> >From: "Wisnu Pramudya" <[EMAIL PROTECTED]> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] > >To: [EMAIL PROTECTED] > >Subject: [kibar] Laporan Kunjungan GD di London > >Date: Wed, 02 Feb 2000 11:20:08 GMT > > > > > >BBC Bristol = Baca Berita Cara Bristol > >//BBC Bristol adalah kantor berita swakarsa yang terbit seperti TEMPO. > >Tempo-tempo terbit, tempo-tempo tidak. Isinya berupa ulasan segar atas > >berbagai peristiwa baik yang terjadi di UK maupun di tanah air. Semoga > >bermanfaat.// > > > >Tak Ada Dialog, yang Ada Banyolan Monolog > >Presiden: �Organisasi yang memakai kata Islam harus dicurigai� > > > >BBC Bristol--London, 1 Pebruari 2000 > >Banyak di kalangan masyarakat Indonesia yang hadir dalam temu muka dengan > >Presiden Abdurrahman Wahid (PAW) yang merasa kecewa. Sebab, sudah >jauh-jauh > >datang, acaranya molor dan tidak ada dialog. Yang ada hanya monolog PAW > >yang > >dari awal sampai akhir berisi guyonan. Sebuah gaya komunikasi politik >yang > >paling konsisten dari Presiden RI keempat ini. > >�Tahu begini aku nggak datang,� kata dr. Abu Thalib, wong NU dari >Bristol. > >�Tadi di dalam, waktu makan siang bersama undangan khusus juga cuma > >bercanda. Presiden bicara sendiri terus,� kata Taufik Wijaya, Ketua KAMMI > >dan PK di UK. Beberapa menit sebelum acara, Press Officer Presiden Wahyu > >Muryadi berkali-kali meyakinkan BBC Bristol dan wartawan lain bahwa akan > >ada > >dialog. > >Namun dengan alasan waktu yang terbatas, PAW mengumumkan tidak ada tanya > >jawab. Ia harus bertemu dengan PM Tony Blair pukul 14.30. Padahal waktu > >baru > >menunjukkan pukul 13.30. Paginya, ia telah bertemu dengan Menlu Inggris > >Robin Cook. > >Di dalam tenda putih lengkap dengan pemanas udara, PAW berbicara sekitar >7 > >menit di depan 200 orang masyarakat Indonesia di Inggris. Ia menyampaikan > >sebuah pesan, sebuah kesan dan banyak guyonan. > >Pesannya berupa imbauan agar pelajar Indonesia berterima kasih kepada > >pemerintah Inggris. Karena menurutnya pemerintah Inggris yang telah > >bersikap > >bijak terhadap pelajar-pelajar Indonesia. Yakni dengan menyesuaikan kurs > >Poundsterling dengan yang berlaku di Indonesia di masa krisis melanda >tanah > >air (?). > >Sedangkan kesannya, berupa penghargaan kepada bangsa Inggris yang > >menurutnya > >sangat menjunjung tinggi toleransi. Beberapa tahun sebelum jadi presiden, > >ketika diundang pemerintah Inggris berkunjung ke negeri itu, ia mengaku > >kagum. Soalnya di pemerintahan kotapraja London dan Birmingham terdapat > >orang-orang keturunan Pakistan dan India yang juga jadi member of >council. > >Kasus Salman Rushdie juga disebutnya. Betapa pemerintah Inggris bisa > >memahami kemarahan ummat Islam, tapi tetap mempertahankan kebebasan >Rushdie > >menerbitkan buku. Di sini PAW tidak menyebut, bahwa pelarangan buku juga > >pernah terjadi di Inggris waktu subjek tulisan sudah menyentuh skandal > >keluarga kerajaan. > >Sisa pembicaraan PAW berupa nostalgia film dan buku Inggris, serta >guyonan. > >Nampaknya tak penting apakah benar-benar lucu atau tidak, pokoknya >guyon. > >Misalnya tentang kamar hotel. �Saya di antar anak saya ke kamar mandi > >hotel,� katanya, �Wah kok besar sekali ya. Makanya pangeran-pangeran Arab > >suka sekali ke Inggris. Soalnya kamar mandinya dan kamar tidurnya > >besar-besar. hehe... Jadi kalau Pak Hikam (Menristek AS Hikam yang ikut > >dalam rombongan) nanti sering ke London ya kita tahu alasan utamanya. > >hehe..� Buat wartawan yang biasa meliput PAW sebelum jadi presiden, > >guyonannya biasa lebih vulgar dari itu. > >Selain menyentil �pangeran Arab� PAW juga mengejek Kedutaan Iran. > >Menurutnya, sejak ia jadi �satu-satunya pemimpin Muslim di dunia yang > >membela hak Salman Rushdie menerbitkan buku� ia tak pernah lagi diundang > >Kedutaan Iran. �Ya biarin. Ngapain juga sih.. wong di Iran juga nggak ada > >apa-apanya..� katanya disambut gerr hadirin. > >Hal lain yang disentil musuh politik bebuyutannya, ICMI. �..Jadi saya > >sampaikan kepada teman-teman ICMI, bahwa nilai Islam itu ada pada nurani > >dan > >tindakan. Bukan pada institusi-institusi,� katanya. Makanya, menurut PAW, > >kalau ada organisasi yang memakai nama Islam harus dicurigai. Demikian ia > >menutup pembicaraannya. > >Begitu selesai, PAW langsung berdiri dan dituntun kembali masuk ke ruang > >dalam Wisma Nusantara. Press Officer Presiden, Wahyu Muryadi (bekas > >wartawan > >TEMPO), segera berdiri di depan meja yang beberapa detik lalu dipakai >PAW. > >Ini prosedur standar protokoler untuk mengantisipasi kalau-kalau ada > >hadirin > >yang nekat meneriakkan satu dua pertanyaan. > >Selain AS Hikam, Presiden juga didampingi bekas Menteri Perindustrian >Frans > >Seda. Ada juga Menhutbun Nur Mahmudi Ismail yang duduk-duduk santai di > >antara hadirin, sebelum temu muka dimulai. Pemimpin buruh sosialis >Mukhtar > >Pakpahan juga ikut dalam rombongan. Dari London, keesokan harinya, > >rombongan > >berangkat ke Prancis dan Belanda melanjutkan perjalanan ke 13 negara itu. > > > >catatan kaki: > >Dipikir-pikir, kalau seorang Presiden lebih suka monolog guyon daripada > >mengajak warganya prihatin dengan keadaan tanah air, mendingan Butet > >Kertaredjasa yang jadi Presiden. Pasti lebih lucu. --------------------------------------------------------- ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
