Salam Permias
Begitu asyiknya rekan-rekan berdiskusi,Tak kuat juga daku ingin bergabung!!
:-)
Saya disini tidak berusaha memihak kepada siapapun tetapi apa yang Mas Budi
lontarkan itu baru saya dengar dan mungkin itu cukup original!! Cukup
terpesona juga diri saya sehingga ide mas Budi ini menjadi pikiran terus
:-).
Sehingga saya memikirkan lebih lanjut (No offense). Apakah nanti hasil-hasil
KNSP99 dapat kita terapkan lebih lanjut ke negara kita, jika kita menyama
ratakan kepentingan hukum dengan faktor yang lain (maaf jika saya salah),
karena faktor hukum inilah yang menjadi tolak utama segala hal dalam
perkembangan suatu negara.
Seperti telah kami lakukan di Jakarta membuat seminar2 tentang pembangunan
dan perkembangan bangsa tetapi karena kami sedikit menyinggung otak
pengaturan pergerakannya (Hukum) maka hasil yang kami dapat hanyalah sebuah
buku yang hanya memperbanyak perpustakaan universitas kami.
Salam sukses buat KNSP99.
Rizwan Rizal
Ps: Ini hanya pemikiran dan sama sekali belum pernah dilaksanakan oleh saya
sehingga kekurangan adalah sebagian dari pemikiran ini.
____________________________________________________________________
From: arezdaps <[EMAIL PROTECTED]>
bRidWaN wrote:
> Sebahagian dari kita yang bekerja ekstra keras
> untuk mendapat Income yang tinggi sehingga
> membayar Pajak yang tinggi bisa pula diartikan
> sebagai Nasionalis. Bukankah Pajak merupakan
> sumber pemasukan Negara untuk membangun ?
> <arez..>: Berarti, jika sesorang yang telah bekerja ekstra keras dan
> berincome tinggi, namun "berkelit" agar pajaknya rendah atau kalau
> bisa tidak bayar, dapat diartikan orang yang tidak nasionalis??? dan
> nyatanya ... cukup banyak orang yang berusaha utk itu !
> bRidWaN wrote:
> Bagaimana dengan para Pejabat kita sekarang ?
> Sudahkah mereka mendahulukan kepentingan Negara
> didalam mengambil keputusan keputusan penting ?
> <arez...> : barangkali slogan dan ajakan nasionalis itu lebih sering
> diungkapkan oleh birokrat dibandingkan dengan profesional yang lain,
> namun justru mereka pula yang lebih sering menggunakan slogan itu utk
> "menutupi" perbuatan yang mementingkan kepentingan pribadi/golongan...
bung budi....soal apa perlunya rakyat kecil berjiwa nasionalis...
kalo rakyat kecil yang tinggal di pedesaan misalnya..... dengan semangat
gotong royong yang masih kuat kadar nasionalisnya masih lebih baik
dibanding masyarakat yang tinggal kota besar yang condong bersifat
individualistis.....<namun beda dengan individualistisnya di negara
maju, dimana betul-2 menghargai hak-hak orang lain)..... masyarakat
perkotaan (tertentu) mementingkan kepentingan pribadi, tanpa
menghiraukan lingkungan sekitar, bahkan tidak jarang "menggasak"
kepentingan orang lain utk kepentingan diri sendiri....
dari situ jelas.. jiwa nasionalis masih diperlukan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara ini.....
bisa membantu negara dalam hal: Jika penduduk indonesia memiliki
kesadaran berbangsa dan bernegara, memahami hak dan kewajibannya,
(sehingga tidak menggasak hak orang lain), tidak mementingkan
kepentingan diri sendiri/golongan...... anda bisa bayangkan....... spt
apa negara kita tercinta inii......
hehhehhehehehe, kalo nyatanya emang belom bisa.. ya udah bayangin
aja.....
salam
arez.....
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com