Menggelikan.
Sekarang banyak orang yang "peduli" dengan Aceh. Mengapa? Mata mereka sekarang sudah 
terbuka bahwa bukan hanya tiga puluh orang yang minta referendum. Lantas mengapa?

Takut, karena sifat mementingkan diri sendiri.
Alasan:
1. Siapa ya yang pernah tertarik untuk membela Aceh ketika dijajah TNI (untuk tidak 
menyebut Indonesia)? Nonsense kalau ada yang bilang ada diantara kita. Bahkan ketika 
ratusan rakyat ditembak mati tanpa alasan, wanita-wanita diperkosa, laki-laki dan 
wanita disiksa dengan siksaan yang bisa membuat nazi pingsan, atau polpot tak bisa 
tidur, pada saat itu telinga kita tuli untuk mendengarnya dan mata kitapun buta 
melihatnya. Itu bukan urusan saya, kata hati kita saat itu.

2. Setelah nyata apa yang diinginkan mereka, timbul ketakutan untuk melepas mereka. 
Siapa yang akan membiayayi pembangunan negara kita nantinya? Bagaimana sekolah anak 
kita? Siapa yang akan menggaji kita? Sementara mereka akan menjadi negara kaya seperti 
Brunai. Apakah kita harus berutang terus menerus pada tengkulak IMF?

3. Someone has to be blamed on. Lantas kita menyalahkan Gusdur yang sebelumnya kita 
bela mati-matian kalau dia dikritik orang. Menyalahkan Megawati yang sebelumnya sangat 
kita kagumi karena demokrasinya. Menyalahkan Wiranto yang sebelumnya kita anggap 
sangat patriotik karena membela indonesia dari Australia.

4. Tambah sendiri.

Ada solusi? ADA.
1. Kalau Timtim boleh MERDEKA, lepas dari jajahan kita, mengapa kita tidak minta 
merdeka juga?
2. Kalau Aceh minta referendum untuk merdeka, mengapa kita tidak minta juga supaya 
kita bisa mendirikan negara sendiri?
3. Kalau mahasiswa Makasar minta merdeka, mengapa kita tidak demonstrasi di bandara 
Sukarno-Hatta, atau dimana saja, sambil menaikkan bendera... Apa ya?

Catatan; "kita" adalah orang-orang yang tinggal di JAWA.

Tidak masuk akal? YA.
1. Yang selam ini merasa Indonesia adalah kita yang tinggal di Jawa yang menikmati 
semua fasilitas yang dibangun dari harta daerah yang "dikentuti".
2. Lantas dari mana sumber pendapatan kita?

Tendensiun.... TERSERAH ANDA. Tanya hati nurani.

Any other komeng, eh maksudnya komen?

