Contoh preman. Bisanya mengancam saja. Tidak bisa berpolitik malah menyalahkan orang lain. Soe. =========================================================================== Mega Kalah, Rakyat Bicara Roy:Politik Dagang Sapi Ada di MPR Reporter: Irna Gustia W detikcom, Jakarta- Roy BB Janis dari PDI Perjuangan menyatakan bahwa politik dagang sapi telah dipraktekkan dalam SU MPR. �Di lembaga ini kita berbicara masalah prinsip. Tapi yang terjadi dalam pemilihan Ketua MPR kemarin adalah seperti politik dagang sapi,� kritik Roy, Selasa (5/10/1999). Politik dagang sapi itu terlihat dengan adanya saling minta bagian antarkelompok. �Mereka saling meminta bagian, bagi-bagi kue,� tandas Roy yang juga Ketua DPD I PDI P Jakarta ini di Gedung MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta. �PDI P tidak mau berlaku seperti politik dagang sapi. Dalam artian menaikkan seseorang, tapi mengorbankan yang lain,� sambung Roy. Roy membantah bahwa kekalahan PDI P selama ini karena kurang mahir bermain lobi.� PDI P memang tidak gembar-gembor seperti partai lain. Tapi bukan berarti PDI P kaku. Karena yang dipermasalahkan sekarang adalah masalah prinsip, jadi kelahatan dari luar, seolah-olah PDI P kaku, padahal mempertahankan prinsip,� kata Roy. Sementara itu, anggota PDI P lain, Yulius Usman, menyatakan bahwa partainya tetap mengincar kursi presiden. �Yang penting yang harus jadi presiden adalah dari PDI Perjuangan. Itu harus,� tegas Yulius. Bagaimana kalau kalah? �Rakyat akan bicara,� jawab Yulius mengancam. Calon pimpinan DPR dari PDI P sendiri adalah Soetardjo Soerjogoeritno. �Kami tak peduli siapa yang akan menang nanti. Tidak peduli apa didukung partai lain atau tidak, yang penting sudah melakukan lobi ke sumua partai, kalau menang sukur kalau tidak, ya sudah,� kata Yulius yang mantan Sekjen PUDI ini. Sedang Sutjipto mengaku tidak ada target untuk merebut jabatan kursi Ketua DPR. �Kami hanya mentargetkan wakil ketua DPR saja,� kata Sutjipto.
