>>(kalau berdasarkan teori Mardhika) lha dari dulu sudah ketahuan dia itu
>>"tuli
>>dan bisu" kok ngotot dipilih, sampai dibela belain pertumpahan darah
>>segala.
==========================
Ini adalah contoh bagaimana seorang berintelektual lebih, seorang yang
dipercaya rakyat, seorang pemimpin yang tidak dilengkapi dengan moral
didalam hatinya dalam berkata, berjanji dan bekerja.
Dulu berjanji, dijanjikan, dikatakan, pilihlah "ibu kita" ini karena beliau,
bla bla bla ... bleh bleh, berjuang DEMI rakyat dan UNTUK rakyat.
Eh sudah dipilih, dan ketahuan nggak bisa kerja (saya sudah menduga dari
dulu), rakyat yang disalahin, kenapa memilih "Ibu Kita", salah sendiri.
Kasihan rakyat sekali lagi kasihan, semoga mata rakyat bisa melihat, seperti
apa orang - orang yang mereka pilih dan puja-puja. NOL BESAR. Semoga "Ibu
Kita" ini juga punya mata hati bagaimana beliau dimanfaatkan habis-habisan
oleh orang - orang disekitarnya.
Saya sudah mencium bau busuk dari pemimpin - pemimpin dan orang - orang
sejenis ini, yang jika bicara akan berbohong, jika berjanji akan ingkar,
jika diberi amanah/kepercayaan akan berkhianat.
Karma akan terjadi.
Soe