On Mon, 8 Nov 1999 17:47:57    Jeffrey Anjasmara wrote:
>Geger Aceh adalah geger warisan ABRI. Yang repot bukannya Gus Dur mengurusi
>keadaan dalam negeri, malah pesiar keliling ASEAN. Kalau kondisi belum
>menguntungkan, mengapa pula mesti pergi-pergi dulu?
>
>Yang repot dari Aceh adalah adanya contoh soal dari Timtim. Inilah kalau RI
>punya presiden yang dapat bicara lebih cepat dari bayangannya. Bukannya
>dicerna dulu, eh, Habibie asal saja main celetuk kanan kiri. Keinginan
>daerah-daerah yg merasa kaya alamnya saat sekarang ini lebih didasari
>keinginan untuk cepat menjadi Brunei kedua. Ini terjadi pada Aceh dan Riau.
>
>Saat-saat ini adalah saat menentukan untuk berdirinya negara bernama
>Republik Indonesia. Kerikil Timtim yang jatuh di timbunan salju, saat ini
>hanya disangga oleh batu Aceh. Sekali Aceh diberi pilihan referendum, maka
>bola salju tak akan tertahankan lagi. Keretakan-keretakan berujud rasa
>KEAKUAN kedaerahan setiap saat dapat  merubah RI menjadi kepingan-kepingan
>kecil tak berarti. Hai engkau Gus Dur, Wiranto, dan Widodo, siap-siap saja
>dengan avalanche yang akan datang. Lihat saja sekarang LSM-LSM eks Timtim
>telah bereorganisasi dan berganti nama.
>
>Presiden Gus Dur menciptakan lagi satu kesalahan fatal. Ajakan Gus Dur
>kepada Xanana untuk bergabung ke ASEAN adalah tindakan bodoh yang
>menyepelekan negara-negara tetangga yang was-was dengan kehadiran Aussie di
>Timtim (Singapura dan Malaysia pernah menyatakan demikian di harian nasional
>masing-masing). Keinginan Gus Dur yg sempat terlontar untuk bertemu dengan
>Anwar dan Auk juga merupakan kesalahan diplomasi luar negeri dari Gus Dur.
>
>Mengenai ajakan kepada Xanana, selain tidak strategis untuk kepentingan LN,
>juga tidak strategis untuk kepentingan ke dalam negeri. Gus Dur jelas-jelas
>tidak berpikir bahwa ini dapat menjadi senjata makan tuan buat
>kelompok-kelompok yg ingin memisahkan diri dari NKRI.
>
>Saya rasa, bila pemerintahan Gus Dur tidak mampu mengendalikan situasi di
>dalam negeri, maka militer akan turun tangan kembali. Kelihatannya, waktu
>untuk itu tidak akan lama lagi.
>
>Suatu perkembangan menarik terjadi pada Marwah Daud Ibrahim. Dapat dilihat
>bahwa Marwah ini juga tidak mempunyai rasa kebangsaan cukup kuat. Rasa
>kedaerahannya yang lebih besar. Bukti untuk itu adalah setelah kecewa dengan
>kekalahan Habibie, pemikiran federalisme tiba-tiba mencuat dari benak ibu
>satu ini. Marwah terlihat mempunyai keinginan terpendam untuk menjadi
>pejabat terpandang, bila tidak di dalam pemerintahan RI, maka dia punya
>harapan di negara Sulsel.
>
>Yang juga menarik adalah tuntutan mahasiswa Sulsel untuk membentuk negara
>federal atau merdeka. Kehendak mereka untuk membentuk Negara Indonesia Timur
>buat saya agak menggelikan. Orang-orang Makasar diusir dari Timtim, diusir
>dari Maluku, dan diusir dari Irja. Bagaimana mungkin mau mendirikan Negara
>Indonesia Timur?
>
>Bila mahasiswa Makasar memaksakan kehendaknya seperti mahasiswa Aceh, yang
>akan terjadi adalah negara Sulsel, negara Sultra, negara Irja, dan negara
>Maluku. Masing-masing berdiri sendiri, bukan merupakan negara federasi.
>Setelah satu atau dua tahun, maka negara Sulsel juga akan pecah menjadi
>negara Bugis, Negara Makasar, dan Negara Mandar. Sedangkan di Maluku akan
>muncul negara Maluku Selatan dan negara Maluku Utara.
>
>Bagaimana di wilayah Sumut? Sama juga. Akan jadi negara Sumut. Setelah itu
>orang melayu di Medan akan memisahkan diri untuk bergabung dengan Riau, atau
>mendirikan negara sendiri. Masyarakat Batak akan mengungsi ke wilayah
>Tapanuli kembali, dan akhirnya membentuk negara Batak. Berhubung rasa
>kedaerahan juga ada di kalangan orang Simalungun yg merasa menjadi orang
>sukses pertama di wilayah itu, maka akan terpisah lagi dari negara batak,
>menjadi negara Simalungun. Demikian pula dengan wilayah Dairi dan Sibolga yg
>punya karakteristik berbeda dengan yg di kawasan Toba.
>
>Bagaimana di Jawa? Mula-mula akan menjadi negara Jawa atau negara Indonesia
>Kecil dengan wilayah seluruh Jawa dan Madura, sampai NTT. Setelah itu akan
>muncul negara Pasundan karena merasa mereka terpisah dari orang Jawa bahkan
>jauh ke jaman Majapahit dulu. Setelah itu Madura menyusul, juga Bali, Sasak,
>Timor, dlsb. Setelah habis terbagi, maka Negara Jawa juga akan terpisah
>yaitu antara orang Jawa Timur yg merasa punya rasa egaliter lebih besar
>daripada orang di wilayah tengah yg banyak unggah-ungguh. Telah itu yg di
>Jateng akan terbagi lagi yg utara dan selatan.
>
>Apakah anda tertawa dengan tulisan saya? Pikirkan lagi deh. Permintaan saya
>terutama saya tujukan kepada mereka yg sibuk mendukung Timtim untuk
>berpisah.
>
>
>Jeffrey Anjasmara
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

Kirim email ke