Betapa arogannya anda sebagai manusia 'normal'. Seolah anda tidak pernah
tahu dan tidak mau tahu, betapa pahit, sedih, dan rendah dirinya menjadi
orang 'cacat'. Apakah mereka yang 'cacat' harus berbeda hak hidupnya
dibanding dengan yang 'normal'? Terima dan pasrah saja kalau menjadi bahan
cemoohan dan guyonan?
Kalau memang anda seorang yang terpelajar, cobalah menggunakan pola pikir
dua sisi sebelum melakukan sesuatu. Anda telah berpikir dari sisi anda
tentang guyonan Bagito tsb. Sekarang, cobalah anda berpikir dari sisi
seberangnya, yaitu dari sisi sebagai si 'cacat' yang dijadikan bahan
lawakan tersebut. Apa yang kira-kira anda rasakan di sisi ini?
Mudah-mudahan anda masih punya nurani.

Apalagi memanfaatkan cacat orang lain sebagai cara untuk nyari duit. Apa
benar yang melakukan ini manusia bermoral?

Komedi di AS yang saya lihat tidak pernah menyinggung cacat fisik atau
mental seseorang. Kalau kejelekan sifat orang memang ia, selalu jadi bahan
lawakan.

Salam,
Budi

At 01:53 PM 10/25/99 -0700, you wrote:
>Jangan terlalu "up-tight"lah jadi orang, loosen up a bit!!!!. Kalau BAGITO
>melakukan hal yang seperti itu bukan untuk "for the sake of Jokes" itu baru
>keterlaluan, tapi kalau buat becanda??? apa sih salahnya...
>Amerika memang banyak considerationnya untuk orang cacat, tetapi kalau yang
>namanya jokes tetap aja jokes!!!. Bob Dole yang cacat tangan kanannya juga
>sering di katain, atau yang lain2, tapi ketawa aja tuh, terus khan cuma
disitu
>aja, habis pertunjukan selesai, yah udah, jokes yang agak "tasteless" tsb
>ditinggal juga.
>Simple2 aja jadi orang... jangan terlalu up-tight, MANUSIAWI-nya sesorang
saya
>kira, engga' bisa di nilai dari jokes yang dia lempar.
>Loe anak LA khan? pergi lah ke Comedy Club sekali2... Liat gimana "sadis"nya
>comedian2 itu "nyela" orang, pertama kali sih "panas" yah, tapi lama2 lucu
>deh...:)).
>
>ichal
>

Kirim email ke