In a message dated 1/13/00 1:29:43 AM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> He..he.. bung Irwan tulisan anda akhir akhir ini sudah tidak obyektif lagi.
Irwan:
Hmmm...mbak Yuni, sejak kapan ya tulisan/pendapat saya, saya
umbarkan sebagai sesuatu yg obyektif?....:)
Unsur subyektif dalam suatu komentar pribadi itu akan
selalu melekat. Karenanya saya ngga keberatan koq
komentar pribadi saya dibilang ngga obyektif karena memang
ada unsur subyektifnya.
> Saya tidak berminat untuk membela AR tetapi tulisan anda dan artikel yang
> postingkan dasarnya kurang kuat.
Irwan:
Namanya juga dugaan/perkiraan saya pribadi, jadi ya
masalah dasarnya kuat atau tidak yg relatiflah sifatnya...:)
> Ingat ketika saya mengometari posting anda
> tentang salah seorang pentolan Golkar yang masuk PDIP anda mencak mencak
> karena saya dianggap tidak obyektif, bagiaman dengan anda saat ini?
Irwan:
Oh ya? Saya pernah kasih komentar begitu?
Seingat saya tidak pernah saya mengomentari komentar
pribadi seseorang dengan kata2 tidak obyektif.
Anda jangan ngarang2 lho...:)
Silahkan forwardkan komentar saya tersebut, via japri saja
(via jarum juga ngga masalah sih).
> Okelah memang mungkin ada kemungkinan AR adalah kancil yang licik, akan
> tetapi
> terlalu berlebihan jika disertai kutipan bahwa AR menunggu GD kena stroke,
> apakah AR pernah mengucapkan demikian.
Irwan:
Weleh, yg nulis itu bukan saya. Itu judul berita yg
saya forwardkan dari satunet.com (media online seperti detik.com)
yg dikutip dari ucapan seorang antropolog.
> Memang banyak yang punya pikiran seperti anda terutama kalangan PDIP dan
> kelompok lain yang tidak suka AR, itu wajar, seperti anda menganggap wajar
> saya mencoba "mencaci maki"MS waktu itu, karena toh saya memang tidak suka
> MS.
Irwan:
Lho, koq tiba2 anda bawa2 "kalangan PDIP"?
Apa anda yakin pemberi komentar di satunet.com itu
adalah orang PDIP?
Apakah anda yakin saya orang PDIP?
Tapi yg jelas, rakyat Indonesia itu ada yg pro, kontra,
netral/ngambang (tergantung kasus per kasus)
terhadap Amien Rais.
Nah, antropolog yg kasih komentar itu saya ngga tahu
apakah dia pro, kontra, atau golongan pengamat yg netral/ngambang
atas tindak tanduk Amien Rais.
> Masyarakat yang mana???
Irwan:
Masyarakat yg tahu kancah politik. Masyarakat yg
mengikuti sepak terjang Amien Rais sejak jaman
demo2 mahasiswa dulu, dll
Irwan:
> > Saya yakin, mayoritas rakyat akan lebih membela kebenaran,
> > mayoritas rakyat akan berdiri bersama Gus Dur membenahi
> > Indonesia yg dalam kondisi porak poranda ini dan terus2an
> > digoyang oleh pihak2 oportunis & pihak2 bengis.
Yuni:
> Kebenaran serta mayoritas yang mana??? bukankah anda lihat sendiri
bagaimana
> nasib Aceh dan Ambon, apa yang diperbuat GD????Apa sih yang diperbuat GD
> untuk
> memperbaiki kondisi Ina???kecuali dia hanya main utak utik menteri
> menterinya
> copot sana copot sini, bubarin departemen, hasil apa lagi yang diperbuat
> oleh
> GD??
Irwan:
Weleh, emangnya mbak Yuni kira Gus Dur mendapat warisan Aceh dan Ambon
dalam kondisi aman tentram sejahtera?
Apa anda tutup mata terhadap warisan yg diterima oleh Gus Dur dari
pemerintahan
sebelumnya adalah amat sangat hancur lebur parahnya?
Hehehe....saking bingungnya saya nyari istilah yg tepat untuk warisan yg
ditinggali
oleh rejim terdahulu. Pada ngga sadar khan dengan ini semua?
Apa anda pikir Gus Dur kemarin keliling dunia bukan untuk Indonesia, bukan
untuk
menjaga agar Aceh tetap menjadi bagian Indonesia? Mbak Yuni kemana aja sih
selama ini....:)
Main utak atik menteri?
