Rekan yth., Selama setiap individu masih merasa 'lebih' dibanding yang lain, termasuk kepada jenis kelamin lain, maka 'masalah' ini tetap akan selalu ada. Sebaliknya, kalau setiap individu menganggap setiap orang adalah sederajat, tidak beralasan lagi untuk 'takut' atau 'minder' terhadap yang lain. Termasuk tidak perlu lagi ada ISTI (ikatan suami takut istri) atau IIGS (ikatan istri galak ke suami), atau bahkan IISTS (ikatan istri yang terabaikan oleh suami). Semoga. Salam, Budi
- Dosen Wanita Nasrullah Idris
- Re: Dosen Wanita Muhammad Nahar
- Re: Dosen Wanita Notrida Mandica
- Re: Dosen Wanita Muhammad Nahar
- Re: Dosen Wanita Nasrullah Idris
- Re: Dosen Wanita Budi Haryanto
- Re: Dosen Wanita Nasrullah Idris
