Kebobrokan Habibie memang pemberian opsi referendum
tanpa konsultasi ke MPR. Ibaratnya seperti bila kita
punya manajer untuk mengurus jalannya rumah tangga kita,
dalam arti ngurusin makanan, penataan ruangan, lalu
tanpa permisi menjual salah satu kamar tanpa bilang-
bilang. Jadi manajer ini sudah melangkahi wewenang
yg diberikan.
Untuk pemberian ijin masuk tanpa syarat juga kesalahan
yg ditrigger oleh naiknya moral negara barat yg melihat
RI tidak berkutik dengan pemaksaan masuknya UN Troops.
Mestinya role RI harus lebih besar, yaitu tolak Aussie
atau perang dengan Aussie. Mereka akan mikir 100 kali
untuk berperang dengan 200 juta orang. AS juga akan
memikir ulang untuk membantu Aussie. Tidak cukup alasan
mereka untuk campur tangan hanya berdasarkan romantisme
sejarah bahwa Aussie selalu membackup AS di jaman PD-II
dan Vietnam (yg selalu didengung-dengungkan oleh Howard
Coward itu).
Untuk yang ketiga, bahwa MPR yg harus memutuskan, memang
sudah memenuhi prosedur. Memang yang tidak enak adalah
memulainya tanpa ijin kok mengakhirinya pakai ijin
segala. Di lain pihak memang perlu juga biar negara barat
kampungan itu perlu nungguin Jakarta dulu. Masalahnya
nahan gengsi dengan cara menahan keputusan, tetapi kita sudah
kehilangan gengsi gede banget, apa gunanya.
Aku saya sih kasih aja, lalu segera buat koridor yg kuat
sepanjang NTT dan Maluku Selatan. Kalau ada kapal Aussie
berani lewat tinggal ditenggelamin. Nggak usah pakai peringatan
segala kayak kata Kiki kemarin.
+anjas
>From: Igg Adiwijaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Habibie yang licik
>Date: Tue, 21 Sep 1999 02:17:14 -0400
>
>Ini kalo berita dibawah yang saya baca di Kompas bener,
>Habibie itu berengsek + licik banget.
>Dosanya bener-bener sejajar deh sama $oeharto.
>
>1. Dia yang ngusulin 2 opsi (terutama yang kedua) ke rakyat Timtim yang
> tujuan utamanya
> untuk mengalihkan perhatian rakyat+mahasiwa terhadap pengadilan
> akan kekayaan $oeharto + kekayaan dia sendiri.
> Ini dilakukan tanpa dengerin komentar/keberatan DPR+MPR saat itu.
>
>2. Eh .. menang deh rakyat Timtim. Walaupun kita udah malu banget di
> dunia luar, kita masih ada tawar-menawar untuk dikte negara mana
> aja yang boleh masuk Timtim. Rakyat+DPR+sebagian besar Parpol nggak
> mau negara tertentu (seperti Australia, Portugal, dll) masuk ke
> Timtim.
> Eh .... dia malah kirim si Ali ke NewYork, bilang siapa aja boleh
> masuk ke Timtim.
>
>3. Nah ... sekarang ke merdekaan Timtim mesti di declare secara
> formal dari Jakarta. Dia nggak mau ... malah ngasih permasalahannya
> ke MPR (seperti yang terbaca di Kompas). Dia mungkin pikir biar
> MPR deh yang gontok-gontokan sama orang Timtim + dunia.
> Habibie cuman mau ngakuin bahwa opsi pertama di tolak. Titik.
> Dia nggak ngakuin kalo opsi kedua adalah pilihan rakyat Timtim.
>
>Si Habibie miripnya sama Napoleon, cuman pendeknya aja.
>Bedanya? Napolean jayain France.
>Si Habibie ngerjain + ngerusakin Indonesia, kayak kutu dikepala.
>i can't beleive he is our president and he still wants to be the next
>president. *sigh* :(
>
>igg
>
>Artikel dari kompas:
>====================================================================
>Selasa, 21 September 1999, 12:12 WIB
> Habibie Tentang Masalah Timtim:
> Meski Ditetapkan MPR, Timtim Tidak Diakui
> Dunia Internasional
> Jakarta, Antara
> Presiden BJ Habibie dalam Sidang Paripurna DPR di
>Jakarta, Selasa
> (21/9) mengatakan pemerintah sama sekali tidak
>mempunyai
> kewenangan untuk melepaskan Provinsi Timor Timur.
> Kepada sedikitnya 310 anggota DPR yang menghadiri
>Sidang
> Paripurna itu, Presiden Habibie mengatakan yang
>bisa dilakukan
> pemerintah adalah melaporkan hasil Jajak Pendapat
>di Timtim
> tersebut kepada para anggota MPR, yang merupakan
>pemegang
> kedaulatan rakyat, bahwa mayoritas masyarakat
>Timtim menolak
> tawaran otonomi luas dengan status khusus.
> "Maka diharapkan Majelis Permusyawaratan Rakyat
>yang akan
> melakukan Sidang Umum nanti dapat menampung
>aspirasi rakyat
> Timor Timur tersebut sesuai dengan nilai-nilai
>yang terkandung di
> dalam konstitusi kita," demikian harapan Kepala
>Negara kepada para
> anggota MPR.
> Presiden mengatakan pula bahwa karena mayoritas
>penduduk
> Timtim menolak tawaran status otonomi dengan
>status khusus
> tersebut, maka hal itu harus dipandang sebagai
>kenyataan yang ada
> secara jernih.
> Kepala Negara mengemukakan pula bahwa karena
>tawaran otonomi
> itu ditolak maka bangsa Indonesia akan bisa
>memusatkan perhatian
> dan usahanya untuk memasuki Abad 21 tanpa
>gangguan
> internasional, karena selama lebih dari dua
>dasawarsa ini, Indonesia
> telah dipojokkan di dunia internasional.
> Ketika mengomentari pertanyaan anggota Dewan
>bahwa opsi kedua
> tidak sesuai dengan Tap MPR No VI/1978, Kepala
>Negara
> menjelaskan bahwa sekalipun penggabungan Timtim
>telah
> dikukuhkan oleh Tap MPR, ternyata hal itu tidak
>diakui dunia
> internasional.
> "Bahkan konstitusi Portugal masih tetap
>mencantumkan Timor Timur
> sebagai wilayahnya," kata Presiden.
> Dikemukakan pula bahwa sulit bagi Indonesia untuk
>terus bertahan
> terhadap tekanan internasional dengan alasan
>konvensional bahwa
> masuknya Timtim itu sudah dikukuhkan oleh MPR.
> " Sangat sulit bagi kita untuk tetap bertahan
>dengan alasan
> konvensional bahwa karena status Timor Timur
>sudah dikukuhkan
> oleh MPR maka kita bisa menolak semua tekanan
>internasional
> tanpa mengambil risiko dikucilkan dari pergaulan
>internasional," kata
> Presiden ketika menjelaskan latar belakang
>pemberian opsi tersebut.
> Pada kesempatan ini, ternyata Presiden kemudian
>juga berbicara di
> luar teks resminya terutama dengan akan
>berakhirnya masa bakti
> kabinet dan DPR.
> "Tinggal 37 hari lagi, Insya Allah Kabinet
>(Reformasi Pembangunan,
> red) akan demisioner. Sebagai pejuang saya tidak
>mau berpisah
> dengan Anda. Sampai berjumpa dimana saja," kata
>Presiden.
> Ketika meninggalkan ruang sidang, nampak Presiden
>bersalaman
> dengan sejumlah anggota DPR.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com