Republika Online edisi:
            23 Jan 2000

                    Rubrik Hari Ini:
                    Indeks Lengkap
                    Berita Utama
                    Opini
                    Laporan Utama
                    Internasional
                    Senggang
                    Pustaka
                    Album
                    Rekor
                    Griya
                    Hiburan
                    Budaya
                    Kesehatan
                    Trentek
                    Lingkungan
                    Busana





                Einstein


                Jabatan presiden, menurut Einstein, hanyalah remeh temeh
jika dibandingkan dengan fisika dan matematika. Karena itu, pada tahun 1952,
ia menolak ketika ditawari menjadi presiden Israel. ''Politik hanyalah untuk
sesaat saja, sedangkan persamaan (matematika) adalah untuk keabadian,''
katanya. Ahli fisika teoretis yang masyhur itu bukan sedang omong kosong,
karena ia memang menghabiskan hidupnya dengan memburu persamaan-persamaan
matematika yang menerangkan alam raya ini.

                Dan persamaan yang paling terkenal, tentu saja, adalah
E=mc2, yang bahkan dikenal oleh murid sekolah menengah di seluruh dunia.
Persamaan itu begitu penting, hingga menjadi satu-satunya persamaan yang ada
dalam buku bestseller karya Stephen Hawking, A Brief History of Time.
Padahal kata Hawking, ''Setiap satu persamaan matematika akan memangkas
jumlah calon pembaca menjadi separuhnya.'' Kini, buku itu telah terjual
hampir 9 juta eksemplar di seluruh dunia.

                Pengaruh karya Einstein tidak berhenti di dunia fisika saja,
tapi menjangkau ke hampir semua sudut kehidupan abad 20 --sebuah abad yang
ditandai dengan perkembangan spektakuler sains dan teknologi. Dan untuk itu,
majalah Time menobatkan Einstein menjadi Tokoh Abad Ini pada edisi 31
Desember 1999, mengalahkan dua ''finalis'' lain: Franklin Delano Roosevelt
dan Mahatma Gandhi. Semua tonggak penting sains dan teknologi mutakhir --bom
nuklir, teori Big Bang, perjalanan luar angkasa, fisika kauntum,
elektronika, dan semikonduktor-- membawa ''sidik jarik'' Einstein, tulis
majalah Time itu.

                Pengakuan ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam buku Seratus
Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah (Pustaka Jaya, 1986), karya
Michael H Hart, Einstein bercokol pada urutan kesepuluh (Catatan: Dalam buku
itu, Anda tentu masih ingat, Nabi Muhammad saw, mendapat peringkat pertama).
Tapi di antara tokoh-tokoh abad 20, Einsten yang teratas --karena sembilan
tokoh di atasnya adalah hidup sebelum abad 20. Selain itu, buku-buku
Einstein pun dianggap sebagai salah satu yang paling berpengaruh dalam
sejarah. Buku Books of the Century (The New York Library, 1996), misalnya,
mencantumkan buku The Meaning of Relitivity (1922), sebuah buku yang
dimaksudkan Einstein menerangkan dengan mudah konsep relativitas yang
njlimet, dalam daftarnya. Jauh sebelumnya, Robert Downs juga mencantumkan
karya-karya Einstein dalam buku berjudul Buku-buku jang Merobah Dunia (PT
Pembangunan, 1961).

                Pergulatan Einstein sendiri dengan buku sudah berlangsung
bahkan sejak ia masih kanak-kanak. Einstein tumbuh sebagai anak yang lambat,
suka melamun, dan bahkan masih gagap bicara ketika berumur 9 tahun. Orangtua
Einstein sudah menganggapnya anak terbelakang dan bodoh. Ketertarikan
Einstein terhadap ilmu alam makin meningkat ketika Max Talmey, seorang
mahasiswa kedokteran, sering berkunjung ke rumah Einstein ketika berumur 12
tahun. Talmey memberikan buku Popular Book on Physical Science karya A
Bernstein dan Force and Matter karya L Buchner, yang segera menyedot minat
Einstein.