Lha, didiemin kabinetnya, eh dikomentarin kabinetnya lambat lah mengatasi
masalah
yg ada. Mau diganti/reshuffle, eh pada protes. Lihat tuh gimana Amien Rais
kepanasan
ketika isu reshuffle kabinet naik kepermukaan sampai2 Amien Rais kasih
komentar kalau
GD main geser2, maka hati GD bisa kena geser (detik.com). AR itu ketua MPR
atau preman
sih sebenarnya....hehehhehe.
Oh ya, mbak Yuni udah baca fwd tulisan rekan saya yg di SWA? Coba deh baca
lagi
dan moga2 bisa nangkap bahwa loyalitas kepada pimpinan itu diperlukan sebagai
salah satu
syarat untuk berhasilnya suatu kabinet.
Soal Ambon yg sulit diamankan?
Coba deh tanya tuh sama pimpinan TNI (saya lupa namanya) yg berani menyatakan
bahwa
presiden bukan panglima tertinggi TNI. Dan ini yg tampaknya diartikan oleh GD
sebagai
pembangkangan TNI. Makanya isu Wiranto akan digeser dari kabinet mencuat ke
permukaan.
Pangab pun isunya akan diganti.
Dengan masih adanya petinggi2 TNI yg membangkang terhadap pemerintahan yg sah,
jelas akan sulit buat GD untuk bertindak cepat mengatasi keamanan di Ambon.
Belum lagi kuatnya dugaan peristiwa Maluku ini memang dikompori dari Jakarta.
Apakah mbak Yuni perhatikan, kasus Ambon memanas lagi justru setelah isu
Wiranto
akan digeser dari kabinet mencuat kepermukaan?....:)
> Kalau GD itu bisa digoyang berarti dia itu tandanya bukan pemimpin yang
> handal, kalau memang dia itu pemimpin yang handal, maka dia itu tidak akan
> goyah.
Irwan:
Lho, koq bukannya mikir kenapa harus digoyang?
Emangnya salah apa sih GD sehingga harus digoyang?
Kalau digoyang2 sama pengacau/pemberontak sih saya maklum.
Tapi kalau yg goyang2 itu ketua MPR, apa ini bukannya aneh jadinya?
Kalau goyang karena denger musik dangdut mah saya mau juga ah ikut goyang.
Tapi kalau goyang2 demi kepentingan lain yg malah bisa membuat susah bangsa,
saya ogah....:)
Irwan:
> > Rakyat bersatu akan sikat habis provokator perusak bangsa.
Yuni:
> Lagi lagi rakyat, rakyat yang mana??? Anda yakin anda sendiri bukan
> provokator??? atau mungkin anda ini termasuk penganut fanatisme buta
Irwan:
Ya jelas dong rakyat yg ngga mau dirusak keutuhan bangsanya.
Masak beginian aja perlu dikasih tahu sih, mbak?
Saya provokator?...:)
Hehehehe....saya memang provokator. Saya memprovokasi rakyat (paling
tidak anggota milis ini yg baca) agar membabat habis provokator yg mau bikin
bangsa terpecah belah.....:)
Saya fanatisme buta?
Ya, saya memang fanatik sekali menjaga persatuan bangsa. Saya memang
fanatik sekali membela kesejahteraan rakyat kecil. Mau dibilang fanatisme saya
buta, ngga masalah....:)
Yuni:
> Kalau memang itu strategi AR, saya kira tidak ada salahnya wajar wajar
saja,
> namanya juga dunia politik. Orang mana sih yang nggak mau jadi presiden???
> Lagi pula apa salahnya ia mengincar untuk masuk, kalaupun toh tidak ada
> tokoh
> lain yang dianggap mampu, apa Ms mau dijagoin lagi???
Irwan:
Silahkan saja, mau menghalalkan segala cara juga silahkan.
Makanya anda ngga perlu dong batas2in orang yg ngasih peringatan
akan adanya usaha2 tersebut. Cukup fair khan?...:)
Artikel:
> >> Analisa itu disampaikan ahli antropologi UI Prof Dr James
> Danandjaja kepada satunet.com Rabu, saat menilai keanehan
> kasus Maluku dengan kekerasan serta jatuhnya ribuan nyawa
> manusia secara berlarut-larut. Bahkan ketika Jakarta sudah
> campur tangan pun, peristiwa itu tidak kunjung mereda.
