Rekan yth.,

Selama setiap individu masih merasa 'lebih' dibanding yang lain, termasuk
kepada jenis kelamin lain, maka 'masalah' ini tetap akan selalu ada.
Sebaliknya, kalau setiap individu menganggap setiap orang adalah sederajat,
tidak beralasan lagi untuk 'takut' atau 'minder' terhadap yang lain. Termasuk
tidak perlu lagi ada ISTI (ikatan suami takut istri) atau IIGS (ikatan istri
galak ke suami), atau bahkan IISTS (ikatan istri yang terabaikan oleh suami).

Semoga.

Salam,
Budi

Kirim email ke