abang becakku yang malang,
nasibmu, dan nasib saudara-saudaramu yang senasib, dan juga nasib lebih dari sepertiga 
bangsa indonesia, kelihatannya tidak akan berubah dalam satu dua tahun ini. meskipun 
kata mereka yang pintar-pintar, ekonomi negeri kita tercinta sudah pulih, dan 
pertumbuhanpun meningkat. saya yakin engkau tidak mengerti apa kata mereka, dan saya 
yakin engkau tidak peduli apa kata mereka, karena engkau kebetulan tidak beruntung 
untuk mengecap pendidikan seperti mereka.

bersabarlah abang becakku. bersabarlah saudara-saudaraku para fakir miskin, karena di 
mata mereka, engkau adalah ganjalan bagi rasa perikemanusiaan mereka. rasa 
perikemanusiaan mereka membuat mereka akan menghapus profesimu yang rendah itu dari 
muka bumi indonesia. (...Menurut Rusdihardjo, pemerintah sebetulnya sudah menentukan 
bahwa tukang becak bukan profesi yang manusiawi. "Di dunia lain yang sudah maju, 
profesi seperti itu sudah dihapuskan," jelas Rusdi...)

bersabarlah abang becakku.
meskipun wakil-wakilmu yang engkau pilih dulu, yang berjanji padamu akan membelamu 
jika engkau memilih mereka, tidak mengerti apa yang engkau rasakan. (...Dan satu hal 
yang harus diingat, kata Rusdi, keputusan penghapusan becak dari DKI merupakan 
keputusan pemerintah yang sudah didukung oleh seluruh rakyat...)

abang becakku,
meskipun engkau lapar, meskipun perut anak-anak istrimu minta diisi seperti juga perut 
anak-anak istri pemimpinmu, meskipun engkau juga kepingin untuk bercuti, beribadah 
dengan tenang, dan bersama-sama keluargamu seperti yang engkau lihat ditv pemimpinmu 
melakukannya, tapi janganlah engkau memberontak. janganlah engkau mengamuk. sabarlah. 
bersabarlah, dan biarkan pemimpin-pemimpinmu dan wakil-wakilmu yang terhormat 
menyelesaikan masalahmu. bersabarlah untuk terus hidup seperti hidupmu sekarang, 
karena hanya itu yang boleh engkau lakukan. (...Sebab musabab kerusuhan para abang 
becak Selasa (29/2/2000) malam, menurut Kapolri hal itu sebenarnya hanya masalah 
perut. "Hungry Man is Angry Man," kata Rusdihardjo...)

abang becakku,
bilakah nasibmu, dan nasib saudara-saudaramu yang senasib, dan juga nasib lebih dari 
sepertiga bangsa indonesia, akan berubah? jangan engkau tanyakan itu padaku, abang 
becakku. karena akupun mungkin akan bernasib sepertimu jua.

(http://www.detik.com/peristiwa/2000/03/01/200031-120504.shtml)




MailCity. Secure Email Anywhere, Anytime!
http://www.mailcity.com

Kirim email ke