Yuni:
> Jangan mentang mentang dia ahli antropologi, berarti dia bisa baca pikiran
> orang. Lagi pula ini cuma analisa seseorang dan dari namanya saya kira dia
> orang yang bertentangan agamanya dengan AR, saya kira analisanya itu wajar
> wajar saja.
Irwan:
Jangan mentang2 namanya Yuni, berarti anda bisa baca pikiran orang
(lihat kembali komentar anda di awal...hehehehe).
Yang namanya analisa itu bukan berita yg sudah terjadi. Jadi, letakanlah
suatu analisa sebagai analisa. Beres khan?....:)
Ngomong2, koq tiba2 ditarik ke perbedaan agama sih?
Apa mbak Yuni ngga ngikutin komentar orang2 yg seagama dengan AR
yg senada dengan analisa di atas?
Artikel:
> > Dalam kaitan itu ia menyesalkan Amien sebagai seorang
> politisi senior dan Ketua MPR justru memanfaatkan isu
> pembantaian Maluku untuk menaikkan popularitas dirinya.
> �Amien Rais itu perlu dicurigai. Dia seenaknya saja
> mengajak
> orang-orang di Jakarta ini untuk berjihad ke Ambon. Belum
> tentu dia berbuat untuk kepentingan bangsa,� ucap James.
Yuni:
> Itu yang nggak benar, Si James itu nggak ngerti agama Islam kok main cap
> orang
> lain seenaknya kayak gitu. Dari mana ia tahu bahwa belum tentu untuk
> kepentingan bangsa, apa dia itu bisa baca pikirannya AR, siapa tahu yang
> diotak AR justru kebangsaannya lebih kental dari pada Ms yang dibanggakan.
Irwan:
Jangan mentang2 namanya Yuni, berarti dia bisa baca pikiran Amien Rais....:)
Lha sama2 ngga tahu apa yg ada diotaknya Amien Rais koq pada rame...hehehe.
Tapi yg jelas, bukan dalam artikel di satunet.com itu saja orang2 menyayangkan
sikap Amien Rais yg tidak mencerminkan posisinya yg sebagai ketua MPR.
Sebagai seorang ketua MPR, seharusnya dia mengayomi seluruh rakyat Indonesia
dan
tidak memihak. Sebagai seorang ketua MPR, seharusnya AR bisa menenangkan
massa dan bukan membakar massa apalagi mengucapkan kata2 yg bisa malah
memperkeruh suasana/permasalahan.
Yuni:
> Lagi pula justru si James ini yang justru Provokator, anda baca sendiri
> khan
> bahwa dia mengajak orang lain untuk mencurigai AR.Lagipula masalah jihad
> bukan
> masalah enteng bung Irwan. Lagi pula mereka meneriakkan jihad karena sudah
> terbukti banyak korban bergelimpangan, dan GD cuma seenaknya saja
> menyerahkan
> masalahnya kewarga setempat. Penyelesaian yang ditawarkan GD inikah yang
> terbaik menurut anda??
Irwan:
Konotasi yg saya tangkap atas ajakan "jihad" yg diteriak2an tersebut
adalah ajakan perang fisik terhadap suatu kelompok di Ambon
(silahkan saya dikoreksi kalau salah tangkap).
Nah, kalau sudah berupa ajakan perang (fisik), apa anda pikir akan
menyelesaikan
masalah? Kita ngomong realistis saja deh.
Lah TNI yg notabene bersenjata numplek disana aja belum bisa menyelesaikan
masalah
pertikaian. Trus, dimana dong logikanya "jihad" ini akan menyelesaikan
masalah?
Catatan: ini diluar pemikiran bahwa adanya aparat TNI yg ternyata terlibat
(tidak netral)
lho dalam peristiwa Maluku.
Soal TNI, lihat lagi kejadian2 yg ada di tanah air. GD akhir2 ini lagi
mencoba membersihkan
TNI dari pembangkang2 negara. Sebentar lagi saya lihat akan bersih....:)
Nah, kalau sudah dibersihkan, soal Ambon saya yakin akan dengan cepat bisa
diamankan.
Soal selesai atau ngga nya ya jelaslah tergantung dari masyarakatnya sendiri
disana.
Ngomong2, anda tahu ngga kalau sebenarnya masalah Ambon ini sudah dimulai
sejak 10 tahun lalu.
