Suatu pemikiran yg kurang lebih sejalan dengan saya lah.

JA
---------------
>>From: "Mohammad Rosadi" <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [bincang] DISKRIMINATIF !
>>Date: Fri, 28 Jan 2000 17:36:56 PST
>>
>>Assalmua'alaikum wr.wb
>>
>>Rupanya proses penegakan hukum di Indonesia masih pilih kasih,
>>diskriminatif, dan sangat tidak adil. Bagaimana tidak...? Ketika peristiwa
>>Doulos terjadi, tanpa penyelidikan lebih mendalam aparat keamanan langsung
>>saja menangkap beberapa ustadz dengan tuduhan sebagai provokator. Padahal
>>banyak saksi yg menyangkal keterlibatan para ustadz tsb. Bahkan diduga
>>orang2 yg merusak bangunan milik yayasan KRISTENISASI Doulos ini bukan
>>orang
>>Islam karena mereka tidak fasih saat mengucapkan Allahu akbar (muslim
>>palsu..?). Kemudian ketika terjadi ledakan emosi massa di mataram yg
>>membakar beberapa gereja, tanpa bukti-bukit jelas aparat kemanan langsung
>>saja mengejar, menangkap dan memeriksa Al-Chaidar, Eggy Sudjana, dan Anton
>>Medan. Lagi-lagi dengan tuduhan provokator.
>>
>>Sekarang coba kita tengok peristiwa kupang dan pembantaian umat Islam di
>>Maluku kaum fundamentalis kristen. Di Kupang.., tanpa alasan yg jelas kaum
>>fundamentalis kristen tidak saja membakar mesjid, tapi juga membakar
>>rumah-rumah dan menganiaya kaum muslimin.., suatu hal yg TIDAK TERJADI
>>dalam
>>peristiwa mataram sekalipun. Tapi apa ada provokator yg ditangkap..? Theo
>>Syafei yg kala itu jelas-jelas pidatonya menghasut umat kristen kupang
>>untuk
>>memusuhi umat Islam, bebas melenggang kangkung sampai sekarang..., bahkan
>>bisa menjadi anggota DPR dari PDI-P! Adakah ini bisa disebut ADIL...?
>>Tidak cukup sampai disitu saja.., para provokator dan pelaku pembantaian
>>2080 kaum muslimin di Halmahera sampai sekarang tidak pernah ditangkap
>>oleh
>>aparat. Alasannya sedang dalam penyelidikan untuk mengumpulkan
>>bukti-bukti.
>>Bukti-bukti apa..? Ribuan bukti yg telah diungkap oleh para korban yg
>>selamat dari pembantaian biadab itu tak pernah digubris oleh
>>aparat...,dianggap cuma isapan jempol. beberapa pendeta yg saat itu
>>memprovokasi massa kristen untuk membantai umat Islam tidak tersentuh
>>sedikitpun oleh hukum. Sekali lagi..ADIL kah ini..?
>>
>>Entahlah.., kenapa para penegak hukum kita ini sedemikian BIADAB dan
>>PENGECUT serta memanipulir hukum sedemikian rupa. Adakah semua ini memang
>>sudah dirancang dan diatur sedemikian rupa..? Wallahu a'lam.
>>Semua orang hampir setiap saat menyerukan agar golongan minoritas
>>dilindungi, tapi  jarang sekali ada yg  peduli jika golongan mayoritas
>>TERZALIMI. Jarang sekali orang menyadari bahwa golongan minoritas-pun
>>dapat
>>MENZALIMI golongan mayoritas jika hukum tidak ditegakkan secara adil dan
>>benar. Bukankah hukum itu seharusnya ditegakkan dengan seadil-adilnya,
>>tanpa
>>memandang mayoritas-minoritas ataupun agama yang dianut...???
>>
>>
>>
>>Wassalam,
>>Adi
>>Virginia
>>
>>
>>===========================================
>>
>>Republika Online edisi:
>>29 Jan 2000
>>
>>
>>
>>
>>Dituduh Provokator, Pemrakarsa Aksi Sejuta Umat Ditangkap
>>
>>
>>JAKARTA -- Aksi Sejuta Umat yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas),
>>awal Januari lalu, mulai menelan korban. Ketua Panitia Aksi, Al Chaidar,
>>Kamis malam, di tangkap aparat keamanan.
>>
>>Menurut penuturan Ny Suryantini --istri Chaidar-- dia ditangkap di tempat
>>pengambilan bagasi, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Saat itu
>>Al
>>Chaidar bersama pamannya, Tengku Fauzi Hasbih, baru pulang dari Malaysia.
