KOMITE PIMPINAN PUSAT - PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

K P P - P R D

Kantor Pusat: Jl. Jend. Basuki Rahmat 7 - B Jakarta, Telp/Fax: 8561542 dan
9113801, E-mail: [EMAIL PROTECTED] dan Homepage: www.rakyatdemokratik.com

Pernyataan Sikap

PROTES KERAS PRD TERHADAP TINDAKAN BRUTAL POLISI DAN TENTARA DALAM
MENGHADAPI AKSI LMND dan FNPBI

No. 07/B/KPP PRD/S.Pers/VIII/1999

Penggunaan kekerasan yang brutal dan penangkapan ilegal oleh aparat
keamanan sebagai metode permanen dalam menghadapi aksi massa, kini semakin
menjadi kenyataan. Tindakan tercela itu kembali terjadi Hari Rabu,
25/8/1999, tepatnya ketika gabungan polisi da n tentara membubarkan,
menangkap dan menahan aktifis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
(LMND) dengan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) yang
sedang melakukan AKSI BERSAMA.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 200 orang itu, gabungan polisi dan tentara
telah melakukan pemukulan dengan menggunakan popor senapan dan pentungan
sehingga mengakibatkan belasan mahasiswa dan buruh mengalami luka-luka.
Tindakan kekerasan yang brutal itu justru terjadi pada saat massa LMND dan
FNPBI sudah berada di atas mobil yang hendak mengantar mereka untuk
pulang. Peserta aksi yang sudah berada di atas bis dipaksa turun oleh
gabungan aparat keamanan itu untuk kemudian dinaikkan ke atas truk polisi
dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Tindakan brutal aparat keamanan itu jelas bertentangan dengan komitmen dan
cita-cita kita untuk membangun sebuah Indonesia Baru yang bebas dari
ancaman dan praktek kekerasan negara. Sejak Soeharto tumbang, kita sudah
berkeinginan untuk meninggalkan bentuk -bentuk kekerasan negara sebagai
cara untuk menghadapi protes dan kritisisme rakyat. Ironis! Tragedi yang
menimpa bangsa ini selama 32 tahun disebabkan karena negara dan
aparatusnya -terutama ABRI/TNI dan polisi- menjadi mesin penindas dan
pembunuh rakyat nya demi tercapainya amannya eksploitasi ekonomi dan
stabilitas politik semata. Dengan demikian, negara mengajarkan kekerasan
secara langsung kepada rakyatnya sendiri. Kerusuhan kekerasan menjadi
satu-satunya cara resistensi yang diketahui rakyat.

Selama revolusi demokratik belum dituntaskan maka problema seperti di atas
akan terus ada. Revolusi Demokratik -salah satunya-- berarti mem-block
kekerasan negara dan memberikan kepastian jaminan perlindungan kepada
rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi politiknya. Kita tidak ingin
mengembalikan situasi dan kondisi seperti ketika Negara Orde Baru dan
mesin-mesinnya bisa dengan mudah memukul, menganiaya dan menculik
rakyatnya yang berbeda pandangan politik; memenjarakan pikiran-pikiran
yang berbeda bahka n tanpa pengadilan; dan membunuh rakyat yang membela
hak dan kepentingannya. Kita tidak ingin lagi, bangsa ini selalu berada
dalam situasi darurat yang memberikan legitimasi kepada negara untuk
berlaku sewenang-wenang kepada rakyatnya.

Revolusi Demokratik masih harus kita lanjutkan sampai tuntas. Dan demi
cita-cita mulia itu, gerakan mahasiswa dan elemen rakyat yang lain seperti
buruh, tani dan kaum miskin kota telah memulainya, telah memeloporinya
dengan segala pengorbanan. Memang, di Indonesia demokrasi tidak dipernah
diberikan tapi harus direbut oleh rakyat dari tangan negara. Karena itu,
negara senantiasa menghalang-halanginya dengan tidak malu-malu -dengan
pemukulan dan penangakapan ilegal-- bahkan ketika gerbang demokrasi sudah
be rada di depan mata.

Itulah sebabnya, kami dari Partai Rakyat Demokratik secara tegas dan keras
menyatakan : "MENGUTUK TINDAKAN BRUTAL DARI POLISI DAN TENTARA TERHADAP
AKSI YANG DILAKUKAN OLEH LMND DAN FNPBI". Kami juga menuntut agar
DWIFUNGSI ABRI DICABUT SEKARANG JUGA. Sela ma Dwifungsi ABRI ini masih
bercokol, selama itu pula tindakan kekerasan dan brutal dari aparat
militer dan polisi terhadap aksi-aksi rakyat akan terus terjadi. Melalui
kesempatan ini pula, kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar
"SECARA BERS AMA-SAMA MELAWAN TINDAK KEKERASAN MILITER DAN POLISI TERHADAP
AKSI RAKYAT YANG MENUNTUT HAK-HAKNYA". Hanya dengan persatuanlah demokrasi
segera dapat diwujudkan.

RAKYAT BERSATU TAKBISA DIKALAHKAN! RAKYAT BERSATU CABUT DWIFUNGSI ABRI!

Jakarta, 25 Agustus 1999

Komite Pimpinan Pusat PRD

Faisol Reza Ida Nasim Mh.

Ketua Sekretaris

Kirim email ke