Penilaian sebenarnya terhadap kepemimpinan BJ Habibie justru akan
terjadi setelah beliau meninggal dunia.
Pada saat itu penilaian akan sungguh objektif. Tidak lagi
dilatarbelakangi oleh sentimen, politis, agama, atau etnis.
Dengan objektif pula, mereka akan membandingkannya dengan para pemimpin
nasional lainnya. Misalkan dari aspek perintisan demokrasi sampai penegakkan
HAM di Indonesia.
Dengan objektif pula, mereka akan mengukur, apakah ia termasuk Orde
Baru atau Orde Reformasi?
Salam,
Nasrullah Idris