In a message dated 8/28/99 3:17:23 PM, [EMAIL PROTECTED] writes:
<< Ah...si Irwan ini memang rada menarik jalan berpikirnya... Nggak usah
ditanggapi lah. Bikin capek saja baca perkeliruan jalan berpikirnya. Masak
ada urusan antara Lippogate dengan dukungan Kelompok Madani kepada Amien
Rais. Perasaan sudah saya baca nggak ada dukungan kelompok itu kepada Amien.
Sudahlah nggak usah dituruti. Menurut dia semua pihak yg tidak mendukung
PDIP adalah bukan kelompok reformasi. Sudah saja si Irwan ini diangkat jadi
bapak reformasi saja. Biar pada geli semua pembaca milis ini...
>>
Menimpali posting against saudara Irwan ....
tsk tsk tsk .... posting2 seperti ini bakalan nggak menguntungkan kita semua.
Proses demokratisasi di INdonesia requires kita2 semua ini sebagai harapan
bangsa supaya mempunyai analitical dan questioning minds. Constantly kita
harus mempertanyakan dan membahas semua kemungkinan yang menyangkut sistem
politik dan agenda negara kita. Bayangkan saja semasa kampanye PEMILU, sudah
berapa banyak orang yeng tertipu oleh Amien Rais ? Kenapa, karena kita tidak
membaca background orang2 seperti beliau. Kalau pun AR (Amien Rais) ternyata
membelot dari Suharto dan kroni2nya ... ini membuktikan bahwa beliau adalah
seorang pengecut. Beraninya setelah keadaan memungkinkan. Masih banyak
pulalah AR-AR kecil di kancah perpolitikan Indonesia sekarang ini. Makanya
sebagai orang muda yang berpendidikan dan mempunyai analitical mind, tolong
kita semua berhati-hati. Jangan sampai kejadian PAN terulang lagi. Dengan
demikian, jangan pula kita saling menjelekkan satu sama yang lain seperti
yang sedang terjadi dimilis ini hanya karena satu pihak merasa tersinggung
atas skepticism yang lain. Do your research ... get educated on whatever you
believe in and jangan langsung percaya sesuatu yang anda dengar dari mulut
para "outgoing" politicians. Dunia politik indonesia adalah panggung
sandiwara yang paling sophisticated di dunia sekarang ini. Beware, don't be
scattered. Nobody wants to kill anybody ... tapi sebagai orang muda,
sometimes reality can sadden you.
Anda Indonesia, saya Indonesia, mari bangun Indonesia bersama.
Selamat berjuang,
Donald