Saya punya tulisannya. Belum saya forwardkan ke milis ini, karena kemungkinan
bisa bikin sebagian rekan2 akan susah melihat fakta yg sebenarnya terjadi
disana.
Artikel:
> Secara sepihak ahli folklore Indonesia itu memberi julukan
> kepada Amien sebagai, "Kancil yang licik," dengan alasan
> telah memperalat agama untuk kepentingan pribadi dan
> kelompoknya. �Masalah agama 'kan paling efektif dan
> sensitif,�
> tuturnya.
Yuni:
> Orang dari dulu senantiasa menggunakan tuduhan yang sama, yakni
menggunakan
> agama sebagai alat. Memangnya tidak akan pernah ada orang yang benar benar
> ingin memperjuangkan agamanya, apakah semuanya itu dianggap memperalat
> agama??Sepertinya masalah niat memperalat atau bukan itu bukan urusan James
> atau siapapun di dunia ini, kecuali yang bersangkutan dengan Tuhannya.
Irwan:
Lho, memang benar koq banyak orang yg menggunakan agama sebagai alat
(memperalat agama), dan ini ngga cuma di agama Islam saja tapi juga di
Kristen.
Ada dua jenis, yaitu orang2 yg menggunakan agama untuk tujuan kebaikan
ada juga yg tujuannya untuk hal2 yg buruk.
Untuk tujuan kebaikan juga dibagi dua, ada yg untuk kebaikan kelompok tertentu
(kelompoknya saja), ada yg untuk kebaikan umat manusia secara menyeluruh.
Nah, ya untuk kebaikan kelompok tertentu ini bisa mempunyai dua akibat:
pertama adalah kelompok lainnya tidak berdampak apa2 dan kedua adalah
kelompok lainnya dirugikan.
Silahkan direnungkan/dipikirkan....:)
Yang jelas, emang salah satu fungsinya agama koq untuk dijadikan alat.....:)
Yuni:
> Selama
> yang bersangkutan melakukan tindakan yang sesuai dengan garis agama, maka
> tidak perlulah kita mempertanyakan apa maksudnya dia.
Irwan:
Perlu dilengkapi dengan perkataan "selama tidak menggangu kepentingan atau
keamanan orang/kelompok lain."
Mbak Yuni setuju ngga dengan tambahan saya ini?....:)
Kalau setuju, terus coba deh lihat kembali situasi yg terjadi.
Yuni:
> Coba kalau ada orang
> yang berangkat ibadah katakanlah ke gereja hanya sekedar pamer supaya
> dikatakan dia rajin ke gereja, apakah akan dihentikan oleh jemaah gereja,
> bahwa ia tidak boleh kegereja karena niatnya tidak tulus???
Irwan:
Selama dia tidak mengganggu atau membahayakan orang/kelompok lain yg
ngga masalah. Yang jelas, orang itu khan ngga bisa melarang orang lain untuk
tidak mengomentari atau punya pikiran terhadap dia akibat ulahnya khan?....:)
Artikel:
> James menduga, motif utama Amien Rais itu tak lain adalah
> ingin menjadi presiden. Dengan membentuk Poros Tengah,
> motivasinya tidak lain adalah untuk menjadi presiden.
> �Dia itu
> pintar. Tapi, belakangan dia panik karena suara yang
> didapat
> partainya kecil. Gus Dur menjadi presiden itu atas jasa
> dia,�
Yuni:
> Tuh kan dia mengakui Ar pintar. Lagi pula ia khan hanya menduga motif AR ,
> bukan ucapan AR sendiri. Dugaan dugaan spt itu dalam kancah politik adalah
> wajar, apalagi jika dilontarkan oleh musuh politik..oh.itu wajar sekali.
Irwan:
Hahaha....tanpa anda jelaskan, pembaca juga ngerti koq kalau itu dugaan
antropolog. Namanya juga tulisan analisa.
Nah, khan lagi2 anda menyatakan diri punya kemampuan membaca orang?
Sejak kapan anda tahu bahwa antropolog ini adalah musuh politik AR?
Apa setiap orang yg mengkritik lalu otomatis dikategorikan lawan politik?
Hehehehehe....mbok ya coba lebih diperhatikan lagi cara narik kesimpulannya.
Faisal Basri yg sama2 anggota PAN pernah juga mengkritik Amien Rais.
