Rekan yth.,

Dengan terpilihnya Amien Rais (AR) sebagai ketua MPR, bagaimanapun ini
menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain-main dengan politik. Lihat saja,
dengan hanya bermodalkan suara yang dipunyai PAN saja dia masih bisa
memperoleh dukungan jauh lebih banyak suara dari luar partainya. Dan
sekarang Golkar merasa si AR hutang budi dan tentu akan membalas budi
nantinya.

Dugaan saya, pada saatnya nanti Golkar akan merasa kecewa kepada AR,
karena, lagi-lagi didukung oleh kepiawaiannya dalam berpolitik, AR akan
hanya 'sedikit' mendukung Golkar dalam pemilihan ketua DPR, yang
kelihatannya tidak akan dimenangkan oleh Golkar. Si AR sendiri juga nggak
suka kalau ketua DPR diberikan ke Golkar (asumsi saya lho....).

Lalu, sudah barang tentu koalisi Golkar dan poros tengah akan berantakan
setelah gagalnya Golkar di posisi puncak DPR, dan ini yang memang
diharapkan oleh AR. Karena, pada pemilihan presiden nantinya, si AR tidak
perlu lagi merasa hutang budi kepada Golkar untuk mengegolkan Habibie yang
tidak disukainya.

Itulah politisi.
Sementara itu, Faisal Basri, sekjennya di PAN, masih terlalu lugu dan polos
dengan permainan politik tingkat tinggi si AR ini. Namun, dalam suatu
organisasi, manusia seperti Faisal Basri ini sangat diperlukan untuk
penyeimbang.

Salam,
Budi

Kirim email ke