Setelah kecewa dengan politik dagang kebon binatang yaitu sapi, kuda,
monyet, dll oleh semua parpol, TNI, dan Utusan Golongan, ternyata saya makin
dikecewakan dengan sinetron picisan dari Aberson Silholaklholok dan
Megawati. Anggota PKB dan PDIP yang melompat pagar dan memilih Akbar
benar-benar melakonkan sandiwara yang hanya penghuni kebon binatang yang
tidak tahu arah dan jalan ceritanya.
Makanya daripada sakit hati melihat lomba sinetron tsb, mending saya
membawakan cerita kebohongan Komisi tinggi HAM milik PBB itu. Ternyata Mary
Robinson dan PBB pada umumnya sedang ingin suatu prestasi bagi karir mereka.
Tak kurang Kopi Anak sebagai sekjen PBB juga cuman mencari rapot bagus bagi
PBB di bawah kepemimpinannya. Setelah gagal di Afrika, gagal di Eropa,
sekarang mereka ingin mengerjai salah satu negara Asia. Apakah ada sentimen
etnis, atau tepatnya ras? Oh yes, of course. Ras putih boleh men-judge ras
manapun dengan seenak-enaknya dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Jepang mengakui bahwa mereka dipaksa untuk mengubah pendirian mereka yang
"Abstain" thd agenda khusus masalah Timtim, menjadi "Ya / mendukung."
Dikawatirkan masuknya suara Rwanda di menit-menit terakhir yg mendukung
adanya sidang khusus sebetulnya malah tidak ada sama sekali. Tidak ada bukti
sih. Lagipula aturan PBB menghendaki voting seperti ini harusnya dilakukan
dengan surat, bukan sekedar per telepon.
Silakan baca selengkapnya di www.waspada.com
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com