Maaf juga, saya nggak punya akses ke sana. Kalau ada lampiran gambarnya bisa
dikirim? Saya nggak begitu banyak tahu soal senjata.
Efron
-----Original Message-----
From: Jeffrey Anjasmara [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, 05 October, 1999 20:37 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Inikah senjata SS-1?
Maaf, anda betul. Senapan FNC baru selesai dikembangkan tahun 1976.
Sayangnya hanya Indonesia dan Swedia saja yang menggunakan senapan ini
sebagai standar. Salah satu homepage yg mengomentari banyak senjata
menyatakan bahwa FNC:
- relatif terlalu berat untuk ukuran senapan modern.
- picu terlalu berat sehingga si pengkritik harus menembak paling
sedikit 6 peluru sekali picu (untuk pilihan full auto).
- penempatan selector lever tidak bagus, sehingga tentara harus
menggunakan dua tangan untuk memilih mode yg diinginkan.
- panjang total 38.9 inch (berapa ya... 1 meter kurang dikit).
- kalau dilipat 29.9 inch (75 cm).
- harganya sama dengan M16.
Jadi menurut saya sih masih panjang juga (bila dibandingkan dg yg lain misal
dg Steyr AUG atau SG-551). Ya kalau dibandingkan dg M16 doang sih bisa bener
juga. Kenyataan bahwa hanya 2 negara yg memakainya (padahal ukuran peluru
sudah disamakan dengan stndard NATO 5.56mm dan magazin M16 juga bisa
dipakai), menunjukkan ada sesuatu di sini.
Masalah daya jangkau sih katanya sesuai kebutuhan. Pelajaran yg ditarik
Jerman mengatakan perang yg efektif baru ada setelah jarak 500 meter,
makanya mereka menurunkan standar jangkauan yg tadinya mencapai 2000 meter.
Oya, AS juga menggunakan M4 yg bentuknya merupakan miniatur dari M16 versi
A2 (yg tahan lumpur juga). Ngomong-ngomong sudah tengok senjata yg dipakai
Mahidi kemarin belum? Soalnya sampai sekarang saya belum nemu.
Kalau mau nengok-nengok homepage spec. lengkap senjata ada di:
www.remtek.com/arms (selain kalashnikov)
www.kalashnikov.com.ru (untuk AK)
Lumayan daripada ngramal SU-MPR nggak bener semua, mending jadi ahli senjata
kesiangan. Hehehe....;)
+Jeffrey Anjasmara
----------------------------
>From: "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Inikah senjata SS-1?
>Date: Tue, 5 Oct 1999 13:23:24 +0700
>
>SS-1 belumlah dikatakan kuno. Justru M-16 yang sekarang kelihatan kuno dan
>rumit membawanya untuk seorang TNI karena kepanjangan. Saya ingat
>pengalaman
>Pasukan Garuda XIII di Kamboja yang menggunakan SS-1. Banyak pasukan asing
>yang menimang-nimang senjata itu sambil ngiler (menurut cerita orang dalam
>TNI). SS-1 mudah ditenteng dan dicangklongkan serta jarak tembak efektifnya
>bisa mencapai 500 yards (koreksi saya jika salah).
>
>Efron
>
>-----Original Message-----
>From: Jeffrey Anjasmara [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Tuesday, 05 October, 1999 9:04 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Inikah senjata SS-1?
>
>Bila memang betul bahwa SS-1 merupakan turunan FNC Belgia, berarti anggota
>Mahidi ini memegang senapan yg lebih modern dari TNI. Saya sudah cek, tidak
>ada kemiripan dengan FNC kok. Yang paling mirip adalah senapan HK G3 milik
>Jerman, dan juga merupakan standar NATO. Sayang moncongnya tidak kelihatan.
>(FNC kan sudah kuno betul?)
>
>Tambahan lagi, SA-80 milik Inggris (di sana disebut L85 A1), dibilang
>senapan terburuk. Entah kenapa Aussie pilih SA-80, padahal dulu waktu jaman
>Vietnam mereka membuat sendiri M16-nya. Ini kata produsen AS sih.
>
>Untuk Steyr, tipe SSP (green gun) memang merupakan senapan sniper
>(terbaik),
>tetapi mereka punya senapan serbu yg bagus juga (seri AUG atau ATR). Kalau
>Pindad mau, mereka saat ini punya Steyr ATR yang belum laku terjual karena
>ditolak AS (untuk ngegantiin M16 A2). Kali aja mau ngasih lisensi dengan
>harga murah.
>
>Yak, sekarang posisi terbalik. Dulu Falintil yg di gunung, sekarang PPTT
>yang akan nginep di gunung. Dulu Falintil disuplai senapan oleh Aussie,
>sekarang biar PPTT beli senjata sendiri. Nyatanya mereka bisa dapat senapan
>NATO kok. Bukannya saya ingin mereka terus berperang. Tetapi melihat
>kenyataan bahwa Aussie memandang masalah Timtim adalah masalah rakyat
>Timtim
>vs. milisi, maka orang PPTT itu sendiri yg harus mengumumkan eksistensi
>mereka, shg orang barat dapat memperbaiki persepsi mereka. Falintil telah
>menolak untuk menyerahkan senjata dan Aussie tidak sanggup melucuti
>persenjataan. Herannya mereka sanggup melucuti persenjataan milisi dengan
>cara kekerasan. Dengan demikian, berilah PPTT modal untuk melakukan
>tawar-menawar. Bila tidak, mereka tidak akan punya tanah untuk hidup.
>
>
>'----------------------------
> >From: "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Re: Inikah senjata SS-1?
> >Date: Tue, 5 Oct 1999 07:24:02 +0700
> >
> >SS-1 itu singkatan "senapan serbu" tipe 1. Yang tipe 2 lebih pendek.
> >Keduanya bisa dilipat popornya. Senapan ini aslinya bernama FNC buatan
> >Belgia. Lalu Pindad mendapat lisensi memproduksinya sehingga dinamai SS-1
> >dan SS-2 untuk menggantikan M-16 yang menurut ahli TNI senjata M-16
>terlalu
> >panjang. Jadi tidak efektif dalam penyerbuan.
> >
> >Kelebihan SS adalah tahan banting sekalipun sudah terendam lumpur
>ketimbang
> >M-16. Senapan itu pertama kali digunakan oleh Kopassandha (sekarang
> >Kopassus). Kalo Steyr sebenarnya tak efektif digunakan untuk perang
>seperti
> >yang digunakan oleh para Aussie di Timtim. Senapan ini cocok untuk sniper
> >jarak menengah atau pasukan khusus kayak film "Soldier of Fortune Inc.".
> >Gitu aja yang saya tahu.
> >
> >Efron
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com