Apa terus anda langsung kategorikan Faisal Basri sebagai lawan politik
AR?...:)
Artikel:
> kata James. �Tapi, itu bukan untuk kepentingan bangsa dan
> negara, melainkan untuk kepentingan dia.�
Yuni:
> Hm.....bagaimana di tahu itu bukan kepentingan bangsa?????Rupanya dia itu
> para
> normal ya??????
Irwan:
Ngga terlalu beda lah dengan mbak Yuni. Sama2 pernah
belajar jadi paranormal ya....hehehehe.
Artikel:
> Dijelaskannya, karena kondisi kesehatan Gus Dur yang
> kurang
> prima lantaran pernah mengalami stroke, diramalkan Gus Dur
> tidak bertahan lama. �Nah, Amien ingin masuk ke situ,�
> tambah James dengan penuh keyakinan. �Sekarang, ketika
> ada lowongan, dengan adanya ramai-ramai soal Ambon, dia
> masuk ke dalamnya.�
Yuni:
> AR itu khan sudah berpengalaman penggalangan massa, seperti halnya ketika
> masa
> masa kejatuhan Suharto, maka wajar dong kalau dia bertindak yang sama jika
> presiden nya yang sekarang ini cuma bisa berkelakar.
Irwan:
Hahahaha....saya yakin ada rekan2 yg kalau ngikutin sepak terjang Amien Rais
semasa Soeharto dulu akan terbahak2 membaca komentar anda di atas.
AR berpengalaman dalam penggalangan massa???...hehehehehe
Kalau anda tulis, AR berpengalaman dalam memanfaatkan massa yg berkerumun,
nah baru deh saya dukung 100%.....:)
Artikel:
> Seharusnya sebagai Ketua MPR RI Amien Rais harus
> bersikap hati-hati. Kalau dia ikut terlibat dalam aksi
> sejuta
> umat, menurut James, Amien tidak lain hanyalah seorang
> oportunis. �Pemimpin seperti ini agak berbahaya. Saya
> menilainya seperti kancil. Tapi bukan kancil yang cerdik,
> melainkan kancil yang licik,� kata James.
Yuni:
> why not?????Apakah salah jika ia meneriakkan jihad berdasarkan kapasitasnya
> sbg orang Islam, toh mungkin saja ia beranggapan bahwa sekarang ini kedaaan
> darurat, tidak bisa lagi menunggu acara formalitas dan tata krama
Indonesia.
Irwan:
Memang tidak salah. Hanya saja dimata orang yg melihat dan melihat jihad
bukanlah jalan keluar yg terbaik dalam kasus Ambon akan melihat tindakan
AR kurang bijaksana khususnya tindakan yg mendukung dilakukan jihad.
Tentunya, orang2 yg setuju jihad akan mendukung tindakan AR.
Perbedaan pendapat masih boleh khan di negeri ini?...:)
Yuni:
> Mungkin ia berpikir ini masalah nyawa saudara seiman bung........yang
> nilainya
> tentu lebih tinggi dari pada sekedar tali persaudaraan sebangsa.
>
> Hm.......ada kemungkinan juga si James sakit hati karena calonnya tidak
goal,
>
> kemudian sakit hati karena AR berada di atas angin lagi.
Irwan:
Tuh khan, apa saya bilang di atas. Jangan mentang2 namanya Yuni,
berarti bisa baca pikiran orang lain.
Saya perhatikan anda senang kasih komentar yg sama terhadap antropolog
tersebut, tapi sayangnya anda melakukan hal yg sama dengan menilai dia.
Ini namanya bisa dikategorikan sikap anda itu tidak konsisten kalau tidak bisa
dibilang munafik....:)
Yuni:
> Lagi pula itu khan
> hanya penilaian dia, apa sih pengaruhnya penilaian si James itu????
Irwan:
Pengaruhnya?
Paling tidak membuat anda gatal untuk kasih komentar....hehehehe....:)
Artikel:
> Menurut dia, tak ada suku bangsa di mana pun yang suka
> berkelahi. Hanya saja, keadaan di Indonesia sekarang ini
> memang sedang aneh, terutama sejak euforia politik yang
> tidak terkendali. �Kita mengalami masa anomi, dulu biasa
> diatur, tiba-tiba dilepas. Bahkan persoalan HAM yang
> substansinya baik, membuat polisi dan tentara
> kebingungan,�
> ungkap James, penulis buku Folklore Indonesia.
