Mudah2an Allah SWT memberikan yang terbaik bagi
saudara2 kita di Aceh. Amien.

> >Surat dari Emha Ainun Nadjib
> >
> >Serambi-Banda Aceh
> >Sejumlah tokoh nasional dan lokal, sejak kemarin
> hingga tadi malam
> >mengirim tanggapannya tentang pelaksanaan SU-MPR di
> Banda Aceh,
> >kemarin. Di antaranya, dari seorang kiai muda, Emha
> Ainun Nadjib.
> >Setelah
> >dikonfirmasi ulang, Emha mengaku khusus mengirim
> surat itu kepada
> >Serambi untuk masyarakat Aceh. Berikut salinan
> lengkap surat tersebut.
> >
> >Assalamu'alaikum Wr.Wb
> >Kepada Yth. Saudara-saudaraku Rakyat Aceh yang
> dibimbing Allah SWT.
> >Sungguh bahagia menyaksikan dua juta
> saudara-saudaraku berkumpul di
> >Banda Aceh siang tadi (kemarin-red) untuk bergolak
> menentukan hari
> >depan.
> >Jutaan saudara-saudaraku rakyat Aceh berkumpul
> untuk menunjukan
> >kedaulatan mereka dan ketidakpercayaan kepada
> Pemerintah Pusat Republik
> >Indonesia yang menganiaya mereka terlalu lama.
> >Saya mohon diperkenankan untuk bertanya:
> >* Apakah itu berarti saudara-saudaraku rakyat Aceh
> juga tidak percaya
> >kepada kami-kami rakyat di berbagai wilayah lain di
> Nusantara, yang juga
> >
> >dianiaya, yang juga harus membayar penganiayaan itu
> dengan kematian,
> >kemiskinan dan ketidaktentraman, meskipun jumlah
> korban dan penderitaan
> >kami sama sekali tidak sebanding dengan
> derita-derita saudara-saudaraku
> >rakyat Aceh.
> >* Apakah saudara-saudaraku rakyat Aceh juga akan
> menghukum kami yang
> >sama-sama menderita sebagaimana saudara-saudaraku
> rakyat Aceh
> >menghukum Pemerintah Republik Indonesia?
> >* Apakah gerakan saudara-saudaraku rakyat Aceh ini
> adalah gerbang
> >perpisahan diantara kita sesama rakyat yang
> sama-sama menderita,
> >sama-sama ditipu harapan demi harapan, dan lebih
> dari itu sama-sama
> >saling
> >mencintai satu sama lain?
> >Melalui siaran televisi siang tadi juga saya
> mendengar seorang tokoh
> >masyakat Aceh mengemukakan bahwa 99,9% rakyat Aceh
> menghendaki
> >kemerdekaan, karena dianiaya yang terlalu lama.
> >Juga saya mohon bertanya:
> >* Jika memang benar demikian, untuk apa
> saudara-saudaraku rakyat Aceh
> >masih merasa perlu melakukan unjukrasa, kemudian
> merasa perlu
> >menyelenggarakan referendum, apalagi referendum itu
> dimintakan kepada
> >Pemerintah Pusat Republik Indonesia?
> >* Jika memang benar demikian, kenapa tidak langsung
> saja
> >memproklamasikan Negara Islam Aceh, menyusun
> Pemerintahannya,
> >memanggil semua warga Aceh di wilayah RI untuk
> kembali ke kampung
> >halaman, baru kemudian bernegosiasi dengan
> Pemerintah Republik
> >Indonesia?
> >* Kenapa untuk bersikap merdeka kita perlu
> berurusan dengan pihak lain?
> >Kenapa tidak langsung saja merdeka dan kalau ada
> yang menghalangi baru
> >kita pertahankan kemerdekaan kita.
> >Yang membuat saya kurang mantap adalah dipakainya
> jargon 'demokrasi',
> >hak asasi manusia dll dalam perjuangan rakyat Aceh.
> Seandainya saya
> >warga
> >Aceh, saya usulkan penggunaan wacana Islam: Aceh
> Mengakhiri
> >Kedhaliman' Aceh berhijrah Minadl-dlulumati ilan-
> Nur'(dari kegelapan menuju cahaya terang, red.)-
yang subtansinya
> >toh sama. Saya memilih idiomatik Islam untuk
> menunjukan kepada dunia
> >bahwa kalau saya membebaskan diri dari Indonesia,
> itu tidak berarti saya
> >boleh dicaplok oleh Amerika Serikat, diliciki PBB
> dan direnten oleh IMF.
> >
> >Wassalamu'alaikum WR.WB. Hormat saya :
> >Muhammad Ainun Nadjib, Padang Bulan, Menturo
> Sumubito, Jombang
> >0816-4250033,0816-1975511,0816-453266

__________________________

=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

Kirim email ke