...

SETUJU !!!!!!!!!!!!!!

Yw: Kalo saya sih, kalo boleh menyimpulkan:
    mentri keuangan itu tidak payah, tapi masuk
    kategori biasa-biasa aja. DAN, menurut saya,
    saat ini orang seperti itulah yg kita perlukan.
    Jadi masih oke.

    Kelemahannya: (minusnya)
    1. Dia tidak terkenal (jadi jalur lobinya minim)
    2. Dia tidak tricky dan rada-rada kuper (jadi kalo harus
       bikin terobosan yg brilian, sulit diharapkan). Dg
       demikian, perbaikannya pasti gradual. No miracle.
    3. Apa lagi, ya? Susah. Soalnya faktor no. 1 itu,
       sih, jadi bikin orang susah utk mengevaluasi.

    Kelebihannya:
    1. Dia memiliki basis/dasar keilmuan yg lebih dari cukup.
    2. Dia independen (tdk linked ke loby kepentingan
       tertentu, bahkan kepada Amien Rais juga tidak).
    3. Relatif bersih (karena nggak ada kesempatan ? ;-).
       Atau gampangnya: belum pernah kejeblos atau diisukan
       kejeblos (otherwise, dia akan terkenal).
    4. Logisnya dia 'berani'. Kalo orang (keuangan) lain
       (yg terkenal), dapat dibilang, sedikit atau banyak
       pasti ada link dg orang-orang lama (yg kkn). Nah,
       orang yg punya 'borok' ini, otomatis keberaniannya
       terbatas (karena takut boroknya diungkap orang).
       Nah, dia ini kan punya bekal no. 3, jadi tidak
       perlu takut secara berlebihan.
    5. Kalo perbaikan terjadi secara agak lambat
       (gradual), ini pun ada hikmahnya. Pertama,
       saat ini perbaikan ekonomi itu hakikinya bukan
       prioritas pertama, tapi prioritas kedua. Dan
       prioritasnya yg pertama adalah perbaikan moral.
       Jadi ya, cukup Kwik saja yg jadi bintang di sektor
       itu. Kebanyakan 'superstar', malah bisa kalang
       kabut, kan? Gerakan gradual itu akan meredam/
       meminimalkan gejolak (sosial-politik, etc).

    So, dari itu, saya bisa simpulkan, Menkeu kita
    yg baru itu bukan yg terbaik dari yg ada di dunia
    ini, tapi ya masuk kategori not bad (lumayan,
    fair enough utk negeri yg kalang kabutnya kayak
    Indonesia sekarang). Jadi kalo agak sabar dikit,
    kita-kita ini bisa mengambil sejumlah hikmah
    dari keberadaannya.

    Lagi pula, kalo rakyat mengharapkan seorang
    'superhero' duduk di kursi Menkeu, di Indonesia
    sekarang ini, menurut saya pas lagi nggak ada
    yg memenuhi spek. ;-) Atau ada calon alternatif?
    (yg saya nggak tahu).

Siapa yang meng-garansi orang ini kehadapan Gus Dur ?

Yw: Lha, ini agak lucu. Dari rumors sih, yg menggaransi
    adalah Amien Rais (tapi sekali lagi, ini rumors).
    DAN Gus Dur sendiri dalam kesempatan kelakar
    informal sempat bilang: dia sama sekali tidak kenal
    dg mentri keuangan baru itu. Ha, ha,... emang unik
    juga, nih Kabinet garansi. ;-)

Apa sebenarnya Motifasi AR, FB dan BS yang mungkin
saya tidak ketahui ?

Ada yang bisa menjawab ?

Salam,
bRidWaN

Kirim email ke