                Dan yang terpenting, Talmey memberi Einstein Lehrburch der
ebenen Geometrie, sebuah buku geometri yang populer saat itu. Setiap Kamis
selama beberapa bulan, Einstein mendiskusikan soal-soal geometri dalam buku
itu. Setelah selesai, mereka melanjutkan dengan soal-soal matematika yang
lebih rumit. Einstein juga membaca buku-buku filsafat, dan mampu membaca
karya Immanuel Kant yang bahkan susah dicerna oleh kebanyakan orang dewasa.
Bacaan-bacaan itu, tak pelak lagi, menggoyahkan keyakinan Einstein muda pada
otoritas. ''Melalui buku-buku ilmiah populer, aku sampai pada keyakinan
bahwa banyak cerita dalam Bible tak mungkin benar,'' katanya di belakang
hari. Ketika menjadi mahasiswa pun Einstein sering membolos, dan lebih suka
belajar sendiri dengan membaca buku di perpustakaan.

                Nama Einstein menyeruak ketika pada tahun 1905, yaitu ketika
umurnya baru 26 tahun, beberapa artikel ilmiahnya dimuat di Annalen der
Physik, sebuah jurnal fisika bulanan yang paling bergengsi di Jerman. Semua
artikel itu, tulis Macropaedia Britannica, mengubah pandangan manusia
terhadap alam. Tahun itu pula disebut sebagai annus mirabilis, tahun
keajaiban Einstein. Salah satu artikel itu memuat persamaan yang paling
terkenal itu, li-me. Tetapi ketenaran Einstein melambung ketika teori
relativitas umumnya terbukti --yang dibuktikan berbeloknya cahaya oleh
gravitasi matahari pada sebuah peristiwa gerhana matahari di tahun 1919.
Ratusan buku ditulis dalam setahun kemudian tentang teori ini.

                Setelah itu, praktis menjadi saintis pertama yang juga
selebritis. Ketika pergi ke New York pada tahun 1921, misalnya, Einstein
berdiri di mobil terbuka, menyambut orang yang mengelu-elukannya di
sepanjang jalan. Lebih komplet lagi, ia menerima Hadiah Nobel untuk fisika
pada tahun 1921 itu juga. Selain itu, ia aktif pula menjadi pendukung
berdirinya negara Israel, serta giat mendukung gerakan antiperang. Pada
tahun 1944, misalnya, ia menulis kembali dengan tulisan tangan artikelnya
tentang relativitas khusus --dengan persamaan terkenal itu-- yang semula
terbit tahun 1905, kemudian dilelang. Buku khusus itu terjual 6 juta dolar,
dan kini tersimpan rapi di Library of Congres.

                Ironisnya, Einstein pulalah yang menulis surat kepada
Roosevelt pada tahun 1939 tentang kemungkinan Jerman mampu membikin bom
atom. Jika perlu, tulis Einstein, Amerika Serikat harus bertindak mendahului
dalam riset bom atom ini. Rekomendasi Einstein inilah yang mendorong Amerika
meluncurkan Manhattan Project, dan berhasil membuat bom yang nantinya
dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, serta mengakhiri Perang Dunia II. Tak
pelak lagi, meskipun ia tak terlibat dalam riset langsung bom atom, surat
Einstein itu adalah salah satu surat terpenting dalam sejarah.

                Belakangan ternyata diketahui bahwa Jerman gagal membuat bom
atom. Einstein pun, ternyata, menyesali jatuhnya korban akibat bom atom itu.
''Seandainya saya tahu akan begitu jadinya, saya lebih suka menjadi tukang
sepatu saja,'' katanya.

                Kalau memang ya, apakah Einstein akan menjadi Tukang Sepatu
Abad Ini?






            [HOME ] [INDEX LENGKAP] [BERITA UTAMA] [OPINI] [LAPORAN UTAMA]
[INTERNASIONAL] [SENGGANG]
            [PUSTAKA] [ALBUM] [REKOR] [GRIYA]
            [HIBURAN] [BUDAYA] [KESEHATAN] [TRENTEK] [LINGKUNGAN] [BUSANA]
[TELUSUR]

            Diterbitkan oleh Republika Online
            Hak Cipta � PT Abdi Bangsa 1999

Kirim email ke