Minggu, 15 Agustus 1999, 20:28 WIB
Dr Said Aqil Siradj:
Poros Tengah Penuh Jebakan

Berita selengkapnya bisa dibaca di:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/2179.html

Ada beberapa hal yg ingin menurut saya menarik
untuk dikutip disini.

Berikut ini pendapat SAS atas Poros Tengah:
"Masing-masing pihak dalam koalisi itu memiliki
agendanya sendiri sehingga Poros Tengah lebih
tampak sebagai jebakan, permainan politik yang tidak tulus."

Irwan:
Amien Rais nyalonin Gus Dur.
Yusril ngga ngiyain ngga juga nolak.
Hamzah Haz diem. Bingung mengkali harus ngapain. Mungkin
takut ketahuan agendanya. Dalam hal ini bisa jadi silent is golden...:)

Komentar SAS atas pertemuan Ciganjur yg dilanjuti
dengan kesepakatan Paso:
"Sebenarnya dengan pertemuan Paso, sebagai kelanjutan
Ciganjur  itu sudah positif akan menghasilkan pola
kepemimpinan reformatif dan rekonsiliasi bagi masa
depan negeri ini. Tapi kemudian muncul Poros Tengah
yang lucu itu, yang menampakkan perbedaan kepentingan."

Irwan:
Tuh khan, apa ane bilang kemarin. Ada musuh di dalam
selimut. Mosok sih udah ngaku2 reformis dan udah sama2
bikin kesepakatan, eh malah lari dari kesepakatan dan
jiwa reformasi. Khan aneh tuh. Ninggalin temen2 reformisnya.
Makanya ane jadi ngeraguin sikap reformisnya Amien Rais.
Jangan2 reformisnya cuma dibibir doang, bikin banyak
sensasi untuk menarik perhatian dengan sejuta dalih....:)
Masak sih kalau Amien Rais tetap setiap pada perjuangan
reformasi, eh malah dia ngabur dari kelompok PDIP dan PKB
yg sudah jelas2 arah pergerakannya adalah reformasi.

Selanjutnya, soal posisi PKB, SAS memberi pernyataan:
"Sebagai pengumpul suara yang tidak menang, kan
harus tahu diri. Harus terima dengan lapang dada.
Nanti lima tahun lagi ada pemilu lagi, kita mengajukan diri lagi."

Irwan:
Ini dia satu contoh nyata sikap demokrat ulung yg mengerti
arti demokrasi serta konsekuensinya. Jadi, dia dengan PKBnya
ngga akan ngotot bahkan mengerahkan segala cara untuk
MEREBUT, sekali lagi, MEREBUT jabatan presiden dari pihak
yg memang seharusnya berhak mendapatkannya.

Semoga kelompok yg menamakan dirinya MADANI bisa
mawas diri dan tidak mengacaukan arti dari demokrasi,
tapi kembali ke jalan demokrasi yg benar. Ini kalau kita
mau lihat ada demokrasi di Indonesia. Kecuali kita memang
sudah kadung terbiasa memberaki demokrasi.

Dr Said Aqil Siradj adalah satu lagi orang hebat yg ada
di list saya....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke