Ada yang memperjuangkan Ambon nggak ?
Ada web sitenya nggak ?
Ada yang peduli nggak ?
Tim-tim ? should I care ?
Weleh.....
Okeh okeh, gini deh.
Kalau pertanyaannya gini, bisa diterusin dengan:
Ada yang memperjuangkan Kalimantan ngga?
Ada yang memperjuangkan Aceh ngga?
Ada yang memperjuangkan Irian ngga?
Pada akhirnya? masih ada yang peduli sama Indonesia ngga?
atau, Indonesia? should I care?
Kalau Republik pecah, gue mendingan memperjuangkan kemerdekaan Jakarta
Selatan aja, soalnya rumah gue disana. Ngga rela gue Indonesia dipecah satu
satu. Tapi kalo udah pecah, ya hancurin aja sekalian lah...bikin 10.000
negara di bekas NKRI juga bisa.
Kenapa ngga?
Okey, itu tanggapan gue sama emailnya Soe..
Nah, membalas emailnya Donald:
Begini: Sayang banget waktu di DC kemaren kita ngga ada waktu untuk ngebahas
soal Tim-tim. Padahal situasinya pas sekali untuk bicara tentang itu. Mungkin
karena jadwal padat atau udah kecapean sih ya. Tapi intinya gini. Dalam
sidang komisi 2 kan kita udah sepakat bahwa KPK yang akan mewakili Permias
dalam kondisi seperti ini.
Nah, KPK ini belom terbentuk dan butuh waktu untuk mencari anggota anggotanya
yang bersedia untuk bekerja dalam KPK ini. Sedangkan kebutuhan akan sikap
Permias mulai mendesak. Jadi gimana nih?
Dan jangan lupa loh kalo masalah Tim tim agak sensitif. Soalnya ada pihak
yang pro kemerdekaan, tapi ada juga yang menyayangkan kemerdekaan Tim tim.
Kalau gue pribadi sih agak bingung yah, soalnya sedih juga melihat ratusan
tentara Indonesia yang mati dan cacat sia sia, dan uang yang kita tanamkan
untuk membangun Tim-tim selama ini akhirnya hilang begitu saja. Jadi ini ngga
bisa dilihat sebagai hitam-putih.
Masalahnya memang komplek sih
Solusinya untuk Permias, mungkin kita harus mempercepat proses pembentukan
KPK yang baru. Bisa aja di godok di forum@. Tapi terus terang gue juga belom
masuk forum@ sih. Tolong dong Okki, David atau Faran kasih tau caranya yee.
Setelah KPK jadi, lalu disusun sikap Permias. Sudah ditentuin sikapnya, lalu
dibikin pelaksanaannya sebagai bentuk kepedulian terhadap Tim-tim. Mungkin
hasil akhirnya dengan melobi pemerintah AS ( misalnya, kalau memang itu yang
disetujui ), atau mungkin dengan bentuk sumbangan atau saran terhadap
pemerintah. Nah..akhirnya dari sini kita butuh contact list yang kita
bicarakan di komisi kemarin, sebagai pipa penyalur aspirasi kita sebagai
sebuah persatuan mahasiswa.
Gue rasa kita kan sepakat kemarin ini, dan kalau cuma akhir akhirnya kita
jatuh pada debat bolak balik di milis tanpa ada pelaksanaannya ya sama aja
mundur ke jaman batu lagi. Emang prosesnya ngga kenceng, karena banyak
tahapannya seperti membentuk KPK dulu, lalu bla bla bla dan sebagainya. Tapi
kalau semua itu udah jalan satu per satu, tujuan dan pemikiran kita di
kongres kemaren ngga bakalan sia sia.
Dan apa sih gunanya kita berkongres atau apa sih gunanya kita bentuk yang
namanya Permias, kalau bukan pada akhirnya sebagai suatu bentuk sumbangsih
kita terhadap Indonesia?
Akhir kata, gue cuma pengen mengingatkan kepada semua termasuk gue juga, bahwa
kalau kita sebagai mahasiswa ingin menentukan sikap terhadap Timor timur,
lebih baik apa yang udah dicapai kemaren ini dilaksanakan satu persatu. Kalau
pandangan gue, kita jangan gampang terbawa emosi oleh pemberitaan disana
sini. Ingat ini nih, Permias itu kalo udah menjadi satu suara akan besar
pengaruhnya. Apalagi dengan alumni alumninya di Indonesia. Dan buanyak pihak
yang baek dan jahat yang bakalan mau menggunakan Permias ini. Pokoknya kita
juga harus berhati hati lah.
In the mean time, Permias lokal seperti Permias Portland yang aktif untuk
masalah timor timur sebaiknya didukung sama Permias lain selama KPK belum
terbentuk. Tapi masalahnya seperti yang gue bilang diatas, sikap orang
terhadap timor timur itu berbeda.
Kalau KPK nanti sudah terbentuk, mungkin suaranya bisa lebih besar karena
mewakili semua organisasi mahasiswa di Amerika, dan hasilnya pasti jauh lebih
mengena.
Itu tambahan gue atas emailnya Soe dan Donald. Mudah mudahan bisa jadi
masukan yang berguna.
Arya