Moga - moga nggak bener dech. Kalau bener, ya selamat berlibur dech :-) Have fun ! Soe ============================================================= Ambon Terus Bergolak, Mega Akan Berlibur ke Hongkong Selasa, 28 Desember 1999, @14:04 WIB Jakarta--Ambon terus bergolak. Puluhan nyawa hilang karena pertikaian yang tak kunjung usai. Wakil Presiden Megawati, yang telah ditunjuk Presiden Gus Dur untuk menyelesaikan kasus-kasus di Indonesia Bagian Timur--termasuk Ambon, malah berencana menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga ke Hongkong. "Saya dengar mereka akan berangkat besok pagi," kata ketua Komisi I DPR Yasril Ananta B. Yasril amat menyesalkan langkah yang ditempuh Mega mengingat kondisi Ambon belakangan ini masih terus bergolak. Padahal konflik di sana merupakan tanggung jawabnya. "Secara pribadi, saya menghargai privasi dia untuk berlibur. Tapi, dalam kondisi bangsa seperti sekarang ini, seharusnya dia tidak jalan-jalan ke luar negeri," ujar Yasril dengan nada prihatin. Jika demikian, kata Yasril, apa yang dilakukan Megawati menunjukkan bahwa dia tidak memiliki sense of priority, sense of crisis dan sense of belonging . Seperti diberitakan, puluhan nyawa harus menjadi tumbal dari pertikaian antar kelompok yang terus berlanjut di wilayah Maluku. Hari ini, 38 nyawa melayang di Ambon. Kemarin, 125 nyawa melayang di Pulau Buru. Gus Dur bersama Mega yang sempat berkunjung ke Ambon menegaskan bahwa yang bisa menyelesaikan kasus Ambon adalah orang-orang Maluku sendiri. Tapi, kata-kata itu rupanya tak bertuah. Buktiya, kerusuhan hingga sekarang masih terus berlanjut. Oleh karena itu, Yasril mempertanyakan fungsi aparat keamanan di sana. Pasalnya, ketika Wwapres berkunjung ke sana, para kelompok masyarakat di sana sudah sepakat untuk menghentikan segala pertikaian, terutama selama Ramadhan dan Hari Raya Natal. "Tapi, kok sebaliknya, puluhan nyawa melayang setiap harinya," kata yasril heran. Kalau memang aparat TNI tidak mampu mengatasi hal ini, lanjutnya, sebaiknya pimpinan TNI menggantikan aparatnya dengan cara memutasikan atau memecat dari kesatuan. Khusus kepada jajaran Muspida Maluku, ia menyarankan sebaiknya mereka mengundurkan diri saja karena terbukti gagal menjalankan fungsi mereka selaku penganyom masyarakat. Sedangkan pemerintah pusat, sarannya, tidak berpangku tangan melihat aksi kerusuhan yang terus berlanjut di Propipinsi Maluku.***(Jat)
