Inilah jadinya kalau negeri kita diatur oleh bangsa lain. IMF tidak menyetujui bea masuk beras yg sangat penting bagi para petani kecil di Indonesia. IMF telah menunjukkan muka aslinya sebagai kepanjangan tangan dari negara-negara barat dengan berbagai kepentingannya. Tak heran waktu Clinton menyebut IMF semua hadirin kongres bertepuk tangan. Ini terjadi waktu Suharto baru saja longsor. Mungkin IMF terdiri dari orang-orang dari MArs yang tidak tahu bahwa AS sendiri melindungi secara ketat industri pertanian dan peternakannya. Baru satu kurang lebih satu bulan yg lalu Aussie ribut dengan kebijakan AS itu. Kita juga lihat kebijakan Jepang yang memproteksi secara ketat produk pertaniannya. Kayaknya, singkatan NKRI telah berubah menjadi Negara Kesunyatan Rahwana IMF. Jeffrey Anjasmara '---------------------------------------------- Bea Masuk Beras Tak Disetujui IMF Menteri Koperasi Zarkasih Nur hari selasa mengatakan pemerintah dan Dana Moneter Internasional IMF gagal menentukan besarnya bea masuk untuk beras impor. Menurut Zarkasih angka 30 persen yang dipatok oleh pemerintah dinilai IMF terlalu besar. "Ada perbedaan 10 persen dengan harga dipasar, mereka menghendaki paling tinggi 10 sampai 20 persen, kita minta 30 persen. Karena dengan 30 persen ini perbedaan harga dengan dipasar 10 persen dengan kata lain petani tetap dilindungi harganya lalu mereka yang mau impor masih tertarik karena masih ada keuntungan 10 persen. Mereka hanya mau 20 persen, ini akan kita bicarakan lagi besok," Zarkasih Nur. Pemerintah terpaksa mendesak IMF untuk mengenakan bea masuk beras untuk melindungi petani lokal. Selain membicarkan besarnya bea masuk beras, besok IMF juga akan membahas besarnya bea masuk gula. Rencananya soal bea masuk beras dan gula ini ingin dicantumkan dalam Nota Kesepakatan Indonesia � IMF. Arin Swandari 68 H Jakarta ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
