Rekan permias@ yth., Perkenankanlah di milis ini saya menyampaikan salut kepada Notrida Mandica atas idenya tentang tidak perlu adanya wakil TNI dan wakil utusan golongan atau daerah di MPR, yang disampaikan dalam KSNP'99 Washington D.C. Sebagai pembicara disamping tokoh, pakar, dan 'macan seminar' seperti Sjahrir, Bambang Harimurti (Tempo), dan lainnya, Notrida mampu melontarkan idenya yang kuat reference-nya dan rasional. Dia antara lain menyebutkan bahwa kalau mau demokrasi, mereka yang duduk di MPR harus yang telah lolos dan dipilih melalui Pemilu. Sehingga proses pemilihan presiden dan wakil presiden di MPR akan betul-betul demokratis. Kalau kita lihat kondisi saat ini, TNI tanpa dipilih lewat pemilu sudah dapat jatah 38 kursi, belum lagi utusan golongan dan wakil daerah yang lebih dari TNI jatah kursinya. Padahal, PDIP sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak lewat Pemilu hanya mendapatkan kurang dari 50 kursi, dan partai lain masih di bawah jatah TNI jumlah kursinya. Jelas bahwa kondisi ini sangat sulit untuk bisa manempatkan MPR sebagai mewakili suara rakyat hasil Pemilu. Bagaimanapun, ide Notrida ini sangat brilian bagi saya. Meskipun saat ini cukup sulit diperjuangkan untuk mengubah existing kondisi di Indonesia, di masa depan (dengan mensosialisasikannya terus menerus) akan sangat dimungkinkan ide tsb bisa diterapkan. Sdr. Notrida telah membuktikan bahwa sebagai seorang mahasiswa ia mampu membuahkan ide yang sangat berguna bagi perbaikan sistem berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sebagai sesama mahasiswa, saya bangga dengan kemampuan Notrida. Sekali lagi, selamat buat Notrida Mandica. Salam, Budi