Yuni:
> Ha..ha.. kok penilaiannya ttg Ina sedangkal itu, tidak sama dg penilaiannya
> ttg AR yang sepertinya sok tahu seperti juru ramal. Gampang sekali ia hanya
> berkomentar keadaan di Indonesia itu aneh..hm......
Irwan:
Saya ikutan ha..ha..juga deh....:)
Kebetulan pandangan antropolog itu tentang Indonesia bukanlah
pandangan yg pertama karena memang sebelumnya sudah banyak
yg punya komentar senada.....hehehehe. Anda kemana saja selama ini?...:)
Artikel:
> Sekarang, katanya, masalah yang terjadi di Ambon
> berpotensi
> terjadi di Jakarta, karena masalah agama sedang
> dibakar-bakar. �Untung presidennya orang baik dan cukup
> berwibawa. Meskipun Gus Dur itu kiai, tapi dia tidak
> mementingkan agama, melainkan mementingkan kebenaran,�
> ujar James.
Yuni:
> Oalah ini jelas menghina agama, agama manapun. Bagaimana ia bisa mengatakan
> bahwa GD itu mementingkan kebenaran tetapi bukan agama, apakah agama itu
> dinilai bukan kebenaran. Apa agama itu cuma bohong bohongan atau istilah
> jawanya kembang lambe???Kalau agama bukan kebenaran, bagaimana mungkin bung
> Irwan bisa taat kepada agama anda???
Irwan:
Kebenaran dalam agama saya yang Kristen, belum tentu merupakan kebenaran
dalam agama mbak Yuni yang Islam.
Kebenaran yg sifatnya universal, biasanya sih dibenarkan juga dalam agama
(hhehehehe....namanya juga udah universal, berarti memang kebenaran
yg bisa diterima banyak pihak).
Nah, GD ini dinilai antropolog itu lebih mementingkan kebenaran yg sifatnya
universal. Padahal, kalau saya amati ucapan2 GD, apa yg dia lakukan itu
semuanya tetap mengacu pada agamanya yang Islam. Hanya saja memang
ada kelompok2 yg tertentu yg bisa punya pandangan yg tidak sama dengan GD.
Ya, wajar lah. Orang Kristen pun juga bisa punya pandangan yg berbeda
tentang satu ajaran dalam Alkitab. Padahal kitab yg dipakai sama.....:)
Hal ini tergantung bagaimana kita menginterpretasikannya dalam kehidupan.
Artikel:
> Manuver yang dilakukan Amien beberapa hari terakhir ini
> dinilai
> James memperlihatkan kepentingan pribadinya. �Dia merasa
> paling penting, misalnya dengan mengatakan bahwa naiknya
> Gus Dur menjadi presiden adalah berkat Poros Tengah, dan
> itu
> tidak lain adalah karena jasanya,� kritik James.
Yuni:
> Apakah itu diucapkan langsung oleh AR???
Irwan:
Mbak Yuni mbok ya kalau baca artikelnya itu rada teliti.
Khan udah jelas2 ditulis "dinilai James". Itu artinya adalah pendapat
atau opini atau penilaian James, bukan diucapkan langsung oleh AR.
Artikel:
> �Seharusnya, kalau benar Amien ingin membantu
> menyelesaikan persoalan Ambon, dia bisa menghadap Gus
> Dur. Itu kan lebih efektif. Dia bisa bertemu Gus Dur dan
> memberitahu jalan keluarnya, bukan ikut ramai-ramai di
> Monas. Seharusnya Amien ikut menenangkan massanya,
> bukan mengajak jihad ke Ambon,� sesalnya.[anr]
Yuni:
> Apa salahnya mengajak jihad???Lagipula posisi AR khan secara formalitas
> lebih
> tinggi daripada presiden, ngapain si AR itu menghadap GD, apa kurang
> kerjaan????
Irwan:
Kalau gitu, khan bisa panggil presiden untuk dimintai keterangan?
Saya yakin GD ngga keberatan datang ke MPR.
Ngomong2, apa AR tahu bahwa MPR itu bukan dia seorang tapi ada
lebih dari 900 orang lainnya?
Yuni:
> sorry.......sekedar iseng.......
>
Irwan:
Weleh, iseng toh rupanya. Saya kirain serius....hhehehehe.
Ya sudahlah, sudah terlanjur ngetik, sayang kalau ngga dikirim....:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu