In a message dated 10/11/99 2:16:43 PM !!!First Boot!!!,
[EMAIL PROTECTED] writes:

<< Sinyalemen "Sukarno doyan wanita, Suharto takut wanita, dan Habibie kayak
 wanita" sangat ramai di milis-milis tempo hari. Sekarang terbukti bahwa
 memang Habibie tidak mempunyai kapasitas sebagai pemimpin. Sikap tegas bukan
 merupakan ciri dari kepemimpinan BJH ini. Tugas kepresidenan di masa
 mendatang mengharuskan sikap yang tidak ambivalen, cepat bertindak, dan
 berkemampuan cukup. Berbagai issue masalah Timtim, Aceh, dan Ambon tidak
 sanggup ditanggapi oleh Habibie dengan baik. Terbukti mempunyai kemampuan di
 bidang teknologi bukan berarti mempunyai kemampuan di bidang politik dan
 leadership.

 Kesanggupan presiden perempuan pertama RI ini hanyalah pemberian opsi ke-2
 yang kontroversial. Integritas Habibie patut dipertanyakan. Bagaimana
 mungkin tanpa bertanya ke MPR sanggup mengeluarkan opsi ke-2, tetapi saat
 ini tidak sanggup bereaksi menunjukkan impotensi kepemimpinan untuk
 menghadapi tekanan dari luar negeri.

 Dengan berbagai tantangan di masa mendatang seperti kemungkinan tuntutan
 referendum dari GAM yang tiap hari sudah membunuhi tentara dan pegawai
 negeri yg ngotot masuk kerja, kejadian Ambon yg tidak berkesudahan, dan
 infiltrasi LN di Irja, maka saya menempatkan pilihan presiden RI ke-4 jangan
 sampai dipegang wanita. Jangan Habibie yang berkelakuan wanita, dan jangan
 pula Megawati yang wanita tulen yang tak segan mengobral air mata politik.

 Dalam hal ketegasan, Dus Durpun belum teruji. Sampai saat ini ketiga calon
 presiden juga tidak memberi komentar sepatah katapun tentang kasus Timtim.
 Megawati saat ini sibuk menghapal pidato visi kepresidenan, dengan tutor
 Kwik Gian Gie dan Sabam Sirait. Gus Dur sedang sibuk sujud untuk memikirkan
 apakah mau terus atau mau membuat Megawati menjadi presiden. Sementara itu
 Habibie sibuk manikur untuk mempermanis kuku-kukunya di salah satu salon di
 bilangan Blok M, ditemani oleh Wiranto yang mencari cara bagaimana memasang
 sanggul di rambutnya yg pendek itu. Juga Kapuspen Sudrajat mendadak kena
 penyakit bisu dan harus berlatih vokal dg bimbingan kelompok Elfas.

 Mestinya memang Amien Rais yang pantas jadi presiden. Sayang sungguh sayang.

 Jeffrey Anjasmara
  >>
Ada satu figur pemimpin yang mantap, namanya Jose Alexandre Gusmao, sering
dipanggil  "Xanana" alias Kay Ralla. Setiap mengingat nama ini, saya selalu
terbayang  Che Guevara-- gerilyawan legendaris Argentina sekaligus mitra
Fidel Castro memerintah Havana, yang wafat misterius di Bolivia.

Tapi, gimana dong, sekarang Xanana sudah bukan orang Indonesia lagi. Sayang
sungguh sayang.

salam,
ramadhan pohan
(penyimak pinggiran)

Kirim email ke