In a message dated 9/9/99 7:07:18 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Tanya :
> Kenapa PERMIAS (yang sangat hebat itu, katanya) tidak perduli dengan Ambon
?
Irwan:
Hehehe...bandel amat sih nih bocah, kemarin khan udah
gue kasih tahu jawabannya bahwa yg peduli dengan Ambon
itu ada. Koq anda ngotot bilang tidak perduli.....:)
Suhendri:
> Kalau dilihat inti permasalahannya adalah lebih berbahaya kejadian di
Ambon.
Irwan:
Itu menurut penilaian pribadi anda. Belum tentu sama
dengan pihak lain. (catatan: belum tentu sama bisa berarti
tidak sama tapi bisa juga sama dengan anda).
Setiap orang bisa memiliki pandangan yg berbeda. Semoga
anda cukup memperhatikan hal tersebut.
Sekedar anda tahu saja, ada juga yg merasa masalah
Aceh jauh lebih penting lagi dari Timtim atau pun Ambon.
Ada juga yg merasa masalah Irian jauh lebih penting dari
ketiganya di atas. Dan masih banyak lagi "jauh-lebih-penting"
lainnya, tergantung dari siapa dan sudut mana melihatnya.
Suhendri:
> Tim-tim perang saudara itu adalah karena kebodohan mereka sehingga mau di
> jadikan ayam aduan oleh berbagai pihak di DN dan LN.
Irwan:
Kenapa anda tidak memiliki kemungkinan pemikiran yg
sama atas masalah Ambon?
Suhendri:
> Tapi perang saudara di Ambon adalah karena diangkatnya perbedaan agama
> (rasisme) yang sudah sangat parah. Ini jauh lebih berbahaya.
Irwan:
Melanjuti pertanyaan saya sebelumnya, bukankah dugaan
anda atas Timtim sebenarnya bisa juga untuk peristiwa Ambon?
Tinggal diganti kata Timtim menjadi Ambon. Coba anda baca
kembali kalimat anda sebelumnya dengan mengganti kata
Timtim menjadi Ambon. Kira2 bisa masuk ngga?....:)
catatan:
Saya tidak sedang membela Timtim atau pun Ambon.
Saya hanya ingin menunjukkan pada anda bahwa penilaian
kita terkadang sering lebih banyak subyektifnya (termasuk saya).
Karenanya, jadikanlah ajang dimilis ini sebagai tempat kontrol
akan hal tersebut....:)
Walau demikian, tidak berarti setiap komentar yg masuk
di milis ini harus kita perhatikan secara serius semuanya
karena memang dari pengalaman saya ada beberapa yg
hanya "bikin capek" saja. Biasanya kalau saya sudah melihat
gejala2 tersebut, saya memutuskan untuk tidak terlalu
menanggapi hal tersebut secara lebih jauh lagi. Hemat
energi, gitu kata PLN dulu...:)
Suhendri:
> Ada yang bisa Jawab pertanyaan diatas (atau memang disini : baca PERMIAS)
> tidak ada yang perduli, kalian kan dekat dengan sumber-sumber
internasional.
Irwan:
Nah, gaya2 generalisasi yg seperti ini yg berpotensi dicuekin
nantinya karena pernyataan anda yg seperti ini akan membuat
kita menjadi lebih jelas orang seperti apa anda...:)
Suhendri:
> Kalau memang tidak ada yang perduli, ya jelaslah bagi saya seperti apa
> PERMIAS itu. Tidak lebih berbeda dengan Amerika dan kroninya yang selalu
> menggunakan standar ganda dalam melakukan sesuatu (baca : yang enak di gue
> aja)
Irwan:
Saya hanya tersenyum saja. Pendapat seperti di atas bagi
saya pribadi adalah tipikal orang yg sedang frustasi dalam
menghadapi sesuatu. Mungkin saya salah dan mudah2an
saya salah.....:)
> Soe
> PS : Saya punya cara sendiri untuk peduli dengan Ambon.
Irwan:
Apakah ini termasuk salah satu cara anda untuk peduli
dengan Ambon?...:)
Coba deh anda ganti kata "Saya" di atas dengan kata "Permias".
Trus anda baca ulang di dalam hati.
Gimana hasilnya?....:)
Walau demikian, saya mendukung positif ajakan anda
agar kita semua juga jangan melupakan kasus Ambon.
Dari obrolan pribadi dengan orang Ambon, tampaknya
memang masalahnya cukup rumit untuk mencari jalan
keluarnya.
Nah, saya ajak anda yg tampaknya sangat peduli dengan
Ambon untuk memulai mengangkat masalah Ambon
di milis ini dengan memberikan data2 yg anda miliki
yg perlu dibicarakan dan ditindaklanjuti disini.
Anda belum punya website yg memuat masalah Ambon
dari dua sisi?
Dua link berikut ini saya berikan hanya khusus bagi mereka2
yg sudah merasa cukup dewasa dalam membaca artikel2
atau pun tulisan2 karena memang hal2 yg termuat didalamnya
bisa mengundang sentimen2 tertentu yg malah bisa memperparah
kondisi kalau tidak hati2 dalam memandang suatu tulisan.
Untuk bung Suhendri, anggaplah ini sebagai niat positif
saya (yg kebetulan ada di AS) untuk melihat masalah
Ambon lebih jelas lagi dari dua sisi.
Dari sisi yg tampaknya Islam:
http://www.geocities.com/SoHo/Suite/8832/Riot/ambon-kronologi.html
Dari sisi yg tampaknya Kristen:
http://go.to/ambon
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu