Diambil dari Tempo, ini adalah sikap awal yang cukup menyejukkan. Mari kita
tunggu sikap serupa dari para pejabat tinggi lainnya. Sikap semacam ini
dapat juga digunakan untuk memberi pelajaran buat para anggota DPRD suatu
kabupaten yang protes karena mendapat mobil dinas bekas dipakai anggota DPRD
periode sebelumnya.

Sikap risi ini memang kurang baik, mestinya Amien langsung pakai saja mobil
Volvo tersebut daripada pinjam. Pinjam-meminjam adalah halal dan sah, tapi
kalau sampai mobil yg disediakan dianggurin kan sayang. Okaylah mungkin
Amien bisa nunggu 1-2 bulan. Bisa juga Amien memberi contoh dengan meminta
mobil yg murah saja. Bukan tanpa resiko sih. Pasti akan banyak anggota MPR
yg bersungut-sungut karena berarti mobil mereka lebih murah lagi kelasnya.
Apalagi kalau ibu-ibu, huuu ribut deh bawaannya...hehehe sorry....:)


Jeffrey Anjasmara


----------------------------------
Mobil Pinjaman
Amien Rais


Menjadi Ketua MPR ternyata tidak membuat Amien Rais, 55 tahun, serta-merta
naik mobil Volvo. Hingga pekan lalu, Ketua Umum PAN itu
masih saja mondar-mandir dengan mobil pinjaman. Adalah H.M. Subali,
pengusaha rotan asal Tegalwangi, Cirebon-juga aktif di Muhammadiyah yang
meminjami mobil VW Caravelle hijau bernomor polisi E 63 HM itu. Dengan mobil
buatan Jerman yang bisa muat delapan penumpang berikut sopir itu, Amien Rais
bisa sedikit nyaman di tengah lalu lintas Jakarta yang macet dan padat.
Mobil 2.500 cc yang pertama kali masuk ke Indonesia saat Konferensi APEC
Bogor ini tergolong mewah. Tak mengherankan, Amien senang dengan kendaraan
ini. Sebelum mendapat mobil pinjaman, Amien biasa menumpang mobil Kijang
milik stafnya di Muhammadiyah. Jika sepanjang 1998, ketika suasana politik
sedang tegang, Amien kerap melaju di atas mobil mewah, misalnya Cherokee,
itu lagi-lagi barang pinjaman. Rupanya, memang banyak yang menawari mobil
untuk tumpangan Pak Amien.

Itu karena dalam urusan mobil, Amien tidak terlalu "reformis". Sampai
sekarang, mobil pribadinya di Yogya adalah Daihatsu Charade keluaran
tahun 1995 dan Suzuki Carry tahun 1994. Kendaraan lain yang melengkapi
kekayaannya adalah sebuah motor Honda 1994.

Sebetulnya, setelah menjadi Ketua MPR, Amien otomatis bisa bernyaman-ria
dalam sebuah mobil Eropa yang masih ting-ting, yaitu Volvo Executive S-90,
lengkap dengan seorang sopir dinas. Inilah jenis mobil yang dipakai para
menteri Kabinet Reformasi Pembangunan dan para pemimpin MPR/DPR 1997-1999
yang lalu.

Namun, kenapa Volvo belum tiba? Amien mengatakan, ia belum sempat
memikirkan kendaraan dinas. "Sementara ini, konsentrasi saya hanya
kepada Sidang Umum MPR," ujarnya kepada TEMPO. Tapi rupanya bukan ini
semata yang menjadi alasan. Agaknya, dosen Fisipol UGM ini masih risi
naik mobil mewah buatan Swedia itu. "Nanti menyinggung yang lain,"
ujarnya setengah berbisik tentang alasan kenapa mobil itu belum diambil.
"Lagipula, sekarang ini saya masih merasa cukup dengan mobil pinjaman dari
teman saya," tambahnya.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke