORAL? Setelah membaca posting diatas, saya bermaksud untuk memberikan sedikit tanggapan sebagai berikut: - saya setuju, bahwa yang lebih rajin memprotes pornografi adalah dari kalangan Islam. - saya setuju, bahwa yang lebih gemar memprotes soal minuman keras juga dari kalangan Islam. - saya setuju, yang lebih giat mendemo agar SDSB dihapuskan juga dari kalangan Islam. - saya juga setuju, jika kalangan yang lebih gencar memerangi prostitusi adalah dari kalangan Islam. Tapi yang "mungkin terlupakan" oleh Sdr Agus, atau memang sengaja dilupakan, adalah: Negara Indonesia adalah negara dengan penduduk yang mayoritas (s/d 90 %) adalah kaum muslimin, jadi tentunya segala aktivitas sosial masyarakat akan didominasi oleh kalangan Islam. Jadi dengan asumsi diatas, tentunya pendapat Sdr Agus hanya mengungkap satu sisi dari aktivitas sosial masyarakat. Jadi semestinya juga bisa ditambahkan bahwa: - yang lebih suka mengeksploitasi pornografi (terutama dalam jalur distribusinya) adalah dari kalangan Islam. (Perlu juga dikaji kepemilikan dari media massa yang suka mengeksploitasi pornografi). - yang lebih banyak mengkonsumsi minuman keras adalah sebagian dari kalangan Islam, begitu juga yang memberikan ijin produksi, penetapan cukai dll adalah dari kalangan Islam. - yang mengelola SDSB adalah juga sebagian dari kalangan Islam. (memang dalam jalur distribusinya mungkin terdapat kalangan non Islam, tapi ide dari SDSB sendiri berasal dari kalangan Islam). - yang banyak berkecimpung dalam dunia prostitusi adalah dari kalangan Islam. Dengan tambahan keterangan diatas, tentunya dapat ditarik kesimpulan bahwa pengunaan agama untuk pembenaran seperti apa yang diungkapkan oleh Sdr Agus adalah tidak tepat. Jadi, yang ingin saya utarakan adalah: di Indonesia yang 90 % lebih penduduknya beragama Islam, maka segala konflik yang terjadi di masyarakat tentunya juga akan didominasi oleh antar sesama umat Islam. Jadi kalau kemudian ada pihak-pihak (seperti Sdr Agus) yang menggugat peranan dari kalangan non Islam untuk konflik yang menyangkut antar sesama umat Islam, maka ini merupakan suatu tindakan yang tidak bijaksana. Saya tidak akan mengomentari tulisan Sdr Agus yang tiba-tiba berbelok arah dengan menghujat PDI-P sebagai amoral. Tetapi disini terlihat kemunafikan Sdr Agus, diatas dia menggugat peranan kalangan non Islam, tetapi ketika "kalangan non Islam" seperti yang diklaim Sdr. Agus berada di PDI-P memenangkan pemilu, maka Sdr Agus kemudian berkoar-koar, bahwa PDI-P akan membuat bangsa ini lebih terpuruk lagi, tanpa disertai argumen yang masuk akal. Padahal menangnya PDI-P adalah juga karena dukungan kalangan Islam, adalah tidak mungkin dukungan dari kalangan non Islam yang hanya 10% dari penduduk Indonesia bisa memenangkan PDI-P dalam pemilu 1999. Disini terlihat bahwa kefanatikan Sdr Agus telah membutakan mata hatinya dalam melihat segala masalah secara lebih rasional tanpa mengikutkan agama. Kemudian yang menjadi ganjalan bagi saya adalah: kenapa Sdr. Agus tidak juga menggugat terhadap masalah-masalah sebagai berikut: - kenapa negara donor yang membantu Indonesia didominasi oleh negara non Islam. - kenapa pihak yang membela kaum muslimin etnis Albania adalah pihak NATO yang nota bene adalah negara-negara non Islam. - bahwa banyak para TKW Indonesia di Arab diperkosa oleh orang Islam Arab. Jadi disini, semestinya, tidak semua masalah harus dilihat dari kaca mata agama, bukan ? Atau dengan kata lain, bermoralkah tindakan yang membawa-bawa agama (seperti yang dilakukan oleh Sdr. Agus diatas), untuk tujuan-tujuan yang disadari atau tidak dapat memecah belah bangsa ini ? Wong Cilik. Baca lagi yang dibawah ---------- Forwarded message ---------- Date: Mon, 12 Jul 1999 06:24:45 GMT From: agus kusaeni <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Agus Kusaeni - APAKAH KALANGAN NON ISLAM AMORAL? APAKAH KALANGAN NON ISLAM AMORAL? Baru-baru ini masalah pornografi meramaikan media cetak kita. Dan yang tampak rajin memprotes maraknya pornografi di media cetak, lagi-lagi dari kalangan Islam. Kalangan non Islam seperti tak peduli. Padahal, bahaya pornografi bisa merusak siapa saja, apapun agama mereka, apapun status sosial mereka. Begitu juga soal minuman keras, dan bahan-bahan memabukkan lainnya. Yang gemar memprotes hal ini ternyata dari kalangan Islam. Kalangan non Islam cuma membisu. Padahal, sebagaimana pornografi, masalah minuman keras (dan berbagai zat memabukkan lainnya) juga membahayakan siapa saja tanpa pandang bulu. Masih ingat soal SDSB? Ketika itu yang giat mendemo agar SDSB dihapuskan juga dari kalangan Islam. Yang lain cuma diam. Begitu juga ketika bentuk perjudian pasca SDSB mulai marak, yang gencar mempermasalahkan hal ini juga dari kalangan Islam. Yang lain membisu. Kenapa, ya...? Masalah prostitusi juga begitu. Kalangan Islam-lah yang selama ini paling gencar memerangi prostitusi. Kalangan lainnya seperti terdiam. Seolah-olah mereka tidak punya agenda untuk memerangi kemaksiatan. Apakah hal ini menunjukkan bahwa kalangan non Islam memang amoral? Dan sebagian besar dari mereka yang amoral itu adalah komunitas PDI Perjuangan. Maka bisa dimengerti mengapa kalangan Islam begitu panik membaca daftar caleg PDI Perjuangan yang banyak didominasi caleg non Islam. Kalangan Islam mungkin khawatir, bila PDI Perjuangan menang, menguasai jalannya pemerintahan, maka pornografi, mabuk-mabukan, perjudian, dan prostitusi menjadi semakin marak dari hari-hari sebelumnya. Pernah baca sebuah poster di masa kampanye lalu? Salah satu isinya berbunyi begini: "...PDI-P menang, perek jalan terus..." Dan perek adalah bagian dari dunia prostitusi. Belum lagi, kampanye buah dada yang dilakukan peserta kampanye PDI Perjuangan di putaran terakhirnya, yang konon merupakan orang bayaran Alex Litaay si raja Bar & Maksiat. Di Solo, pada salah satu TPS-nya, seusai perhitungan suara ternyata PDI Perjuangan meraih angka 50% lebih. Maka, mereka pun menyelenggarakan pesta dengan menenggak minuman keras dan memakan daging anjing. Rupanya mereka sudah yakin menang, sehingga telah mempersiapkan diri dengan alkohol dan daging anjing. Karena panas, alkohol dan daging anjing yang mereka santap itu memang menimbulkan efek panas pada tubuh, maka komunitas PDI Perjuangan yang sedang kemenangan itu pun merasa kegerahan dan (baik laki-laki maupun wanitanya) membuka baju mereka hingga minim, ada juga yang bugil. Betul-betul amoral! ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