>>Kemudian tiba-tiba Chaidar didekati dua orang, tapi pamannya memang tak
>>menaruh rasa curiga apa-apa. Ia pun pergi lebih dulu dan menunggu di luar.
>>
>>Hampir satu jam menunggu, Chaidar tak kunjung muncul. Fauzi pun curiga,
>>ada
>>pihak yang menculik kemenakannya. Ia kembali ke tempat Chaidar tadi.
>>Ternyata Chaidar memang sudah tidak ada. Fauzi mencoba melacak keberadaan
>>Chaidar melalui satpam maupun petugas keamanan bandara, namun tak
>>memperoleh
>>hasil. Ini yang membuat keluarganya resah. ''Saya baru tahu ia ditangkap
>>kemarin siang,'' kata Ny Suryantini.
>>
>>Soal penangkapan Al Chaidar dibenarkan oleh Kapolda Metro Jaya Noegroho
>>Djajoesman. ''Itu kami lakukan, karena selama ini Polda telah mengirim dua
>>kali panggilan tapi dia tidak hadir. Jadi, pada kesempatan ketiga kami
>>lakukan dengan upaya tersebut,'' kata Noegroho.
>>
>>Dalih bahwa polisi menangkap Chaidar karena dua kali dipanggil tak
>>memenuhi
>>panggilan ditepis Ny Suryantini. ''Selain suami saya memang ada di
>>Malaysia,
>>belum pernah ada undangan atau panggilan melalui surat atau telepon,''
>>katanya. Ia memastikan kalau toh ada, suaminya pasti akan memenuhi
>>undangan
>>itu. ''Dia mengerti hukum kok,'' paparnya.
>>
>>Chaidar sendiri barangkali sudah mencium gelagat bahwa dia sedang
>>dicari-cari polisi. Menurut Munir, koordinator Kontras, saat di Malaysia
>>--ia bersama pamannya diundang oleh sebuah organisasi di Malaysia--
>>Chaidar
>>sempat mendapat informasi itu melalui internet.
>>
>>''Karena kabar itu, ia menginformasikan soal itu ke KBRI Kualalumpur
>>tentang
>>rencana kepulangannya. Ia juga menandatangani surat pernyataan bahwa dia
>>akan segera lapor ke Polisi,'' tandas Munir. Tim advokasi Kontras sejak
>>kemarin telah mendampingi Al Chaidar dalam proses pemeriksaan di Polda
>>Metro
>>Jaya.
>>
>>Tak jelas, mengapa niat baik seperti itu tak direspons secara signifikan
>>oleh aparat keamanan. Ia, kata Munir, ditangkap begitu saja berikut
>>sejumlah
>>barang-barang milik pribadinya, seperti dokumen, disket, dan buku-buku.
>>Paman yang menemaninya tak diberi tahu apa-apa, demikian pula keluarganya.
>>Karena itulah Munir memprotes dan menyesalkan cara-cara penangkapan itu.
>>''Apalagi Chaidar tak terkait dengan soal kriminal.''
>>
>>Lantas mengapa ia ditangkap? Ny Suryantini, mengutip keterangan Fauzi,
>>mengkaitkan penangkapan itu dengan aksi di Monas. Ia juga disebut-sebut
>>sebagai provokator kasus Mataram. Ihwal keberadaan di Mataram, Suryantini
>>mengaku ada undangan buat suaminya.
>>
>>Namun, versi lain menyebut bahwa Al Chaidar urung ke Mataram pada saat
>>berlangsung tabligh akbar, lantaran tak mendapatkan tiket. Ia ke Mataram
>>pada kesempatan lain, setelah terjadi kerusuhan di ibu kota NTB tadi. Dari
>>Mataram ia kemudian ke Malaysia bersama Fauzi.
>>
>>Benarkah Al Chaidar bakal mendapat sangkaan provokator? Masih belum jelas.
>>Kapolda tak secara tegas menyebutkan dalam kapasitas apa Al Chaidar
>>diperiksa.''Belum mengarah ke sana. Kami baru sebatas memintai keterangan
>>dari yang bersangkutan,'' jawab Noegroho. Karenanya, masih belum jelas
>>juga
>>apakah dia berstatus tersangka atau sekadar saksi.
>>
>>Dalam pandangan Munir, Al Chaidar tak bisa masuk kategori melanggar hukum
>>pidana, hanya karena menyampaikan pikiran dan pandangannya. Karena itu,
>>jika
>>ia tak terbukti melakukan tindakan kriminal, Munir mendesak Polda melepas
>>aktivis Partai Keadilan tersebut.
