Yang ngasih komentar bukan saya lho, tapi pengamat
politik dari Fisipol UGM....:)
Baca langsung deh di:
http://www.detik.com/berita/199910/19991009-1754.htm

Kalau saya khan kemarin2 ini ngasih opini bahwa kalau
MPR ngga bisa secara aklamasi mengangkat presiden
dari capres pemenang pemilu, ya kemungkinan akan
ada rakyat yg jadi ngga percaya lagi sama pemilu karena
merasa suara mereka bukan suara final. Kasihan ya rakyat,
udah pada pemilu kemarin semangat banget ikut nyoblos,
rela ngantri panjang2 eh suara mereka ternyata bukan suara final.
Ini yg kasihan rakyatnya atau yg kurang ajar para elit
politiknya ya?...:)

Bahkan, kalau pun mau pemilu 2004 akan memilih presiden
secara langsung oleh rakyat, tetap saja saya perkirakan mereka
sulit lagi percaya selama masih anggapan bahwa pemenang
pemilu dibawah 50% tidak mewakili rakyat. Coba pikir, siapa
yg bisa menjamin pemilu 2004 nanti capres pemenang pemilu-nya
bisa mendapat suara lebih dari 50%. Dapet 35% saja itu sebenarnya
sudah luar biasa bila dilihat dari banyaknya yg ikut.
Pemilihan presiden ketiga di AS yg diikuti hanya lebih dari 9 kandidat
saja, pemenangnya (John Adams) hanya mendapatkan suara 25.7%.

Kembali ke ucapan Riswanda, tampak dari nada suaranya
(kaya gue dengerin aja suaranya..hehehe) dia ingin menekankan
jangan sampai partai/kelompok yg dapat suara lebih kecil
malah yg pegang komando.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke