Kita hendaknya bisa belajar dari kejadian di Jerman, yaitu saat pecah
menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, yang dampaknya begitu luas terhadap
seluruh aspek kehidupan, khususnya jaringan silaturahmi rakyatnya.
Berapa banyak dari mereka tidak lagi kontak dengan orangtua sampai
saudara untuk sekian lama karena dipisahkan Tembok Berlin.
Bagi kaum melankolis akan sungguh menyakitkan kalau melihat pirsawan TV
tiba-tiba menangis histeris karena melihat familinya yang sudah lama tidak
bersua masuk dalam pemberitaan.
Mereka itu adalah korban "permainan" dari elit politik yang sedang
berkuasa saat itu, yang masing-masing didukung oleh pemenang Perang Dunia
II.
Memang sekarang sudah bersatu. Tetapi berapa besar biaya dan lama waktu
harus dipakai untuk merehabilitasinya. Tidak hanya pembangunan fisik, juga
etos kerja, wawasan pikiran, sampai kultur.
Belum lagi trauma akibat pemutusan silaturahmi. Sampai detik ini masih
ada warga eks Jerman Barat minta kepastian tentang keberadaan keluarganya di
eks Jerman Timur melalui instansi pemerintah.
Salam,
Nasrullah Idris