> >From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>

> >Hehehe..
> >seputar benar tidaknya berita ini, sebaiknya diambil saja hikmahnya.
> >selalu ada kok yang namanya orang kayak gini kelakuannya. tidak orang indo
> >aja. hampir seluruh manusia di dunia.

Memang benar perlakuan tersebut adalah manusiawi, bisa terjdi dimana saja,
kapan saja, dan oleh siapa saja, kayak coca cola. Tapi mbok yao....namanya
sesama saudara setanah air yang sama sama jauh dirantau jangan dijadiin
korban. korbannya orang lain kek.

Tapi memang problemnya kalau sebangsa dirantau biasanya sama sama merasa
senasib, dan percaya, jadinya gampang dibodohi.Kalau mengkhianatinya masalah
duit sih, masih nggak seberapa, krna masih bisa dicari.

ada juga tuh kalau di Kanada malah lebih serem,namanya Eva Tomaszek (gue dosa
nggak ya cantumin nama??????he..he...)anaknya orang kaya, sudah kawin sama
bule Kanada.Dia itu tega teganya mengkhianati temennya sendiri, yang notabene
dianggap saudara( saudara setanah air).Eva tidur sama suami temennya tersebut,
kacau nggak. 

Dan yang lebih gawat, si Eva ini nglaporin kepolisi kalau si temenya tersebut
melakukan harasment, dan diancam deportasi jika datang ke tempat Eva
lagi.padahal sitemennya tersebut cuma mau konfirmasi bener nggak dia tidur
sama suaminya. Datangnyapun baik baik, memberi informasi ke suami Eva bahwa si
Eva tersebut main serong sama suaminya. Temen gue ini orangnya sabar,
disakitin kayak gitu juga tetep ngomong serta nanyanya dengan lemah lembut, 
nggak ngamuk ngamuk kayak banteng ketaton. 

Tapi namanya si Eva ini memang biangnya, meskipun tokh bukti konkrit, dan
suami si temen ini mengakui, si gila Eva ini tetap ngingkarin katanya suami
temennya tersebut gila. dunia..dunia........

Saya sendiri dimintai pendapat gimana cara penyelesaiannya, tidak bisa apa
apa, kecuali menasehatkan bersabar. Inginnya sih bantuin  ngusut si Eva ini
sampai ke pengadilan, sayangnya saya sekarang ini ada di US, dan tidak tahu
banyak hukum Kanada. 

Contoh contoh seperti inilah yang seharusnya nggak terjadi dikalangan sebangsa
setanah air yang sama sama berada di tempat asing. Ini yang menybabkn bangsa
Indonesia nggak pernah mempunyai akar yang kuat dinegara lain, rasa saling
memiliki dan persaudaraannya tidak ada.

Oh ya masalah kasus di atas saya sengaja mencantumkan nama yang bersangkutan
saya tulis langsung, karena memang bukti sudah sangat kuat menunjuk kelakuan
Eva. Sebagai orang hukum saya tidak akan berani gegabah menulis nama tanpa
bukti atau saksi kuat. Selain itu saya berharap, orang yang kenal Eva, atau
adiknya, yang kata Eva sekolah di US, kalau dia baca posting ini,  tahu lakuan
kakaknya. 

Saya sendiri sedang membantu temen(si korban) untuk memberi pelajaran si Eva
ini, baik melalui hukum maupun sanksi sosial.Kaishan dia dalam posisi sulit,
karena sudah diperingati oleh pihak kepolisian untuk tidak mengusut lebih
lanjut, karena jika temen gue tsb datang ke tempat Eva, dia bakalan di ciduk.
Dan polisinya bilang tidak ada hukum yang bisa menjebloskan Eva ke penjara.
Nah..lo.  

Kalau ada rekan yang ide gimana cara memberi pelajaran kepada si Eva, ditunggu
deh.

> >pesannya: hati2 dan jangan terlalu percaya dengan siapapun.

setuju.

yuni

____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke