In a message dated 9/8/99 9:39:42 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Tim-tim dan aceh adalah kasus yang serupa tapi tak sama.
> Ayo kita tebak-tebakan......
Irwan:
Yuk dah tebak2an.....santai saja ya....:)
> Akankah aceh bernasib sama dengan timtim?
Irwan:
Tergantung perlakuan pemerintah dalam hal ini TNI.
Menurut saya pemerintah ngga akan berbuat sebiadab
di Timtim yg sebagian besar penduduknya adalah minoritas
di Indonesia dalam hal ini Katolik. Sebagian besar penduduk
Aceh adalah penganut agama Islam yg juga dianut
oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Karenanya
menurut saya kecil sekali kemungkinan pemerintah melalui
TNI melakukan kebijakan yg sama seperti yg mereka
lakukan di Timtim, membantai ribuan penduduk Timtim.
Mengingat tokoh2 agama Islam akan langsung menekan
pemerintah bila hal itu dilakukan.
Masih ingat kasus masuknya Timtim ke Indonesia?
Penduduk Timtim yg dibantai berdasarkan informasi yg
beredar adalah sekitar 100-200 ribu, suatu jumlah yg
sangat besar mengingat jumlah penduduk Timtim saat
itu sekitar 700 ribu saja. Angka 100-200 ribu dari 700 ribu
setara dengan 14-28%. Mungkin sulit buat anda untuk
mencoba membayangkan seberapa besar sih 14-28% itu
dari jumlah suatu penduduk? Saya kasih gambaran yg
mungkin cukup membantu membayangkan, 14-28% itu
setara dengan 28-56 juta penduduk Indonesia saat ini.
Dari informasi yg saya dapat, saat ini sudah lebih dari
1000 orang Timor yg dibantai pasca pengumuman jajak
pendapat.
Walau penderitaan Aceh saat ini tidak separah di Timtim,
saya tetap menentang terjadinya pembantaian rakyat Aceh
atas dasar kemanusiaan.
> Akankah aceh menggelar referendum?
Irwan:
Bisa jadi, tergantung bagaimana pemerintah pusat
memperbaiki kesalahannya selama ini terhadap masyarakat
Aceh. Menurut saya, sudah saatnya rakyat Aceh
menikmati hasil alamnya untuk kebaikan dan pembangunan
daerahnya dengan lebih adil lagi.
> Akankah Australia mendukung perjuangan rakyat aceh?
Irwan:
Kasus Aceh dan Timor berbeda. Aceh masuk ke Indonesia
atas kerelaan rakyat Aceh. Kalau tidak salah ingat, waktu itu
khan Aceh tidak dijajah oleh Belanda (tolong koreksi kalau salah).
Jadi, ketika Indonesia mengumumkan memerdekakan diri
dengan memakai batas wilayah daerah2 yg dijajah Belanda,
Aceh tidak termasuk tapi memutuskan untuk bergabung dengan
Indonesia. Itulah sebabnya kenapa Soekarno dulu tetap ngotot
agar Irian yg waktu itu dijajah Belanda masuk ke Indonesia
sedangkan Soekarno tidak mengutak-atik Timor yg memang
tidak dijajah oleh Belanda melainkan Portugis. Soekarno tahu
aturan dalam hal ini.
Kembali ke pertanyaan anda semula, apakah Australia akan
mendukung perjuangan Aceh? Menurut saya tergantung apa
yg diperjuangkan. Berjuang untuk mengadakan referendum,
saya pikir Australia tidak akan mengajukan keberatan.
Berjuang untuk penegakan HAM di Aceh, saya yakin Australia
akan mendukung, atau malah sudah dilakukan selama ini
dimana kita terlewat beritanya? Karena seingat saya
pihak AS sudah memperingatkan Indonesia agar tidak
melanggar HAM di Aceh.
> Akankah Selandia Baru mengeluarkan pernyataan menghujat pemerintah
Indonesia
> atas kebijaksanaannya di aceh?
Irwan:
Bila Aceh diperlakukan segila yg terjadi di Timor, saya yakin
tidak hanya Selandia Baru saja yg akan mengecam pemerintah
tapi juga negara2 PBB lainnya.
> Akankah Amerika Serikat menekan pemerintah Indonesia untuk menjunjung
tinggi
> HAM di aceh?
Irwan:
Sudah saya jawab di atas, yaitu pihak AS sudah meminta
Indonesia agar memperhatikan dan menghormati HAM di Aceh.
Tampaknya anda kurang mengikuti perkembangan berita.
Sayang, saya tidak membookmark beritanya. Bisa coba anda
cari2 dari kumpulan berita2 ketika Aceh sedang ramai2nya
beberapa waktu yg lalu.
> Akankah salah seorang pejuang aceh mendapat hadiah nobel perdamaian?
Irwan:
Seperti yg saya jelaskan sebelumnya, kasus Aceh dan Timor itu
berbeda. Aceh bergabung ke Indonesia atas dasar sukarela.
Karenanya bila ada pejuang Aceh yg ingin Aceh merdeka,
menurut saya pihak luar akan lebih melihatnya sebagai seorang
yg sedang melakukan makar. Sama bila ada pejuang dari Jawa
Timur yg menginginkan Jawa Timur merdeka.
Berbeda dengan Timor Timur yg masuk ke Indonesia karena
aneksasi. Itulah sebabnya kenapa Timor Timur sejak 1975-76
walau Indonesia sudah menganggap bagian dari Indonesia
tapi belum mendapat pengakuan resmi dari PBB. Dengan
demikian, bila ada pejuang Timor yg ingin Timor Timur itu
lepas dari Indonesia, merdeka, pihak luar melihatnya sebagai
pejuang kemerdekaan. Kalau kita lihat, yg mendapatkan
nobel perdamaian dari pihak Indonesia/Timor adalah Uskup Belo.
Beliau dengan konsisten terus mengupayakan jalan damai
dalam pemecahan masalah Timor vs Indonesia.
Semoga kini anda bisa melihat perbedaan kasus yg ada.
> Akankah wartawan asing berkeliaran mengejar berita tentang kekejaman TNI di
> aceh?
Irwan:
Tergantung pengertian kata mengejar disini apa.
Yang jelas, saya bisa membaca tentang peristiwa Aceh dari
media2 internasional pada peristiwa2 lalu. Kalau kebrutalan
yg terjadi di Timtim sekarang terjadi juga di Aceh (yg mudah2an
amit2 jangan), saya yakin wartawan internasional akan
meliput peristiwa tersebut.
> Akankah aceh bernasib sama dengan timtim?
Irwan:
Sudah saya jawab di atas.
Satu pertanyaan balik dari saya, kenapa anda juga
tidak mempertanyakan kasus Irian? Padahal kasus
Irian dan Aceh malah lebih mirip ketimbang dengan
Timor.
Bisa anda jawab pertanyaan2 anda di atas tapi
kali ini dengan mengganti kata Aceh menjadi Irian?
Saya ngga begitu yakin, anda akan berani melakukannya.....:)
Saya ajak anda untuk jernih melihat permasalahan
yg ada. Hilangkan sentimen2 yg tidak perlu dan jangan
terjebak dengan hal tersebut.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu