Rekan-rekan Permias yang budiman,
Menanggai Kris dibawah ..
Terus terang saya masih concern dengan identitas pribadi penulis email.
Dulu, salah satu administrator Permias (mas Syafri yang sudah pulang ke
Indonesia beberapa bulan yang lalu) menulis bahwa identitas *asli* pelanggan
Permias@ tetap diperlukan.
Suasana di Permias@ sekarang memang berbeda dengan dahulu. Dulu setiap
pelanggan diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing. Sekarang, saya
lihat banyak yang memakai e-mail * tidak jelas * sementara isinya
menceritakan keburukan orang lain. Lempar batu sembunyi tangan.
Di email sebelumnya, Kris tidak jantan dengan menyembunyikan identitas
pribadi Kris sementara Kris menceritakan * keburukan * orang lain (Ali
Rahman). Jangan salah sangka, saya sendiri tidak ada hubungan apapun dengan
Ali Rahman.
Di email dibawah, Kris tetap menyembunyikan identitas pribadi Kris sementara
Kris menanyakan masalah pribadi ke Priyo. Kalau Priyo mau menjawab, silahkan
di jawab lewat jalur pribadi saja langsung ke Kris. Tidak dijawabpun tak
mengapa. Kris bisa bertanya seenaknya masalah pribadi ke Priyo, sementara
Kris nulis email saja pakai nama palsu. Enggak fair dong ...
Mencari kesalahan dan mengeritik kekurangan orang lain jelas lebih mudah
dari pada mencari kesalahan dan mengeritik kekurangan diri sendiri. Kita
masih bisa bicara tentang idealisme ketika kita belum masih jauh dengan
kekuasaan dan uang yang berlimpah. Akan tetapi, akankah idealisme itu tetap
masih ada ketika kita bergelimang ataupun bersentuhan dengan kekuasaan dan
harta?
Hanya 'bersenjatakan' e-mail saja bisa menghujat kira-kanan ... gimana kalau
diberi kekuasaan dan harta? Apa yang akan dilakukan dengan orang atau
kelompok yang tidak disukainya?
Jabat erat,
Ahmad Syamil
Toledo, OH
----- Original Message -----
From: Krisnadi Dayanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 02, 1999 12:49 AM
Subject: Re: Kel. MADANI & sosok Alirahman (Priyo)
> --- Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bung Krisdayanti (anda cowo, cewe, apa banci sih,
> > kok pake sembunyiin identitas segala?)
>
> Bung Priyo yang benar-benar pria, terima kasih atas
> penjelasan anda yang panjang lebar...(nama saya
> Krisnadi dan saya adalah seorang laki-laki tulen).
> Walaupun baru bergabung, namun saya yakin milis ini
> tidak concern dengan identitas. Untung anda bilang
> sudah beristri -- kalau belum saya bisa menduga hal
> yang tidak-tidak pada anda.
>
> Bung Priyo yang budiman, saya kira statement saya
> tidak secara tegas menuduh kelompok anda (kel. Madani)
> berafiliasi dengan LSM-nya Alirahman (yang saya duga
> bernama Madani). Sudah saya sampaikan bahwa informasi
> yang saya posting pun belum tentu benar dan perlu
> diklarifikasi. Kalau anda dan kelompok anda merasa
> terpojokkan serta perjuangan kel. Madani benar-benar
> tulus sebagaimana yang anda kemukakan, perkenankanlah
> saya mohon maaf dan menyatakan bangga atas keberadaan
> kelompok anda.
>
> Namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan (maaf
> agak personal):
>
> > Saya memang "mantan" staf Bappenas, tapi
> > seluruh teman2 di DC tahu, bahwa saat ini saya
> > (sedang mengambil program S-3 di George Washington
> > University) adalah 100% atas biaya sendiri, dan
> tanpa mendapat dukungan biaya dari Bappenas atau
> organisasi
> > manapun. Teman2 saya di kelompok Madani tahu persis
> posisi saya yang mendapatkan beasiswa TA - teaching
> assistant dari sekolah saya, dan harus menutup biaya
> hidup dengan bekerja part-time (bahkan isteri saya pun
> harus ikut membantu bekerja).
>
> Pertanyaannya:
>
> 1. Apa maksud anda "mantan" staf Bappenas, anda
> keluar, atau dikeluarkan karena aktifitas politis (kan
> tidak boleh PN berpolitik) atau hal lain?
>
> 2. Kalau anda mantan staf Bappenas, gimana pandangan
> anda terhadap sosok AR? Apakah juga sudah sejalan
> dengan perjuangan kel. Madani..!?
>
> 3. Kalau anda studi S3 di mana S2 anda dan apakah juga
> biaya sendiri? -- saya menduga anda dapet biaya dari
> rakyat Indonesia cq. Bappenas. Selesai S2 anda harus
> pulang karena terikat kontrak 2n+1. Namun anda
> diterima di S3 dan tetap tidak mau kembali ke
> Indonesia. Menghindari 'tagihan negara' atas bea siswa
> anda lalu anda 'berbaik-baik' dengan kepala OTO yang
> saat itu dipegang Alirohman....!?
>
> Jangan marah deh yaa, cuma nanya doang.. Tujuan kita
> sama: dapet kabinet yang kredibel dan senantiasa
> melakukan kontrol sosial (habis kagak ada oposisi...).
>
> Salam,
>
> Kris.
>
>
> > Wah....kalau selama ini memang kelompok Madani
> > mendapat sponsor dari sosok yang anda sebut2 itu,
> > tentu saya sudah dapat JATAH beasiswa Bappenas untuk
> > program S-3 saya tanpa harus susah2 kerja.
> > Percayalah, kelompok Madani di Washington DC adalah
> > kelompok yang bersih dari intervensi manapun --
> > karena
> > pada dasarnya kami mencita-citakan clean-government
> > yang memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, sama
> > halnya bagaimana kelompok kami membenci sosok2 kotor
> > yang suka berlagak bersih & agamis demi memperoleh
> > sebuah kedudukan, seperti yang anda tulis di e-mail
> > anda.
> > Demikian surat saya atas nama kelompok MADANI
> > Washington DC. Kami menunggu ralat anda atas FITNAH
> > terhadap kelompok Madani.
> >
> > Juru bicara kelompok Madani
> > di Washington DC,
> >
> > Priyo Pujiwasono
> >
> >
>
> =====
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com