25 Ribu orang Kristen mengepung dengan pedang terhunus ke kampung  4 Ribu
Muslim.

Mengerikan membayangkan apa yang akan terjadi ?

Apa lagi yang harus saya ucapkan dan tulis disini. PASTI lagi - lagi saya
dibilang Provokator.

Apakah 25 Ribu orang gelap mata tsb tidak satupun bisa berpikir sehat, tidak
satupun mempunyai nurani dan rasa Kasih  ???

Hebat sekali SANG Provokator (Provokator kah yang akan kita kambing hitamkan
?) bisa menggerakan massa sedemikian besar. Hebat, hebat. !!!

Soe

=========================
Puluhan Ribu Massa Berhadapan
Malam Ini, Halmahera Bakal Rusuh?
Reporter: Titis Widyatmoko
detikcom - Jakarta, Bentrokan berdarah mengancam Halmahera malam ini, Rabu
(29/12/19990. Sampai petang tadi sekitar 25 ribu warga Tobelo dengan senjata
terhunus sudah mengepung 10 ribu warga kawasan Galelo, Halmahera.

Menurut penuturan perwakilan warga Halmahera di Jakarta, Husein Al Ham sudah
sejak semalam, 25 ribu warga Kecamatan Tobelo yang mayoritas beragama
Kristen berjalan kaki menuju Galelo yang mayoritas penduduknya muslim. Jarak
keduanya sekitar 25 kilometer.

Gilanya, menurut Husein, aparat kepolisan yang semestinya menjaga keamanan
dikabarkan telah melepas baju dinas seragamnya, dan turut 'mengangkat
senjata' untuk bergabung dengan massa dari Tobelo.

Massa yang dikabarkan membawa semua membawa senjata tajam berupa pedang,
panah dan bom rakitan sempat membuat bentrokan di sepanjang perjalanan. Dari
beberapa kampung yang dilewati, dilaporkan telah timbul korban jiwa 60 orang
tewas dan 250 lainnya luka-luka.

Husein Al Ham yang didampingi Bambang Sumitro, adik tokoh Ambon Thamrin Amal
Tomagala mengkuatirkan apabila hal ini tak dihalangi akan terjadi bentrok
yang akan menimbulkan korban jiwa lebih besar.

Saat ini saja, dilaporkan jarak antara kedua kubu berkisar 10 km. Di pihak
massa Tobelo sebanyak 25 ribu orang dewasa sedangkan di pihak Galelo hanya
sebanyak 4000 orang, karena 6000 lainnya adalah anak-anak, wanita dan orang
tua.

Untuk itu, Husein Al Ham mengharapkan agar pemerintah pusat, petang ini juga
segera bertindak untuk hindarkan bentrokan yang lebih besar. "Kami sudah
berkoordiansi agar aparat menyediakan kapal perang untuk mengevakusi warga
di Galelo," kata Husein.

Menurut Bambang Sumitro, mereka semalam sudah bertemu dengan mantan Pangdam
Pattimura Suady Marasabessy, dan sore ini berniat bertemu dengan sosiolog
Imam B. Prasodjo.

Kirim email ke