>From: Agus Nazaruddin <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Fwd: Perkumpulan orang Indonesia di Amerika]
>Date: Fri, 3 Dec 1999 21:26:01 -0500
>
>Salam Permias,
>
>Yang terhormat Bung Nasrul. Setelah bergulirnya jaman ke era
>keterbukaan, banyak orang yang teriak sana sini mengemukakan
>uneg-unegnya. Kekesalan terhadap keadaan orde sebelumnya membuat >orang
>merasa jijik melihat bangsa Indonesia. Bahkan sebagian orang
>Indonesia merasa jijik melihat bangsanya sendiri. Mereka yang
>demikian berusaha menanamkan kepada dirinya bahwa mereka bukan
>bagian dari orde itu.

Salam hormat juga buat Mas Nazarudin.
Saya sayangkan bahwa anda menganggap saya jijik melihat bangsa
Indonesia. Tapi tidak apalah, jijik atau tidak menurut anda yang penting
justru saya tetap ingin bangsa Indonesia itu menjadi maju.
Saya tidak ada niat sekalipun untuk mementingkan diri sendiri
seperti para penjilat jaman Suharto. Sehingga mendiamkan segala
perbuatan maksiat, tidak mau menegur apa lagi memberikan
saran yang baik demi kemajuan. Padahal diujung cemeti itu menurut
pepatah ada emas.

>Mereka berteriak-teriak seolah olah merekalah pembaharu, mereka
>pahlawan, mereka adalah benar. Padahal mereka tidak lebih dari
>orang-orang pengecut dan para pahlawan kesiangan. Umumnya mereka ini
>orang-orang munafik.
>
Anda mengatakan pengecut atau munafik, saya pun tidak masalah.
Yang penting niat saya waktu nulis itu sudah ikhlas buat kebaikan.
cuman memang mungkin agak ignoramus tanpa pandang bulu buat
orang tua atau muda saya tetap blak blakan. saya memang tidak
biasa hidup gaya feodal sih.
Saya memang dari dulu sudah begini blak blak-an ala Jeffrey.
Kalau anda tersinggung yah, saya mohon maaf, tapi mudah mudahan
yang lainnya mendapat emas-nya dan bukan sakitnya nya aja seperti
anda.

Orang munafik sejak ORBA sampai sekarang gampang contohnya.
Misalnya Yoris dari Pemuda Pancasila. Dengar dengar terakhir
mau ditangkap POLRI. Kita tunggu keberanian POLRI.
Pengecut atau tidak yang penting saya dan rekan lainnya disini
berani teriak buat mengatakan bahwa Yoris itu penjahat besar
yang harus ditangkap. Anda sendiri cuman adem ayem.

>Saya mengerti bung Nasrul barangkali Mahasiswa dari salah satu
>universitas di Amerika dan sangat terpelajar. Alangkah bijaksananya >bila
>anda tidak berprasangka buruk pada setiap orang Indonesia. >Apakah anda
>bukan bagian dari bangsa itu. Lagi pula apakah buruknya >niat Dr. Samsudin
>untuk bersilaturahmi dan anda belum kenal dengan Dr. kita ini, barangkali
>bahasa Ingrisnya tidak seburuk yang anda >bayangkan. Terlebih lagi beliau
>adalah seorang dokter. Kedatangan >Dr. Samsudin tentu untuk tujuan yang
>penting. Barangkali sama >pentingnya dengan kedatangan anda ke sini.
>
Justru anda itu yang menurut saya telah berprasangka buruk.
Coba lah baca tulisan saya sebelumnya dengan lebih hati-hati
jangan ditambah tambah. Justru interptretasi andalah yang buruk.
Saya tidak menganggap bhs Inggrisnya Bpk Samaudin itu buruk,
tapi jang jelas pasti banyak yang bisa beliau dapatkan lagi
jika banyak berinteraksi dengan orang Amerika. Kalau
cuman mau bahasa Sunda sih mending tetap di Cianjur.
Semoga bahasa Inggris nya Bung Nazarudin bisa juga lebih lancar
dengan banyak berinteraksi dengan orang Amerika. Saya juga
yakin anda akan lebih pintar bhs Inggrisnya jika banyak
ngobrol dengan orang Amrik. Saya cuma kasih saran. selanjutnya
terserah anda sendiri, memang tergantung niat anda mau maju
atau tidak.

>Untuk itu saya mengajak diri saya sendiri dan juga teman-teman >Permias
>semua untuk berani berkaca. Benahi diri, benahi rumah kita, >benahi
>lingkungan sekitar kita dan kita bangun bangsa kita dengan >apa yang ada
>pada kita.
Saya setuju dengan pernyataan anda. Tapi yang jelas kemerdekaan
saya dan rekan rekan lain berbicara dan memberikan pendapat, opini harus
tetap dijunjung tinggi.
Kalau tidak sama saja anda dengan gaya $uharto yang menganggap
dirinya paling benar.

>Semoga tuhan memberkati segala niat baik kita semua.
semoga niat anda juga baik.

>Kepada Dr. Samsudin semoga perjalananya menyenangkan, tercapai tujuan
>dan selamat kembali ke tanah air. Barangkali  teman-teman di >Wisconsin ada
>yang ingin bersilaturahmi dengan Dr. Samsudin dan >saling berbagi
>informasi?

Buat Dr. Samsudin , saya sarankan supaya lebih rajin memperluas
hubungan jugan dengan orang Internasional bukan hanya dengan
orang Indonesia. Gunakanlah kesempatan keluar negri sebaik baiknya
sesuai dengan level anda tentunya, seperti yang dilakukan GusDur.
saya memang sedih melihat banyak orang Indonesia tidak pintar
pintar bahasa Inggris-nya karena terlalu sering ngumpul
ngalor ngidul. Akhirnya lulus bachelor cuma laku jadi
tukang antar Pizza. Mohon Bapak Dr. Samsudin ikut memberikan contoh.
Setidaknya ikut memberikan motivasi kepada orang Indo yang
sudah di Amerika.
Semoga Bapak selamat dalam perjalanan dan segala urusan bisnis lancar.
Saya tidak perlu dikenal, yang penting mudah mudahan Bapak Dr. Samsudin
mendapat hikmahnya dari tulisan saya ini.

>
>Salam,
>Agus
>
>Nasrul Indroyono wrote:
>
> > Jauh jauh ke Amerika kok masih ingin kumpul kumpul
> > sama orang Indo ?
> >
> > Coba deh kunjungi orang Amerika-nya dan belajar dari mereka
> > kok bisa Amerika kaya raya. Negara lain merana sekarang
> > malah Amerika ekonominya booming.
> > Sekalian latihan bahasa Inggris-lah langsung sama native tongue.
> >
> > Gitu dulu deh pak doktor atau dokter ..! sadar lah...
> >
> > Ke Amerika jangan buang buang duit-nya para pasien rakyat
> > Indonesia yang sudah miskin. tapi tetap belajar-lah.
> > I think it will be good for you and our country.
> >
> > Nasrul
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke