Dear teman-teman,

Let us picture Indonesia for a moment.  Apa yang kita saksikan? Hingga hari
ini, theme yang paling aktual adalah konflik.  Konflik ini bermacam-macam
modelnya, mulai dari konflik fisik, konflik kekuasaan, konflik ideologi,
konflik interest, konflik agama, konflik etnik, you name it.... semuanya
tentang konflik.

Jika dicermati, sumber dinamika organisasi negara Indonesia, disukai atau
tidak, saat ini adalah konflik.  Hanya konflik yang menghidupkan interaksi
antara pemerintah dan rakyat, atau rakyat dan rakyat. Hanya konflik yang
menyadarkan manusia Indonesia bahwa ada horison di antara mereka.

Plato dalam bukunya "the Republic" menulis bahwa kebanyakan manusia melihat
permasalahan dalam gelap dan memecahkan masalah dalam gua yang terbatas dan
suram.  Melanjutkan tulisan Plato, Morgan's "Organization" (1992)
menganalisis bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk mencermati masalah
dan menetapkan solusi yang deterministic.  Mereka mengamati masalah dalam
keterbatasan mereka, termasuk keterbatasan informasi dan keterbatasan daya
analitical. Akibatnya, yang mereka hasilkan adalah permasalahan baru yang
dapat membawa pada konflik yang lebih berbahaya.  Kegelapan tidak memberi
kesempatan pencerahan dan tidak memberi peluang mempertimbangkan alternatif.
Kegelapan mengarahkan manusia pada kehancuran.

Upaya memecahkan konflik hasilnya menciptakan konflik baru. Itulah picture
metaphor Negara Indonesia saat ini. Hal paling urgent dilakukan adalah
mengeluarkan diri pada the notion of conflict cycle. Harus kita pikirkan
bahwa konflik bukanlah sumber dinamika organisasi. Harus ada perubahan pola
berpikir: bahwa kita tidak sedang menyelesaikan konflik-konflik sosial dan
politik tetapi kita sedang menata struktur sosial dan politik yang dapat
berfungsi menggerakkan aktivitas pertumbuhan dan perkembangan yang telah
mengalami stagnasi.

Negara Indonesia sebaiknya di metaphorakan sebagai kebun yang butuh
perawatan karena musim kering atau musim hujan yang berkepanjangan, atau
sebagai mesin yang membutuhkan minyak atau service setelah tertidur tak
terpakai dan berkarat. Kita dapat pula memperlakukan Negara Indonesia
sebagai 'otak' yang memiliki fungsi kerja menstorage informasi dan
mengaplikasi tumpukan informasi itu diatas kertas.  Ribuan files dan data
tersimpan dalam 'otak' yang harus difungsikan.

Dalam perjalanan organisasi, konflik akan tetap hadir sebagai bagian
interaksi, tetapi please, jangan gunakan ia sebagai 'sumber' dinamika
interaksi.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke