Mbak Ida, saya sudah baca dan dengar puisi yg anda bacakan.
Untuk posting ini, saya ingin merespon puisi anda yg pertama
yg berjudul Kepergianmu.
Inilah puisi jawaban atau pusi "Kepergianmu" yg bisa
dibaca dan didengar langsung di:
http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Puisi/Default.htm



KEPERGIANKU
oleh: Irwan Ariston Napitupulu

Walau badanku perlahan mulai mendingin
sedingin musim salju di Cleveland
tapi hatiku terasa hangat
merasakan sentuhan jari kasih seorang sahabat

Memang ini sudah menjadi resiko keputusanku
untuk bergabung di garis depan
menyuarakan kegelisahan
atas semua kejadian sedih
yang menimpa kita selama ini

Nyeri yang kurasakan atas bersarangnya timah panas didadaku
tak separah mereka yang berpuluh tahun hidup perih karena diinjak-injak
air mata mereka adalah semangatku
keluh kesah mereka geloraku
walau kini harus menanti padam karena sebutir timah panas

Sahabat,
sentuhan jari kasihmu mampu menghangatkan sanubariku
yang mencoba bertahan dari sengatan dingin disekujur tubuh

Terima kasih, sahabat
jagalah jarimu agar selalu mengalirkan kehangatan
berikanlah semua kehangatan jari kasihmu
kepada mereka yang telah puluhan tahun hidup perih
mereka lebih membutuhkan jari-jari kasihmu

Sahabat,
relakanlah badanku untuk mendingin
bersatu kembali dengan kedinginan alam semesta
tiada alfa tanpa omega

Cleveland, 30 Oktober 1999

Kirim email ke