Kemenangan Akbar Tanjung dengan telak, dan perolehan Khififah yg cuman dapat
13 suara, serta Sutarjo yang cuman 54 suara menunjukkan ada sesuatu yang
salah. Jelas terlihat bukan saja PDIP melepas, tetapi malah sebagian lompat
pagar. Demikian pula dengan PKB.

Dengan demikian, politik dagang sapi yang diributkan orang adalah 5000%
benar. Malahan ada dagang kuda, monyet, kambing, dlsb.

Bila kemarin kita ribut bahwa terjadi politik dagang sapi antar partai,
misal poros tengah dengan golkar, atau PKB dengan PDIP, maka yang sedang
berlangsung di SU MPR sekarang ini adalah keseluruhan partai yang terwakili
beserta TNI beserta utusan daerah & golongan melakukan konspirasi. Poros
tengah dapat MPR, Golkar dapat DPR, dan PDIP+PKB dapat Presiden (plus
wapres). Malahan mungkin wapresnya dikasihin ke TNI.

Dengan demikian, bukan hanya bagi-bagi posisi menteri, tetapi bagi-bagi
posisi lembaga tinggi dan menteri. Apakah bagus? Secara jangka pendek,
dagang kebon binatang seperti ini mengesankan sifat adil dan bijaksana.
Dalam jangka panjang artinya kita masih harus mundur lagi. Yang saya maksud
dengan "kompromi" kemarin tidaklah seluas ini. Kalau yg ini sih namanya
kebangetan. Artinya, sinyalemen saya bahwa orang Indonesia punya pepatah
"DARIPADA RIBUT/TENGKAR SAMA_SAMA RUGI, MENDING ATUR_ATUR SAJA MALAHAN
SAMA_SAMA UNTUNG".

Sementara itu ribut-ribut Aberson yang mengancam PDIP akan walk-out menurut
saya hanyalah sandiwara sinetron agar terlihat bahwa PDIP melakukan lobi
dengan mati-matian, sekaligus sedikit mengancam. Sayangnya sinetronnya
kebangetan banget. Masak kalau Megawati nggak jadi presiden pemilu mesti
diulang? Lha kalau jadi presiden pemilu nggak jadi diulang. Kalau benar ini
sandiwara, maka sandiwaranya picisan. Tapi kalau benar Aberson ngomong
dengan serius, wah kebangetan. Kelakuan kok kayak anak kecil. Gimana kalau
dalam pemilu Megawati kalah? Apa mau minta pemilu diulang lagi?

+Jeffrey Anjasmara

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke