Bung Djoko, anda sudah baca artikel di kompas soal
perbedaan ucapan/data Menkeu vs Menko Ekuin dari
pengamat nasional?
http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/31/UTAMA/bera01.htm
Saya kutipkan salah satu komentar dari M. Ikhsan:
=====awal kutipan=====
Sementara M Ikhsan berpendapat, apa yang dikatakan Menkeu
bahwa kondisi anggaran aman tidak sepenuhnya tepat. "Pak Menteri
Keuangan salah ngasih tahu nih. Itu 'kan ada subsidi-subsidi yang
lalu dan sekarang, baru dibayar kalau sudah diperiksa oleh Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Subsidinya 'kan
belum dibayar, tetapi sudah terjadi. Ya kelihatan surplus dong,
karena masih ada kewajiban," kata Ikhsan.
Menurut Ikhsan, sebetulnya anggaran negara saat ini negatif.
"Kemarin Pak Kwik Kian Gie bilang defisit, hari ini Menkeu bilang
surplus, 'kan bingung orang. Dia nggak nanya apa yang terjadi
seharusnya. Memang cashflow-nya di dalam kasir itu memang
surplus sekarang, tetapi karena ada kewajiban yang belum
dibayarkan. Itu 'kan nggak boleh masuk dalam perhitungan surplus,"
ujarnya.
======akhir kutipan=====
Bung Djoko, bagaimanan komentar anda atas pernyataan
di atas? Apakah memang benar apa yg disampaikan oleh
M.Ikhsan?
Dalam artikel itu juga, seorang pejabat Bappenas mengatakan
bahwa beban anggaran sebetulnya masih berat.
Nah, saya yg ngga punya akses data jadi bingung sekarang,
sebenarnya kondisi kita gimana sih mengenai anggaran yg
ada? Surpluskah? Negatifkah? Berbahayakah?
Intinya, perlu penjelasan dari pejabat yg berwenang untuk
menyampaikan data tersebut.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu