Ini adalah penelitian yang sangat menarik. Sayang komposisi responden tidak
disebutkan secara jelas. Kalau respondennya 'hanya' mereka yang tinggal di
pedesaan saja, maka potensial 'participation bias' akan memperlemah hasil
temuan penelitian ini yang menyebutkan kata 'masyarakat'.
Sudah jelas kalau yang namanya 'masyarakat' tsb adalah 'tidak hanya' mereka
yang tinggal di pedesaan. Lalu berapa rasio penduduk desa dan kota? Kalau
ternyata rasionya berdekatan, apa layak hasil penelitian tsb
mengatasnamakan masyarakat? Apa batasan 'desa' di penelitian ini?
Kelihatannya memang kita harus mendapatkan informasi yang lebih lengkap
lagi tentang hasil penelitian ini. Karena komentar thd informasi yang
kurang jelas kemungkinan akan menggiring ke penyimpangan opini.
Penulis di Kompas sendiri kelihatannya juga tidak menguasai benar dengan
apa yang ditulisnya. Lihat saja sampling yang seharusnya 'multistage' bisa
menjadi 'multipage'. Memang kesalahan ketik mungkin terjadi, namun untuk
harian sekaliber Kompas hal ini adalah suatu yang nggak boleh terjadi.
Salam,
Budi
At 02:21 PM 8/13/99 -0400, you wrote:
>http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/2153.html
>
>Ternyata fakta lapangan mengatakan,
>"Mega Paling Populer di Mata Rakyat"
>Paling tidak itu hasil dari sampling yg dilakukan di 312 desa.
>
>Silahkan baca langsung beritanya melalui link di atas.
>Saya tertarik dengan komentar2 di artikel tersebut yg akan
>saya kutipkan di bawah ini:
>
>Eep Saefulloh Fatah:
>"Bagi saya yang paling banyak dipercaya itulah yang
>mestinya jadi presiden."
>
>Irwan:
>Kalau ngga jadi, pasti ada apa2nya. Jangan2 uang
>dari kasus Bank Bali yg akan dicoba dipakai untuk
>menipu rakyat kedua kalinya, eh salah deng, ke
>berapa kali ya, tahu akh, abis udah sering banget
>bohoning rakyat jadi susah ngitungnya udah berapa kali..:)
>
>William Liddle:
>"Elite mungkin kurang tahu atau tidak membaca kesadaran
>kolektif masyarakat yang menganggap Mega hebat."
>
>Irwan:
>Itu pasti Elite dari poros orde baru....:)
>
>William Liddle:
>"Anda harus ingat, siapa pun warga AS tahu bahwa
>Ronald Reagan itu orang bodoh. Tetapi, dua kali Reagan
>memimpin AS dan ternyata berhasil,"
>
>Irwan:
>Makanya gue bingung banget kalau pagi2 hari udah
>ada yg berani bilang Megawati ngga capable menjabat
>posisi presiden. Lha, jabat presiden aja belum pernah koq
>udah langsung dibilang ngga mampu? Coba dulu, kalau
>ternyata ngga becus, khan kita punya MPR yg bisa
>minta pertanggungjawaban atau bahkan mencabut
>mandat tersebut.
>
>Tapi mah gue wajar2 saja terhadap yg takut tersebut,
>kelihatannya yg takut tersebut memang punya kepentingan
>tersendiri, ntah itu takut hartanya di utak atik apakah bebas
>KKN atau tidak, atau hanya karena obsesi pribadi untuk
>mendapatkan jatah/jabatan di pemerintahan.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>