Kepada Marzuki Darusman, Yusril Ihza Mahendra dan Hasballah Saad kita memang
bisa bertanya banyak hal. Misalnya, soal hubungan sipil-militer, faktor
militer dalam politik pemerintahan Gus Dur. Selama ini Jenderal Wiranto
banyak disorot orang, bahkan diprediksi bakal jadi terdakwa di kursi
pesakitan. Begitu juga dengan mantan-mantan pejabat tinggi sipil maupun
militer yang saat ini masih berkeliaran bebas. Apalagi para konglomerat yang
berada di luar negeri yang berharap perlindungan hukum dari pemerintah RI.
Contohnya Oom Liem. Kalau kasus Edy Tanzil cs lain lagi, ini mah koruptor
yang sudah diputuskan bersalah tapi 'bebas'. Kasus-kasus dugaan KKN yang
melibatkan nama-nama Tommy, Bambang, Tutut, apakah sudah beres semua?
Berat memang Marzuki Darusman Cs. Walaupun dia tidak "diadili pers dan
publik" seperti Jenderal Ghalib yang gagal memeriksa dan mengadili Soeharto,
beban Marzuki Cs tetap lah berat.
Soal-soal di atas melengkapi pertanyan sebelumnya: mempertanyakan soal
koruptor, nasib Pak Harto dan Pak Habibie, isu Aceh, dan pelanggaran HAM di
Indonesia lain-lainnya. Seberapa jauh kehebatan Tiga Pendekar Hukum dari
Kabinet Gus Dur-Megawati ini? Kata orang, Marzuki, Yusril dan Hasballah ini
hebat-hebat lho...
salam,
penyimak pinggiran
###
,In a message dated 01/24/2000 6:50:28 PM !!!First Boot!!!,
[EMAIL PROTECTED] writes:
<< Kesempatan yang baik untuk menambah wawasan.
Mahendra wrote:
----------------
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari
di - Tempat
Bersama ini dengan hormat disampaikan bahwa Duta Besar RI untuk Amerika
Serikat mengundang Bapak/Ibu/Saudara/ Saudari pada :
Hari/Tanggal: Selasa, 25 Januari 2000
Waktu : 19.00 s/d selesai
Tempat : R. Garuda, KBRI Washington, D.C., 2020 Massachusetts
Avenue, N.W. Washington, D.C., 20036
Acara : Tatap Muka dengan Jaksa Agung, Marzuki Darusman;
Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Yusril Ihza
Mahendra; dan Menteri Negara Urusan HAM, Hasballah Saad.
>>