Terimakasih untuk masukannya, tapi sayang sekali saya bukan Gus Dur :-)
Kalau ada yang senang dan nyaman dengan perkataan Gus Dur, ya monggo.
Silahkan tipu diri sendiri :-)

Soe
"Don't start believing your own lies"


-----Original Message-----
From: Mardhika Wisesa <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, December 28, 1999 3:47 PM
Subject: Untuk Soehendri: Perayaan Natal juga milik kaum Muslim (Kata Gus
Dur)


Daripada memprovokasi mending mempublikasi sesuatu yang memang nyata
(real).Lebih kena di hati, dan dapat dipikir dengan akal yang jernih.
Daripada seperti Soehendri, mending seperti Gus Dur. Walau buta penglihatan
tapi tidak buta nurani.
Walau berjalan tertatih-tatih, bahkan kadang harus dituntun, tapi tidak
tersesat dan mencoba menyesatkan orang lain.
Untuk Soehendri, cobalah belajar seperti Gus Dur, mungkin kaca mata hitam
dan
tongkat dapat membantu anda untuk menemukan ketenangan di alam duniawi yang
penuh dengan kesesatan dan mungkin juga di alam baka yang benar-benar
menyesatkan.

Mardhika Wisesa, mencoba menjadi raja pantun walau pantunnya masih
berantakan.

http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=27121999-2

Gus Dur : Perayaan Natal Juga Milik Kaum Muslim

Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan bahwa hari raya Natal bukan hanya
milik
umat kristiani tapi juga umat muslim. Sebab Yesus Kristus yang
kelahirannya dirayakan dalam perayaan Natal juga disebut di dalam Al Qur'an
sebagai Nabi Isa Al Masih. Karena itu presiden menyesalkan adanya
permusuhan di antara kedua agama di negeri ini yang menggunakan senjata
dan
kekerasan. "Banyak orang menyayangkan mengapa kita menyebut nama Yesus
Kristus.Padahal mereka tidak tahu bahwa Yesus Kristus adalah Isa Al Masih
yang
disebutkan dalam Al Qur'an. Karena itu bagi saya orang yang merayakan
kelahiran Nabi Muhammad maka harus konsekuen merayakan malam Natal,"
Abdurrahman Wahid. Ungkapan presiden itu dinyatakan pada Perayaan Natal
Nasional yang dilakukan di Balai Sidang Senayan Jakarta Senin malam.
Perayaan Natal Nasional dihadiri sekitar 6000 umat Kristiani se-Jakarta.
Hadir
pula ibu negara Shinta Nuriyah, wakil presiden Megawati Soekarnoputri dan
sejumlah menteri seperti Alwi Shihab, Kwik Kian Gie, Wiranto, Freddy Numberi
dan gubernur Jakarta Sutiyoso. Serta perwakilan negara-negara  sahabat.
Berbagai penampilan seni yang dipersembahkan pada malam itu juga merupakan
kerja sama antara umat kristiani dan umat muslim.

Tim Liputan 68H Jakarta  27-12-1999


____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke