Dear all.
Experience is the best teacher.
Menunjuk pengalaman masa2x pemerintahan
dulu, biasanya apa yg dibantah pejabat
malah makin terjadi. Makin keras ngebantahnya,
makin besar juga kemungkinan terjadinya..
Akhir2x ini misalnya, beberapa pejabat
(sipil/militer) bersikeras membantah tidak
adanya kemungkinan kudeta. Tapi fakta2x
yg terlihat justru berkata sebaliknya.
Sosial.
"Amien Rais and the Gank" memobilisasi
(1 juta??) muslim di lapangan merdeka.
Kerusuhan sosial di maluku (lagi.??)
Makassar, Mataram. Belum lagi Aceh dan
Papua.
Ekonomi.
Indeks Saham Gabungan turun hampir 15% dalam
2 minggu terakhir (benar nggak mas Irwan..??)
Rupiah melemah, serta hutang yg nggak kunjung
lunas.
Militer.
Marinir, Brimob, Kostrad, serta pasukan2x
dari kodam "setia" pada presiden dikirim ke
daerah2x bergolak. Mana kopassus..???
Sedang "bersiap" tentunya..
Politik.
Lambatnya Mega serta menurunnya popularitas
Gus Dur akhir2x ini. Naiknya popularitas
kiai2x islam, terutama setelah peristiwa
Ambon. Dukungan ini diarahkan utk menjatuhkan
RI-1.
So, berita kudeta bukan omong kosong kan..??
Soal mau diasingkan dunia luar, itu soal
nanti. Toh Taliban, Pakistan, Iran,
China (sekarang udah nggak..)masih
survive tanpa bantuan luar. Itung2x
nggak perlu bayar utang yg aujubilah
banyaknya...
Ada yg mau counter-analisis..??
TJ
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com