>>
>>Munir menegaskan bahwa sangkaan melakukan kejahatan karena menyampaikan
>>pikiran adalah peninggalan masa lalu yang harus dihapuskan. ''Seseorang
>>tidak bisa dipidana hanya karena persoalan politik,'' urai Munir.
>>
>>Dalam pemeriksaan di Polda, Al Chaidar diinterogasi mengenai aktivitas
>>yang
>>telah dilakukan. Ia juga ditanya soal isi buku-buku karyanya, serta
>>berbagai
>>artikel yang telah ditulisnya di berbagai media massa.
>>
>>Al Chaidar memang dikenal sebagai penulis produktif soal politik. Buku
>>terakhirnya soal tragedi Aceh dan Maluku. Namun, jika hal itu titik
>>tolaknya, Munir tak sependapat. ''Ya, ini makin janggal lagi. Polisi
>>bertindak seperti zaman Orde Baru. Dan, ini harus dihentikan.''
>>
>>Bila Polda memeriksa Al Chaidar, kemarin Korps Reserse Mabes Polri
>>memeriksa
>>Eggy Sudjana. Berbeda dengan Polda, Mabes Polri lebih terbuka tentang
>>latar
>>belakang pemeriksaan Ketua Umum Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
>>[PPMI]. ''Eggy Sudjana sebagai saksi sehubungan dengan keberadaannya di
>>Mataram, '' kata Kol Nanan Sukarna yang memimpin pemeriksaan Eggy yang
>>didampingi kuasa hukumnya, Januardi.
>>
>>Dalam pemeriksaan yang berlangsung lima jam sejak pukul 10.00 WIB
>>itu--dengan break untuk shalat Jumat, petugas mengajukan 25 pertanyaan.
>>Eggy
>>memang dicecar pertanyaan soal keberadaannya di Mataram. Dan, dia
>>menyatakan
>>berada di Mataram karena diundang pengurus PPMI NTB. ''Apa ini salah,''
>>kata
>>Eggy.
>>
>>Yang menjadi soal memang keterlambatan Eggy datang ke Mataram. Ia
>>seharusnya
>>datang ke acara tabligh akbar. Ia mengaku ketinggalan pesawat.''Namun
>>polisi
>>menganggap ini sebagai alibi, sebagai kepura-puraan,'' keluh Eggy.
>>
>>Eggy, kata Nanan, memang dimintai keterangan soal kerusuhan Mataram.
>>Pemeriksaan dilakukan untuk cross check temuan tim Mabes Polri yang
>>diterjunkan ke Mataram. Dengan meminta keterangan Eggy, diharapkan kasus
>>Mataram bisa terungkap.
>>
>>Polisi, dalam kasus ini, memang tengah menjaring siapa pihak yang menjadi
>>penghasut. Titik tolak polisi adalah Pasal 160 KUHP tentang penghasutan,
>>dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun.
>>
>>Dalam kasus Mataram, kata Nanan, polisi telah menangkap 45 orang tersangka
>>yang diduga terlibat dalam kasus itu. Di antara tersangka terdapat Ishak
>>Saseke. ''Dalam pemeriksaan Ishak mengaku sebagai penghasut,'' kata Nanan.
>>
>>Selain Eggy, menurut Nanan, Mabes Polri juga akan memanggil Taufik Hidayat
>>[rekan Eggy yang bersamanya berada di Mataram] untuk dimintai keterangan
>>dalam kasus sama. ''Sebenarnya, dia kami periksa bersama Eggy, tapi
>>terlambat,'' katanya.
>>
>>Kepada wartawan seusai shalat Jumat, Eggy membantah keras tudingan
>>beberapa
>>pihak yang menuduh dia sebagai dalang kerusuhan Mataram. ''Saya bahkan
>>tidak
>>sempat berbicara di acara tabliq akbar karena terlambat akibat ketinggalan
>>pesawat,'' katanya.
>>
>>Saat kerusuhan terjadi, ia berada di hotel bersama Amriful Hakim, Ketua
>>PPMI
>>wilayah NTB. ''Hebatnya, pembicaraan saya via telepon di hotel juga
>>disadap
>>polisi,'' urainya.
>>
>>
>>
>>
>>______________________________________________________
>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>>
>>
>>Subscribe/unsubscribe bincang@ ?
>>Send email to [EMAIL PROTECTED], with subject: (un)subscribe bincang@.
>>
>>--------------------------------------------------------------------------
>>
>>Menjadikan PERMIAS organisasi yang satu, berguna bagi anggotanya, perduli,
>>tanggap dan independen...
>>
>>--------------------------------------------------------------------------
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke