Yang Hadir Cuma 2000 Orang
Aksi Solo Diboikot Amien Rais?
Reporter: Blontank Poer
detikcom - Jakarta, Dari Lapangan Kotabarat, Solo dilaporkan, hingga pukul 09.30 WIB, Rabu (19/1/2000) massa belum tampak memadati lokasi apel solidaritas Ambon yang digelar Forum Komunikasi Umat Islam Surakarta. Dari 15 ribu massa yang direncanakan akan hadir, baru tampak sekitar 2000-an orang. Diperkirakan, hingga aksi berakhir, jumlah massa akan tetap pada angka itu.
Sepinya aksi massa Islam itu, barangkali merupakan wujud kepatuhan wong Solo pada Ketua PAN yang juga Ketua MPR Amien Rais. Dalam acara Tabligh Akbar PAN yang diadakan di Gedung Batari, Jl. Slamet Riyadi, Solo, pada 20.00 WIB Selasa (18/1/2000), Amien menghimbau umat Muhammadiyah dan PAN agar tidak menghadiri aksi memperingati setahun tragedi Ambon.
Bisa jadi, karena himbauan Amien itu, massa Muhammadiyah tidak jadi mengerahkan massa ke aksi tersebut. Terbukti, murid-murid sekolah-sekolah Muhammadiyah yang sedianya diliburkan untuk dimobilisasi dalam aksi itu, ternyata hari ini tetap masuk sekolah.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi lapangan masih terlihat lengang. Massa masih bergerombol di tepi-tepi jalan sekitar lapangan. Kecuali suara pembacaan ayat-ayat Quran dari kaset, panggung masih terlihat kosong. Belum ada orasi-orasi. Beberapa tokoh dari Jakarta yang direncanakan hadir, seperti KH Abdul Qadir Jaelani juga belum terlihat di lokasi.
Sementara situasi kota secara umum normal seperti biasa. Toko-toko tetap buka dan anak-anak sekolah tetap belajar seperti biasa. Bila ada yang tampak beda, itu karena sejumlah aparat berjaga di titik-titik tertentu.
Di Pasar Klewer misalnya, terlihat aparat Dalmas bersiaga. Satu truk Brimob juga disiagakan di sekitar Kompleks Pertokoan Singosaren. Yang menarik, Gereja Gendengan, sebuah gereja Katholik dekat lapangan lokasi aksi, dijaga oleh anak-anak muda satgas Majelis Tafsir Quran (MTA).