Mirza Raditya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> wake up and smell the coffee deh.....
> biar tinggal diluar negri kek...jauh dr sanak saudara kek..ortu kek...kalo
> emang hatinya busuk/jahat....mau saudara or org lain...yach ngga pengaruh
> lha....itu mah sifat jelek manusia...bukannya suatu bangsa aja...
Iya deh.............
> baca paragraph ini gue rada 'bingung' banyak hal yg ganjil....
> dulu gue pernah belajar basic hukum ttg canadian law..well..kalo emang
> niatan temennya yuni dtg utk 'baik2' alias misi perdamaian... ngga mungkin
> si eva itu bakalan telfon polisi dan polisi menjatuhkan peraturan spt
> diatas....krn....polisi or hukum di Canada ngga akan spt itu...
Seperti yang anda bilng khan kalau orang busuk ya busuk aja. Makanya kalau Si
Eva tsb sudah ketahuan busuknya, maka segala sesuatu bisa diputar balik. Cuma
sayangnya si korban, temen gue ini orangnya nggak bisa ngomong dia benar benar
lemas dengan kejadian tsb, cuma pasrah. Tahu sendiri khan rasanya sendiri di
negeri orang, dengan anak anak yang masih dibawah umur.
Lagian anda nggak percaya sama gue, lha wong gue kok yang jadi saksinya
nemenin temen gue tsb ke tempat si eva.Teman gue ini orangnya sabar, lha wong
tahu kejadian tsb, waktu nyamperin ketempat gue untuk minta antar dia sama
sekali tidak menunjukkan rasa emosi yang meluap, dia cuma kelihatan kecewa
berat.
bung memang Kadang melihat sesuatu sering tidak bisa dicerna oleh akal dan
pikiran, akan tetapi itu tidak berarti suatu kebohongan.
utk hal
> 'sepele' maksudnya polisi ngga akan bertindak yg rada keras spt itu... spt
> yg waktu itu pernah juga terjadi dgn salah satu org indo di toronto vs.
> 'penggede'....(gue baca dikoran)
> sorry deh....tapi gue kurang percaya paragraph ini.....bukan artiannya gue
> ngebela eva....tapi beberapa hal ganjil banyak di paragraph ini.
Yang ganjil dimana????memang polisi nelpon ketempat yang bersangkutan
memberikan peringatan agar temen gue itu nggak nyamperin lagi ketempat Eva.Gue
diminta jadi saksi, dia mau cari pengacara, gue iyain, tapi gue keburu pindah
ke Us, jadi nggak bisa nolong dia. Lha wong ketika mereka ngomong sama polisi
saya ada di sana kok.suami temenku itu ngakuin ketika ditanya sama polisi,
bahwa ia main serong sama si Eva.
Seperti yang anda bilang polisi nggak bisa nahan Eva karena ia bohong dan main
serong, dan polisi tsb hanya memberikan peringatan agar tidak mendekati eva,
kalau sampai temen gue mendekati Eva, bakal langsung di tangkap.
> hahaha......mana ada sih org yg nyeleweng trs masuk penjara....kalo tuh
> hukum ada.....wusyet deh.....penjara tuh bakalan penuh sama yg para tukang
> selingkuh ketibang para penjahat2nya......
Tidak ada yang lucu dengan kasus ini juga harapan agar eva di penjara, bahkan
suami temen gue tsb. Mungkin karena anda belum pernah mengalami dikhianati
seseorang, sehingga anda tidak tahu bagaimana sakit hati seseorang yang
dikhianati, apalagi oleh suami dan seseorang yang dianggap saudara.
Seseorang bisa membunuh karena dikhianati.
Memang tidak bisa menyeret eva karena selingkuh atau bohong, tapai bisa dicari
celah celah lain, misalnya problem yang bisa dilihat disini adalah pencemaran
nama baik, jadi nggak hanya selingkuh saja, misalnya ketika temen gue nanya
baik baik di depan suaminya Eva, dia bohong, ngingkari. Kemudian dia ngumbar
omongan, yang suami temen gue gila lah tukang fitnah lah segala macem. Itu
merupakan hal hal yang biasanya bisa menyeret seseorang kepengadilan. apalagi
ketika si Eva itu nglaporin ke polisi dengan tuduhan harasment ini kan namanya
fitnah, lha wong temenku itu mbentak dia aja nggak pernah kok. Bakhan ketika
dia kirim surat lewat email, nggak nanya langsung malah cuma sekedar
menjelaskan pentingnya persaudaraan dan nilai kepercayaan, dan itu yang
dipegang sama polisi.
> btw,
> kok menurut gue......ngga fair bgt yach dicerita ini yuni cuman cantumin
> nama si eva itu aja...sementara 'korban'nya si eva ngga dicantumin namanya
> (teman anda itu).....katanya anda org hukum .... kan nama pelaku dan korban
> slalu dicantum....ngga hanya pelakunya saja...unfair donk?
Anda salah justru korban yang harus dilindungi. Dan mencantumkan nama orang
didepan umum merupakan bagian dari sanksi sosial. dimana mana kalau korban
hal hal asusila selalu disembunyikan identitasnya. Lagipul mili ini khan milik
orang Indonesia, jadi ini maksud saya juga sekedar mengingatkan bahwa diluar
sana ada orang seperti Eva Tomaszek, "saudara"setanah air,yang berani
ngelalap teman sendiri.
>
> ****lho kok milis permias topiknya jadi kaya konsultasi soal kehidupan gini
> yach....gimana tuh okki?!..***
masalah di dunia ini luas, nggak hanya terbatas masalah politik buktinya
dengan apa yang saya ungkapkan kita bisa diskusi dikit mengenai masalah
hukum.
yuni
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.