Di bawah ini saya sampaikan berita dari Jawapos.
Rupanya Megawati tidak mampu mengambil hati para kiai,
atau memang karena sudah dikitari dengan kuat oleh segolongan
pihak-lah yg membuat para kiai akan menangis. Yang agak
merepotkan adalah Megawati tidak akan mau kalah dalam menangis.
Bila kiai menangis karena lingkaran kecil Megawati, maka
sebagai master of "tangisan politik", Megawati perlu untuk
menangis lebih keras lagi, sedemikian sehingga pers akan
tertarik untuk memberitakannya.
Jeffrey Anjasmara
'----------------------
Mega Terpilih, Banyak Kiai Menangis
Ulama Basra Road Show ke Amerika Serikat
Washington, JP.-
Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam Bangkalan,
Madura, Drs H M. Nuruddin A. Rachman SH beberapa hari
terakhir berada di Amerika Serikat memenuhi undangan
organisasi masyarakat Islam.
Kiai yang dikenal sebagai tokoh Basra itu memanfaatkan
waktunya untuk melakukan road show dengan menemui
berbagai kalangan, mulai kelompok Islam, organisasi hak
asasi manusia, hingga organisasi Yahudi.
Dalam pengajian Tafhim Alquran yang diselenggarakan
Asosiasi Muslim Indonesia di AS (IMAAMIndonesian Muslim
Association in the United States) di Falls Church,
Washington
Area, Sabtu petang setempat atau Minggu pagi WIB,
Nuruddin
juga mengungkapkan pandangannya mengenai perkembangan
politik terkini, termasuk pencalonan Abdurrahman Wahid
oleh
kelompok poros tengah.
Wartawan Jawa Pos di Washington DC Ramadhan Pohan
melaporkan tadi malam, sikap Gus Dur yang menerima
pencalonan itu didasarkan pada ajaran Islam bahwa hal
yang
terbaik itu adalah yang di tengah-tengah (hair alumuri
awsatuha).
Nuruddin yang mengikuti International Visitor Program
yang
diselenggarakan Kemlu AS mengungkapkan, pilihan yang
tengah itu sangat disukai agama. Sebaik-baiknya
perkara,
yang paling tengahlah yang terbaik.
Pernyataan tersebut dipaparkannya menjawab pertanyaan
peserta siapa yang paling tepat memenangi presiden ke-4
RI
mendatang dan didukung umat Islam Indonesia saat ini.
Dikatakan, yang tengah atau ausatuha itu aman di
mana-mana. Jadi, siapa pun yang menjadi capres dari
poros
tengah, kata dia, layak didukung. Tengah itu juga KKO,
kanan
kiri oke, timpalnya, lantas disambut ger sekitar 40
peserta
pengajian yang juga beberapa muslim Amerika.
KH Nuruddin menyebutkan, dirinya bukanlah pendukung
poros
tengah. Pasalnya, jelas dia, yang memilih dan harus
menentukan siapa yang menjadi presiden ke-4 RI itu
semata-mata para anggota MPR. KH Nuruddin menyatakan
bahwa dirinya hanya menyampaikan penilaian dan
pengamatan pribadi saja. Karena itu, dia meminta maaf
apabila pernyaataannya tidak mengenakkan hati para
pendukung PDI-P yang mencalonkan Megawati.
Menurut dia, pencapresan Gus Dur saat ini cukup ideal.
Pasalnya, kedua capres lain, B.J. Habibie dan Megawati,
mempunyai penentangan yang kuat. Jika B.J. Habibie yang
naik, hampir pasti para mahasiswa dan pendukung fanatik
PDI-P Megawati bakal marah.
Soal duet B.J. Habibie-Wiranto untuk capres dan
cawapres,
dia menyitir kekhawatiran banyak pihak, Indonesia bakal
menjadi lebih parah.
Nuruddin juga menyebutkan kekhawatiran para kiai
apabila
Megawati yang menjadi orang nomor satu RI. Menurut dia,
jika
Megawati nanti yang terpilih, para kiai bakal sedih dan
menangis. Kalau Megawati, banyak ulama yang menangis.
Maaf, ya, banyak kiai yang menangis, paparnya.
Nuruddin mengakui, dirinya dan para kiai sama sekali
tidak
mempermasalahkan Megawati Soekarnoputri pribadi.
Menurut
dia, persoalannya bukan karena Megawati, tetapi
orang-orang
yang mengitari Megawati.
Nuruddin mengangkat kembali isu lama mengenai
kecurigaan
para aktivis Islam terhadap kekuatan kalangan nonmuslim
di
belakang Megawati. Kendati selama ini belum ada bukti
bahwa Mega disetir, kecurigaan tersebut menguat terus.
Inilah
yang menjadi ganjalan jika Megawati yang menjadi
presiden
ke-4 RI mendatang. Jadi, persoalan itu bukan
Megawati-nya,
tetapi orang-orang yang di belakangnya itulah, timpal
KH
Nuruddin, sembari mengutip sejumlah nama petinggi
partai
banteng berbibir putih itu.
Lantas, bagaimana dengan Gus Dur? KH Nuruddin mengakui,
memang ada yang mengatakan bahwa fisik Gus Dur tidak
mendukung. Tetapi dilihat dari kiprah Gus Dur dan
ketokohannya, cucu pendiri NU Hasyim Asyari ini
benar-benar
memadai untuk kondisi Indonesia saat sekarang.
Kenapa? Hati nurani cocok. Didukung oleh tokoh muslim
seperti Amien Rais, Yusril Izha Mahendra, Nur Mahmudi
Ismail,
dan lain-lain. Kekuatan Islam yang mewarnainya sangat
beragam, jelas KH Nuruddin.
Bagaimana jika Gus Dur mundur dalam pencapresan
mendatang? KH Nuruddin menepis kekhawatiran tersebut.
Gus Dur tetap calon. Para kiai juga berpikir begitu
kok,
jelasnya lagi, mengindikasikan pencapresan Gus Dur
bakal
mengelinding terus.
Dalam ceramahnya di depan peserta pengajian masyarakan
muslim di Washington, KH Nuruddin sempat menceritakan
pengalamannya bertemu dengan para pejabat dan tokoh LSM
AS.
Tetapi, Washington mendukung Megawati. Kata mereka,
kayak-nya jika Megawati yang menjadi presiden,
Indonesia
menjadi aman, ujarnya, separo masygul.
Selama di AS, Nuruddin sudah bertemu dengan para tokoh
dan pejabat Kemlu AS, Kementerian Pendidikan AS, Human
Right Watch, CSIS, Religious Action Center di Union of
American Hebrew Congregations, dan lain-lain. **
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com